Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Eksplorasi Hakikat Fastabiqul Khairat Dalam Moderasi Beragama (Analisis Pesan QS. Al-Baqarah Ayat 148) : Penelitian Hasan Asy’ari; Komarudin Sassi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna dan hakikat konsep fastabiqul khairat dalam konteks moderasi beragama berdasarkan analisis terhadap pesan-pesan yang terkandung dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 148. Ayat ini menekankan pentingnya berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai prinsip dasar dalam interaksi umat beragama, baik dalam lingkup internal umat Islam maupun dalam konteks pluralisme keagamaan. Dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik dan analisis isi, penelitian ini mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam ayat tersebut, seperti toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap perbedaan. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa fastabiqul khairat bukan hanya anjuran untuk berbuat baik secara individual, tetapi juga merupakan landasan etis dan spiritual bagi terciptanya harmoni sosial dalam kehidupan beragama yang majemuk. Konsep ini sejalan dengan prinsip moderasi beragama yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan semangat koeksistensi damai. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai fastabiqul khairat diinternalisasi dalam pendidikan keagamaan dan wacana publik untuk memperkuat komitmen terhadap kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Pendidikan Islam dan Tantangan Multikulturalisme: Penelitian Eka Lindayati; Hasan Asy’ari; Yulita; Hilmin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2546

Abstract

Islamic education plays a strategic role in shaping the character and morals of students based on Islamic values. Amid the dynamics of increasingly pluralistic and multicultural societies, Islamic education faces the challenge of adapting without losing the essence of its teachings. Multiculturalism demands that Islamic education be more inclusive, tolerant, and open to diversity. This study employs a qualitative descriptive approach to examine how Islamic education responds to the challenges of multiculturalism and the strategies that can be implemented in the learning process. The findings indicate that strengthening universal Islamic values such as tolerance, justice, and compassion is essential to building social harmony. Furthermore, curriculum development sensitive to multicultural contexts and teacher training with a pluralistic perspective are strategic steps to deliver relevant Islamic education in the era of globalization. Thus, Islamic education functions not only as a medium for transmitting knowledge and religious values but also as an agent of peace and social integration in pluralistic societies.
Reorientasi Paradigma Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Kesadaran Transendental Peserta Didik SDN 01 Meluai Kec. Cempaka Lindayati, Eka; Hasan Asy’ari; Burniat; Dwi Noviani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena degradasi spiritual dan krisis nilai moral di kalangan peserta didik menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan reorientasi paradigma Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama ini, praktik pembelajaran PAI lebih berfokus pada aspek kognitif dan normatif, sementara dimensi transcendental yakni kesadaran hubungan vertikal manusia dengan Tuhan sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah baru paradigma PAI dalam membangun kesadaran transendental peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI harus mengalami pergeseran paradigma dari pola indoktrinatif menuju model pembelajaran reflektif, dialogis, dan transformatif yang menekankan integrasi antara akal, hati, dan tindakan moral. Reorientasi ini diperlukan agar pendidikan Islam mampu membentuk manusia beriman yang tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga menghayatinya sebagai kesadaran spiritual yang hidup dalam realitas sosial.
Secularization and Islamic Education Maintaining Religious Identity at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Trimoharjo Bantul Eka Lindayati; Hasan Asy’ari; Eva Sunarya; Hilmin Hilmin
ALSYS Vol 6 No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v6i1.8770

Abstract

Amid globalization-induced secularization, Indonesian madrasahs such as MI Miftahul Ulum Trimoharjo face growing challenges in preserving students’ religious identity while integrating a national STEM-focused curriculum. Grounded in Berger’s secularization theory, Tajfel and Turner’s social identity theory, and al-Attas’s ta’dīb framework, this qualitative single-case study examines the impact of secularization on religious identity and the counterstrategies deployed at the institutional level. Data were generated through semi-structured interviews, observations, and document analysis involving the headmaster, Islamic education (PAI) teachers, and students, and were thematically analyzed following Braun and Clarke (2006), with trustworthiness ensured via triangulation and member checking. The findings reveal that secularization contributes to the erosion of tawḥīd-based values; however, the madrasah actively resists this trend through curriculum integration (e.g., infusing Islamic ethics into mathematics and science), daily worship habituation, Qur’anic literacy programs, teacher exemplarity, and structured partnerships with parents and the wider community. These strategies collectively foster improved religious awareness, discipline, and tajwīd performance, despite persistent gaps in teacher competency and variable levels of participation. Theoretically, the study enriches resilience models for Islamic education by illustrating how doctrinal, pedagogical, and communal resources can be mobilized to sustain religious identity under modernizing pressures. Practically, it offers contextually grounded and replicable strategies for similar institutions seeking to balance curricular modernization with robust Islamic formation. Acknowledging the limitations of its single-case design, the study points to the need for future multi-site and comparative research to deepen understanding of institutional responses to secularization in diverse Islamic educational settings.