Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS HAURGEULIS KABUPATEN INDRAMAYU 2022 Taufik Rohman; Dewi Laelatul Badriah; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i01.591

Abstract

Puskesmas di Kabupaten Indramayu yang mengalami penurunan kunjungan pasien dari tahun 2019 hingga tahun 2020 yang mengindikasikan bahwa mutu pelayanan yang belum maksimal dan perlu ditingkatkan lagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pengguna layanan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Margadadi tahun 2021. Menggunakan metode analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel sebanyak 157 responden dengan tehnik Purposive Sampling. Analisis data univariat menggunakan deskriptif, bivariat menggunakan rank spearman dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil menunjukan sebagian besar responden berada pada distribusi mutu pelayanan reliability baik (50,5%), asurance baik (77,1%), tangible baik (62,9%), empathy baik (57,1%), responsiveness baik (59,4%) dan menyatakan puas (54,7%). Terdapat hubungan antara mutu pelayanan kesehatan reliability, asurance, tangible, empathy, responsiveness dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di Puskesmas Haurgeulis Kabupaten Indramayu 2022 (p= 0.000, p= 0.000, p= 0.000, p= 0.000, p= 0.000). Mutu pelayanan assurance menjadi faktor dominan untuk meningkatkan kepuasan pasien BPJS. Adanya peningkatan kualitas layanan secara assurance dan relliability guna meningkatkan tingkat kepercayaan pasien serta memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan pasien.
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SANTRIWAN SANTRIWATI SEKOLAH DASAR DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ Yusron Adi Utomo; Awis Hamid Dani; Sutaip Sutaip; Maulida Fitri Annisa; Amin Susilo; Dewi Laelatul Badriah; Dwi Nastiti Iswarawanti
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK) Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v2i01.536

Abstract

Abstrak Lingkungan kehidupan pesantren merupakan lingkungan yang cukup nyaman untuk masyarakat tempati karena lingkungannya religious. Masalah yang masih muncul di Pesantren  adalah masih ada pesantren yang tumbuh dalam lingkungan kumuh seperti pada kamar yang tidak memenuhi syarat sesuai standar yang ditetapkan dan belum pahamnya mengenai pentingnya Kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan Kesehatan terhadap pengetahuan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada santri di Pondok Pesantren Tahfidz Al Qolam Yatim dan Dhuafa Cirebon. Metode pengabdian masyarakat dengan penyuluhan dan dilakukan pretest dan posttest. Metode pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 42 santriwa/santriwati, untuk memperoleh hasil kuesioner menggunakan analisa uji T. Hasil uji statistik diperoleh nilai T sebesar 12.670 dan p = 0,003. Kesimpulan pada pengabdian masyarakat ini yaitu terdapat pengaruh penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap pengetahuan santri di pondok pesantren Tahfidz Al Qolam Yatim dan Dhuafa.
HUBUNGAN ANTARA ETOS KERJA DAN DISIPLIN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS SLIYEG KABUPATEN INDRAMAYU 2022 Iin Wahyuni Adiyanti; Dewi Laelatul Badriah; Rossi Suparman; Mamlukah Mamlukah
Journal of Health Research Science Vol. 2 No. 02 (2022): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v2i02.582

Abstract

Puskesmas sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP), angka capaian kinerja pegawai Puskesmas di Jawa Barat sebesar 61,8% pada 2021. Angka capaian kinerja pegawai Puskesmas di Indramayu sebesar 64,2% pada 2021. Angka disiplin kerja yang diukur dari indikator persentase kehadiran di Puskesmas Sliyeg pada 2020 sebesar 72,2%, meningkat pada 2021 sebesar 75,3%, lalu meningkat kembali sebesar 80,3% pada bulan Januari - Agustus 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara etos kerja dan disiplin kerja dengan kinerja pegawai di Puskesmas Sliyeg Kabupaten Indramayu 2022. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 52 orang dengan teknik total sampling sebanyak 52 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat (Uji Korelasi Rank Spearman). Terdapat hubungan antara etos kerja (p = 0,010) dan disiplin kerja (p = 0,001) dengan kinerja pegawai Puskesmas Sliyeg Kabupaten Indramayu 2022. Terdapat hubungan antara dua variabel bebas dengan kinerja pegawai Puskesmas yang meliputi etos kerja dan disiplin kerja. Diharapkan pegawai Puskesmas Sliyeg meningkatkan motivasi dan semangat dalam bekerja, guna mencapai target pelayanan kesehatan yang optimal.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR AIR MINUM, SANITASI DAN RIWAYAT DIARE DENGAN STUNTING PADA ANAK BADUTA DI KECAMATAN RANCAKALONG KABUPATEN SUMEDANG 2021 Atik Nurhayati; Lely Wahyuniar; Rossi Suparman; Dewi Laelatul Badriah
Journal of Health Research Science Vol. 2 No. 02 (2022): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v2i02.585

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis. Kabupaten Sumedang ditetapkan sebagai salah satu 100 kabupaten kota prioritas intervensi balita stunting di Indonesia oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2KT) sejak tahun 2018 dengan 10 desa intervensi prioritas dan 5 desa berada di wilayah Rancakalong. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan faktor air minum, sanitasi dan Riwayat diare dengan stunting pada anak baduta di kecamatan Rancakalong kabupaten Sumedang tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional analitik case control study. Teknik sampel menggunakan stratified random sampling, dengan menggunakan rumus Sample Size WHO diperoleh jumlah sampel sebesar 144 orang (72 kasus dan 72 kontrol). Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisa data yakni analisis univariat (deskriptif), analisis bivariat (chi-square) dan analisis multivariat (regresi logistik). Berdasarkan hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan fasilitas air minum (p = 0,000), kualitas air minum, (p = 0,001),fasilitas jamban (p = 0,000) fasilitas limbah ( p = 0,000) dan fasilitas sampah (p = 0,000) dengan kejadian stunting berdasarkan status gizi baduta stunting dan normal dengan hasil p < 0,05. Sedangkan Riwayat diare tidak berhubungan dengan stunting (p = 1,000, p > 0,05). Diharapkan adanya peningkatan edukasi kepada masyarakat, peningkatan strategi kebijakan terintegrasi, intervensi spesifik penurunan stunting melalui Program Penyediaan fasilitas air minum dan sanitasi serta dapat dilakukan pengabdian masyarakat dalam pencegahan Stunting terintegrasi di Kecamatan rancakalong Kabupaten Sumedang.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Usia 6 Sampai Dengan 24 Bulan pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Puskesmas Paseh Kabupaten Sumedang 2022 Rini Raniati; Dwi Nastiti Iswarawanti; Mamlukah; Dewi Laelatul Badriah
Media Informasi Vol. 19 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.181 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v19i1.74

Abstract

Latar Belakang: Penurunan stunting merupakan komitmen SDG dan prioritas pemerintah Indonesia. Pemberian Makan Bayi dan Anak yang baik (PMBA) merupakan salah satu strategi mencegah stunting di Indonesia. Namun konsumsi MP-ASI di Kabupaten Sumedang masih rendah baru mencapai 46%. Pengetahuan serta kondisi sosio ekonomi dapat mempengaruhi PMBA termasuk kecukupan minimum dietary diversity (MDD) dan minimum aceptable diet (MAD). Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang berhubungan serta yang paling dominan berhubungan dengan PMBA di wilayah Puskesmas Paseh Kabupaten Sumedang. Metode: Jenis penelitian ini yaitu analitik deskriptif dengan desain correlational. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 6-24 bulan di wilayah Puskesmas Paseh dengan jumlah sampel 108 orang yang dipilih secara disproportional random sampling. Hasil: Hasil uji rank spearman menunjukan tidak ada hubungan signifikan antara usia ibu, pengetahuan ibu, pendidikan ibu, paritas dan mantangan makanan dengan PMBA. Namun terdapat hubungan signifikan antara pendapatan keluarga dengan PMBA (p= 0,012). Kesimpulan: Pendapatan Keluarga merupakan factor dominan yang mempengaruhi PMBA. Ibu dengan pendapatan keluarga tinggi berpeluang 3,968 kali lebih besar untuk melakukan praktik pemberian PMBA dengan baik daripada dengan pendapatan keluarga rendah.
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SANTRIWAN SANTRIWATI SEKOLAH DASAR DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ Yusron Adi Utomo; Awis Hamid Dani; Sutaip Sutaip; Maulida Fitri Annisa; Amin Susilo; Dewi Laelatul Badriah; Dwi Nastiti Iswarawanti
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v2i01.536

Abstract

Abstrak Lingkungan kehidupan pesantren merupakan lingkungan yang cukup nyaman untuk masyarakat tempati karena lingkungannya religious. Masalah yang masih muncul di Pesantren  adalah masih ada pesantren yang tumbuh dalam lingkungan kumuh seperti pada kamar yang tidak memenuhi syarat sesuai standar yang ditetapkan dan belum pahamnya mengenai pentingnya Kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan Kesehatan terhadap pengetahuan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada santri di Pondok Pesantren Tahfidz Al Qolam Yatim dan Dhuafa Cirebon. Metode pengabdian masyarakat dengan penyuluhan dan dilakukan pretest dan posttest. Metode pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 42 santriwa/santriwati, untuk memperoleh hasil kuesioner menggunakan analisa uji T. Hasil uji statistik diperoleh nilai T sebesar 12.670 dan p = 0,003. Kesimpulan pada pengabdian masyarakat ini yaitu terdapat pengaruh penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap pengetahuan santri di pondok pesantren Tahfidz Al Qolam Yatim dan Dhuafa.
FAKTOR BERHUBUNGAN DENGAN LAMA RAWAT PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19 DI WILAYAH PUSKESMAS BREBES Sutaip Sutaip; Lely Wahyuniar; Dwi Nastiti Iswarawanti; Dewi Laelatul Badriah
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 3 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8094843

Abstract

Background: The average length of stay for COVID-19 patients in Central Java is 17 days, Brebes regency and in the working area of the Brebes Health center is 14 days. COVID-19 patients are at risk of increasing length of stay due to various factors and the increased length of stay can increase the burden of health services. The purpose of this study was to determine the factors that influence the length of stay of COVID-19 patients. Methods: This type of research was analytic descriptive with a correlational design. The population of this study was patients with confirmed COVID-19 in the working area of ​​the Brebes Community Health Center which was 642 patients, with a total sample of 247 determined by the Slovin formula. The used analyses were univariate, bivariate analysis with Chi-square, andMultivariate analysis with multiple logistic regression. Results: Chi-Square test showed age variable with p-value 0.002, gender p-value 0.995, work p value 0.007, clinical symptoms p-value 0.001, comorbid p-value 0.022, administration day admission p-value 0.603, administration discharge status p-value 0.001. Mutivariate resulth obtained Odds Ratio (OR) on clinical symptoms OR 16,995, discharge status OR 12.264, comorbities OR 6.855. Conclusion: There is a relationship between the variables of age, clinical symptoms, comorbidities, adminstration and lengh of stay of patients confirmed with COVID-19 in the working area of the Brebes Publich Center. Clinical symtoms are determinants of the length of stay for COVID. It is recommented that Health Center Brebes and Hospital can improve the quality of COVID care services.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERSEDIAAN LAYANAN TELEMEDICINE DI RUMAH SAKIT Mira Eka Puspita; Dewi Laelatul Badriah; Mamlukah; Esty Febriani
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 3 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8094624

Abstract

Background: Telemedicine usage data ranging from international data to the provincial level has increased but in contrast to the data in Kuningan Regency, hospitals that have used telemedicine services are 83% and those who have never used telemedicine services are 17%. Method: Type of Research using Mix Method with Sequential Explanatory design. The variables studied consist of facilities and infrastructure, costs, information technology and human resources. With a population of twelve hospitals, samples were obtained by means of Cluster Sampling, which is as many as four hospitals in Kuningan Regency. The instrument in this study quantitatively uses questionnaires with data analysis techniques is Spearman Rank and qualitative research instruments using interview guidelines, observation and documentation with analysis using triangulation of sources from several informants, namely main informants, key informants, supporting informants. Results: The results of Quantitative Research obtained facilities and infrastructure with a significant value of p = 0.029, Costs and Human Resources with a significant value of p = 0.030 and Information Technology with a significant value of p = 0.044 and for qualitative results of facilities and infrastructure there is already teleconsultation. Costs have not been sufficient for telemedicine facilities and infrastructure. Information technology requires development and human resources only need instructions from the leadership. Conclusion: Facilities and infrastructure, costs, information technology and human resources are significantly related to the availability of telemedicine services at Kuningan Regency Hospitals 2022.
HUBUNGAN ANTARA KINERJA TENAGA KESEHATAN BERDASARKAN ACHIEVE MODEL DENGAN CAPAIAN TARGET PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS JATIBARANG KABUPATEN INDRAMAYU 2022 Rofiqoh Rofiqoh; Dewi Laelatul Badriah; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i01.590

Abstract

Masalah yang sering dialami oleh Puskesmas adalah rendahnya capaian target pelayanan Kesehatan. Berdasarkan data Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) UPTD Puskesmas Jatibarang tahun 2021 didapatkan hasil bahwa Penilaian cakupan pelayanan UKM Esensial hanya 87,54% dan cakupan UKM pengembangan hanya 87,62%. Hanya cakupan Pelayanan UKP saja yang sudah mencapai target 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kinerja tenaga kesehatan berdasarkan ACHIEVE Model dengan capaian  target pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatibarang Kabupaten Indramayu 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik deskriptif dengan desain korelasional.  Populasi penelitian ini berjumlah 50 orang dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan analisis multivariat menggunakan uji regresi linier berganda. Terdapat hubungan antara Ability, Clarity, Incentive dan Environtment dengan capaian target pelayanan kesehatan di Puskesmas dan tidak terdapat hubungan antara Help, Evaluation dan Validity dengan capaian target pelayanan kesehatan di Puskesmas. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan capaian target pelayanan kesehatan baik itu cakupan pelayanan UKM Esensial dan cakupan UKM pengembangan  yang mayoritas masih masuk kedalam kategori rendah (capaian < 75%).
HUBUNGAN ANTARA MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS HAURGEULIS KABUPATEN INDRAMAYU 2022 Taufik Rohman; Dewi Laelatul Badriah; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i01.591

Abstract

Puskesmas di Kabupaten Indramayu yang mengalami penurunan kunjungan pasien dari tahun 2019 hingga tahun 2020 yang mengindikasikan bahwa mutu pelayanan yang belum maksimal dan perlu ditingkatkan lagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pengguna layanan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Margadadi tahun 2021. Menggunakan metode analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel sebanyak 157 responden dengan tehnik Purposive Sampling. Analisis data univariat menggunakan deskriptif, bivariat menggunakan rank spearman dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil menunjukan sebagian besar responden berada pada distribusi mutu pelayanan reliability baik (50,5%), asurance baik (77,1%), tangible baik (62,9%), empathy baik (57,1%), responsiveness baik (59,4%) dan menyatakan puas (54,7%). Terdapat hubungan antara mutu pelayanan kesehatan reliability, asurance, tangible, empathy, responsiveness dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di Puskesmas Haurgeulis Kabupaten Indramayu 2022 (p= 0.000, p= 0.000, p= 0.000, p= 0.000, p= 0.000). Mutu pelayanan assurance menjadi faktor dominan untuk meningkatkan kepuasan pasien BPJS. Adanya peningkatan kualitas layanan secara assurance dan relliability guna meningkatkan tingkat kepercayaan pasien serta memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan pasien.