Sulassih, .
Program Studi Teknologi Industri Benih, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor (IPB University) Jl. Kumbang No.14, Kota Bogor, Jawa Barat 16128, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perbanyakan Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Menggunakan Sistem Fotoautotrofik dengan Berbagai Konsentrasi Gula dan Jumlah Ventilasi Arifah Rahayu; Inda Hidayati Rachmani; Sulassih
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.981 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.35576

Abstract

Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak atsiri. Perbanyakan nilam secara in vitro dilakukan sebagai upaya memenuhi permintaan pasar. Penggunaan sistem fotoautotrofik pada kultur in vitro dilakukan melalui pengaturan konsentrasi gula dan jumlah ventilasi untuk mendapatkan pertumbuhan bibit terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2020. Bahan tanaman yang digunakan berupa planlet steril nilam varietas Tapak Tuan koleksi BALITTRO. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan kelompok Lengkap Teracak dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi gula (10, 20, dan 30 g L-1) dan faktor kedua adalah jumlah ventilasi (0, 2, dan 4 lubang). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan konsentrasi gula dan jumlah ventilasi berpengaruh terhadap jumlah eksplan berkalus dan jumlah daun tanaman nilam. Hasil terbaik dalam multiplikasi tanaman nilam menggunakan media penambahan 20 g L-1 gula tanpa ventilasi yang meningkatkan jumlah daun sebanyak 9-61% dan jumlah buku sebanyak 20% pada 6 MSP dibandingkan perlakuan lainnya. Pemberian ventilasi 2 lubang meningkatkan jumlah akar 10-20%, jumlah dan kerapatan stomata 28-57% pada 6 MSP dibandingkan perlakuan lainnya. Peningkatan jumlah akar, jumlah dan kerapatan stomata pada eksplan yang tumbuh dalam sistem fotoautotrofik secara in vitro menunjukkan kemampuan untuk mengintegrasikan lingkungan dan diduga lebih mampu bertahan pada aklimatisasi untuk produksi bibit. Kata kunci: aklimatisasi, fotosintesis, in vitro, pengakaran, stomata
DISEMINASI INOVASI IPB DAN PENGUATAN KELOMPOK WANITA TANI KELURAHAN KEBALEN KABUPATEN BEKASI Purnamadewi, Yeti Lis; Tanjung, Dahri; Sulassih; Rawatie, Fitria Dew; Suharjito, Didik; Wulandari, Yulia Puspadewi
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 10 No. 2 (2025): Vol. 10 No. 2(2025): Menguatkan UMKM, Menumbuhkan Ekonomi, Menjaga Lingkungan
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kebalen sebagai wilayah peri-urban memiliki potensi pertanian perkotaan yang masih berkembang melalui kegiatan urban farming, salah satunya oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara 19. Namun, keterbatasan akses modal, pasar, dan kelembagaan menjadi tantangan dalam penguatan ekonomi komunitas. Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University tahun 2025 dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas KWT melalui metode Participatory Action Research (PAR) dengan rangkaian pelatihan budidaya pertanian, literasi keuangan, branding, dan dasar-dasar perkoperasian. Kegiatan ini juga mendiseminasikan inovasi IPB, termasuk benih hortikultura unggul dan modul RUPIKO sebagai sarana edukasi koperasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai mutu dan legalitas benih (60–78%), penguatan identitas produk melalui brand SARALI, serta peningkatan kesiapan kelembagaan KWT menuju pembentukan koperasi. Program ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis dan manajerial komunitas, tetapi juga membangun kemitraan antara perguruan tinggi, komunitas, dan pemerintah daerah, serta berkontribusi pada pencapaian SDGs 5, 11, dan 17.
Respon berbagai genotipe cabai rawit (Capsicum Frustescens L.) terhadap pemberian naungan insect net Amin, Muhammad Rizki Al; Setyono, Setyono; Sulassih, Sulassih
JURNAL AGRONIDA Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v11i2.19867

Abstract

Chili Papper (Capsicum frutescens L.) is a high-value horticultural commodity that is susceptible to excessive light intensity and pest attacks, particularly in cultivation systems under tree canopies. This study aims to characterize 10 genotypes of chili Papper (Capsicum frutescens L.) under shaded conditions using insect nets to evaluate the plants' morphological responses and productivity under low light intensity. The research was conducted at the Cibeureum Experimental Garden, Bogor, from February to September 2024, using a split-plot randomized complete block design (RCBD), with genotype (Bonita, Feira, Inul, Pulaipila Hijau, RF13, RF17, RF18, RF28, RF32, RF39) as the main plot and shading treatment (shaded and unshaded) as the subplot. Observed parameters included both quantitative and qualitative traits. The analysis revealed that the interaction between genotype and shading had a significant effect on fruit length, pedicel length, and pedicel diameter. The Feira genotype showed a positive response to shading, particularly in terms of fruit and pedicel length. The Inul genotype exhibited the best in terms of fruit diameter and fruit weight per plant and is recommended for cultivation under tree canopies. Shading generally reduced the number and weight of fruits per plant. Qualitative traits such as plant habit, anther coloration, and flower position were not significantly affected by shading. This study highlights the importance of selecting genotypes that are adaptive to low light intensity for use in cultivation under canopy.
Performa Komponen Hasil dan Karakter Agronomi berbagai Genotipe Galur Cabai Rawit Sijabat, Winda Saskia; Syukur, Muhamad; Ritonga, Arya Widura; Istiqlal, Muhammad Ridha Alfarabi; Hakim, Abdul; Pangestu, Arya Yuda; Permatasari, Okti Syah Isyani; Marwiyah, Siti; Sulassih, Sulassih; Sahid, Zulfikar Damaralam
Agrotechnology Research Journal Vol 7, No 2 (2023): Agrotechnology Research Jurnal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrotechresj.v7i2.79804

Abstract

Cayenne pepper is one of the important horticultural commodities and has high economic value for Indonesian people. The demand for cayenne pepper in Indonesia was relatively high, especially for household consumption. Therefore, superior varieties were needed to meet the needs of cayenne pepper in Indonesia. One way to guarantee the superiority of varieties and the validity of variety descriptions was to conduct yield testing. Our research aims to evaluate the performance and yield of seven genotypes of cayenne pepper. This research was carried out from March 2023 to September 2023 at Leuwikopo Experimental Garden, IPB University. It consisted of one factor: ten genotypes (seven genotypes and three control varieties). Experimental design in our research using randomized complete block design with three replications. The results showed that there were differences in performance and yield between cayenne pepper genotypes. The flowering ages of all genotypes ranged from 41.33 - 45.67 DAP with the harvest ages ranging from 83.33 - 92.67 DAP. The percentage of plants observed at the end of harvest ranged from 37.50 - 70.83% with the Rawita F1 variety showing the lowest percentage (37.50%). F1.372340 genotype was the highest productivity genotype, reaching 4.80 t.ha-1. The productivity of F1.372340 was higher than control varieties, which ranged from 1.48 to 2.72 t.ha-1. Line’s genotype had a shelf life ranging from 9.30 - 15.00 DAH which was the same or better than the control varieties which ranged from 9.67-12.33 DAH.