Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Internalisasi Karakter Islami Berbasis Kultur Madrasah di Madrasah Aliyah Negeri 4 Bantul Kamaluddin, Muhammad Anas; Ru'iya, Sutipyo
Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jak.v4i2.265

Abstract

This study aims to describe the internalization of Islamic character building based on madrasah culture in MAN 4 Bantul and the factors that influence the implementation. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The primary data sources in this research are the head of the madrasah, two religious teachers and two students, while the secondary data for this research are books and journals. Data collection techniques are through observation, interviews using purposive sampling techniques, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study indicate that the instillation of Islamic character is carried out through the planning of the School Work Plan, implementation based on madrasah culture (vision, mission, goals, motto, rules, leadership, learning interactions, and student work such as calligraphy and banners of pearls of wisdom), and evaluation through test results, exams, student behavior, and report card grades. Supporting factors include teacher synergy, adequate facilities and infrastructure, and student collaboration between boarding schools, orphanages, and homes, while inhibiting factors are low student motivation, lack of follow-up on character instillation in the home environment, and punishment at the boarding school/orphanage in the morning which causes students to be late to the madrasah.
Pemanfaatan Akun Instagram Ruang Nderes Dalam Meningkatkan Resiliensi Psikologis Penghafal Al-Quran Kamaluddin, Muhammad Anas; Al Kaff, Abdullah Muhammad; Rohman, Khusni Nur; Ahmad, Zainal Arifin
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v4i4.3689

Abstract

This study aims to explore the potential of the Ruang Nderes Instagram account in improving the psychological resilience of Quran memorizers. Using a qualitative method with a case study approach, data was collected through interviews with the account manager and two active followers to understand their experiences and perceptions regarding the content. The results show that the psychological resilience of Quran memorizers is influenced by internal factors such as spiritual commitment, self-efficacy, and emotional regulation, as well as external factors such as digital social support. Ruang Nderes content, such as inspirational stories, motivational reels, and humortivation, strengthens psychological resilience by creating a sense of community and indirect learning from collective experiences. Users view the content as a holistic support that transforms memorization challenges into growth opportunities, while the manager emphasizes content strategies to maintain intention and istiqomah. This study concludes that Ruang Nderes serves as a digital mentorship model that integrates Quranic values with technology, supporting resilient huffaz in the digital era.
Estimasi biaya dalam penyusunan keuangan madrasah di MTs Negeri 6 Bungo Farid, Miftah; Kamaluddin, Muhammad Anas; Habibah, Umi; Shaleh, Shaleh
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.941

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis estimasi biaya dalam penyusunan keuangan sekolah di MTs Negeri 6 Bungo Tahun Anggaran 2025 dengan total alokasi Rp314.749.000. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen Rincian Kertas Kerja Satker (RKK), dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan triangulasi teori untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi anggaran terbagi dalam Program PAUD dan Wajib Belajar 12 Tahun (46,4%) serta Program Dukungan Manajemen (53,6%), dengan biaya personalia mencapai 25,4% total anggaran. Madrasah telah menerapkan prinsip efisiensi dan akuntabilitas melalui sistem kompensasi berbasis kinerja, pemanfaatan aplikasi SAKTI dan SIMBA, serta pelibatan komite dalam penganggaran. Estimasi biaya yang akurat berkontribusi langsung pada kualitas layanan pendidikan, kelancaran pembelajaran, dan pemerataan program ekstrakurikuler, menjadikannya instrumen strategis untuk tata kelola pendidikan yang efektif dan berkelanjutan.
Optimalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Membentuk Self-Efficacy Peserta Didik Kamaluddin, Muhammad Anas; Santosa, Sedya
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of optimizing educational facilities and infrastructure in shaping students' self-efficacy through a comprehensive literature review, map the formation mechanisms of self-efficacy through four main sources within the context of educational facilities, and formulate evidence-based optimization strategies with a focus on the Indonesian context. The method employed is library research using a descriptive qualitative approach through systematic collection and analysis of articles, books, and previous research published between 2019-2025. Data were analyzed using thematic synthesis and content analysis to identify patterns, relationships, and mechanisms connecting facility types with self-efficacy dimensions. The findings reveal that complete, well-functioning, and professionally managed facilities significantly enhance students' self-efficacy through four interacting pathways: mastery experiences through reduction of technical barriers, vicarious experiences through peer observation in collaborative spaces, verbal persuasion facilitated by quality audio-visual systems, and positive physiological and emotional states created by ergonomic design and comfortable environments. However, optimization in Indonesia remains hindered by funding constraints with dependency on School Operational Assistance Funds, gaps in managerial competence among school administrators particularly in remote areas, and rigid regulations that frequently change abruptly. Recommended strategies include diversifying funding sources through public-private partnerships, implementing competency-based training programs for school principals, developing adaptive regulatory frameworks, optimizing facility utilization through collaborative approaches, and integrating psychological perspectives in facility planning to create learning environments that sustainably support the development of students' confidence and academic achievement.. Keywords: Educational Facilities, Educational Management, Infrastructure Optimization, Self-Efficacy, Student Development Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan dalam membentuk self-efficacy peserta didik, memetakan mekanisme pembentukan self-efficacy melalui empat sumber utama dalam konteks fasilitas pendidikan, mengidentifikasi faktor moderator dan mediator yang mempengaruhi efektivitas fasilitas, menganalisis tantangan implementasi dengan fokus pada konteks Indonesia, serta merumuskan rekomendasi strategi optimalisasi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengumpulan dan analisis sistematis terhadap artikel, buku, dan penelitian terdahulu tentang pengoptimalan sarana dan prasarana pendidikan dalam membentuk self-efficacy peserta didik. Teknik analisis data melibatkan analisis isi untuk mengidentifikasi frekuensi tema utama serta analisis tematik untuk menemukan pola hubungan antara jenis sarana prasarana dan dimensi self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang lengkap, berfungsi optimal, dan dikelola secara profesional mampu memperkuat self-efficacy siswa melalui empat sumber utama yaitu pengalaman keberhasilan dari penyelesaian tugas berulang menggunakan peralatan memadai, pengalaman tidak langsung melalui pengamatan teman sebaya di ruang kolaboratif, persuasi verbal yang difasilitasi oleh guru yang lebih percaya diri dengan dukungan fasilitas berkualitas, serta kondisi fisiologis dan emosional positif yang tercipta dari desain ergonomis dan lingkungan pembelajaran yang nyaman. Namun, proses optimalisasi masih terhambat oleh keterbatasan pendanaan dengan ketergantungan pada Dana Bantuan Operasional Sekolah, kompetensi manajerial pengelola yang rendah, dan regulasi yang kurang fleksibel. Solusi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi pendanaan, implementasi program pelatihan berbasis kompetensi, pengembangan kerangka regulasi adaptif, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan rasa percaya diri dan prestasi siswa. Kata kunci: Sarana Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Optimalisasi Prasarana, Self-Efficacy, Pengembangan Siswa
Optimalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Membentuk Self-Efficacy Peserta Didik Kamaluddin, Muhammad Anas; Santosa, Sedya
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of optimizing educational facilities and infrastructure in shaping students' self-efficacy through a comprehensive literature review, map the formation mechanisms of self-efficacy through four main sources within the context of educational facilities, and formulate evidence-based optimization strategies with a focus on the Indonesian context. The method employed is library research using a descriptive qualitative approach through systematic collection and analysis of articles, books, and previous research published between 2019-2025. Data were analyzed using thematic synthesis and content analysis to identify patterns, relationships, and mechanisms connecting facility types with self-efficacy dimensions. The findings reveal that complete, well-functioning, and professionally managed facilities significantly enhance students' self-efficacy through four interacting pathways: mastery experiences through reduction of technical barriers, vicarious experiences through peer observation in collaborative spaces, verbal persuasion facilitated by quality audio-visual systems, and positive physiological and emotional states created by ergonomic design and comfortable environments. However, optimization in Indonesia remains hindered by funding constraints with dependency on School Operational Assistance Funds, gaps in managerial competence among school administrators particularly in remote areas, and rigid regulations that frequently change abruptly. Recommended strategies include diversifying funding sources through public-private partnerships, implementing competency-based training programs for school principals, developing adaptive regulatory frameworks, optimizing facility utilization through collaborative approaches, and integrating psychological perspectives in facility planning to create learning environments that sustainably support the development of students' confidence and academic achievement.. Keywords: Educational Facilities, Educational Management, Infrastructure Optimization, Self-Efficacy, Student Development Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan dalam membentuk self-efficacy peserta didik, memetakan mekanisme pembentukan self-efficacy melalui empat sumber utama dalam konteks fasilitas pendidikan, mengidentifikasi faktor moderator dan mediator yang mempengaruhi efektivitas fasilitas, menganalisis tantangan implementasi dengan fokus pada konteks Indonesia, serta merumuskan rekomendasi strategi optimalisasi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengumpulan dan analisis sistematis terhadap artikel, buku, dan penelitian terdahulu tentang pengoptimalan sarana dan prasarana pendidikan dalam membentuk self-efficacy peserta didik. Teknik analisis data melibatkan analisis isi untuk mengidentifikasi frekuensi tema utama serta analisis tematik untuk menemukan pola hubungan antara jenis sarana prasarana dan dimensi self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang lengkap, berfungsi optimal, dan dikelola secara profesional mampu memperkuat self-efficacy siswa melalui empat sumber utama yaitu pengalaman keberhasilan dari penyelesaian tugas berulang menggunakan peralatan memadai, pengalaman tidak langsung melalui pengamatan teman sebaya di ruang kolaboratif, persuasi verbal yang difasilitasi oleh guru yang lebih percaya diri dengan dukungan fasilitas berkualitas, serta kondisi fisiologis dan emosional positif yang tercipta dari desain ergonomis dan lingkungan pembelajaran yang nyaman. Namun, proses optimalisasi masih terhambat oleh keterbatasan pendanaan dengan ketergantungan pada Dana Bantuan Operasional Sekolah, kompetensi manajerial pengelola yang rendah, dan regulasi yang kurang fleksibel. Solusi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi pendanaan, implementasi program pelatihan berbasis kompetensi, pengembangan kerangka regulasi adaptif, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan rasa percaya diri dan prestasi siswa. Kata kunci: Sarana Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Optimalisasi Prasarana, Self-Efficacy, Pengembangan Siswa