Zidan, Alaika Akmal
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN DINASTI ABBASIYAH PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ABAD KE-21 Zidan, Alaika Akmal; Subhi, Muhamad Rifa’i; Haryati, Tri Astutik; Anekasari, Rahmi; Fadli, Failasuf
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 3 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji sistem pendidikan Dinasti Abbasiyah dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) abad ke-21. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa pada masa Abbasiyah, pendidikan Islam berkembang pesat, tidak hanya dalam aspek keagamaan (naqliyah), tetapi juga ilmu pengetahuan rasional (aqliyah), seperti matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat. Sistem pendidikan yang komprehensif dan inklusif tersebut mendukung pengembangan intelektual dan spiritual, yang memungkinkan ilmuwan seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Al-Farabi untuk memberikan kontribusi besar dalam bidang sains dan keagamaan sehingga masih sangat perlu untuk dikontekstualisasikan pada pembelajaran PAI abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk dalam penelitian kepustakaan (library resreach). Sumber data yang digunakan berasal dari artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Abbasiyah, seperti keterbukaan terhadap ilmu luar, toleransi, rasionalitas, moderasi, serta integrasi ilmu agama dan sains, sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Islam abad ke-21. Pendekatan ini dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, moderasi beragama, dan akhlak mulia dalam kalangan siswa. Oleh karena itu, kontekstualisasi pendidikan Abbasiyah menjadi langkah strategis untuk merancang kurikulum dan metode pembelajaran PAI yang lebih adaptif dan solutif terhadap kebutuhan zaman dan tantangan global.
SEJARAH KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA: TELAAH HISTORIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM MASA ORDE LAMA, ORDE BARU DAN REFORMASI Zidan, Alaika Akmal; Fahrudin, Nuzul; Muhlisin, Muhlisin; Fauyan, Muchamad
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 1 (2026): Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji sejarah kebijakan pendidikan Islam di Indonesia melalui telaah historis pada tiga periode pemerintahan: Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Pendidikan Islam memegang peran penting dalam sistem pendidikan nasional dengan mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode analisis isi untuk menelaah regulasi, literatur, dan dokumen terkait kebijakan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Orde Lama, pendidikan Islam mulai memperoleh pengakuan formal melalui berbagai keputusan pemerintah dan undang-undang, meskipun dualisme pendidikan masih terjadi antara lembaga umum dan agama. Pada masa Orde Baru, kebijakan revitalisasi madrasah dan pesantren serta penerapan SKB Tiga Menteri dan UU No. 2 Tahun 1989 memperkuat legitimasi pendidikan Islam dalam sistem nasional, meskipun terdapat kontroversi terkait intervensi pemerintah. Pada era Reformasi, pendidikan Islam semakin diakui secara setara melalui UU No. 20 Tahun 2003, program wajib belajar, sertifikasi guru, penerapan kurikulum modern, serta peningkatan anggaran pendidikan, sehingga pendidikan Islam lebih inklusif, profesional, dan adaptif terhadap tantangan global. Implikasi dari perjalanan kebijakan ini menunjukkan integrasi pendidikan Islam yang semakin utuh dalam sistem pendidikan nasional, peningkatan profesionalisme tenaga pendidik, pemerataan akses pendidikan, modernisasi madrasah, dan penguatan identitas religius sekaligus nasionalis bagi peserta didik. Studi ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika historis pendidikan Islam dan menjadi acuan bagi perumusan kebijakan pendidikan yang relevan di masa depan.