Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Himasapta

EVALUASI SISTEM PENYALIRAN PADA LOKASI PENAMBANGAN PIT PANEL 1 DI PT CIPTA KRIDATAMA JOBSITE PT KALTIM JAYA BARA DESA LONG LANUK KABUPATEN BERAU, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Mamman, Tira Nirwana; Triantoro, Agus; Hakim, Romla Noor; Putri, Karina Shella; Kartini, Kartini
Jurnal Himasapta Vol 2, No 01 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 01 April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i01.938

Abstract

PT Cipta Kridatama memiliki curah hujan rencana sebesar 167.55 mm/hari dengan intensitas curah hujan sebesar 23.05 mm/jam, daerah tangkapan hujan PIT Panel 1 sebesar 160.95 Ha, Volume debit air limpasan permukaan sebesar 33,394.36 m3. PT Cipta Kridatama memiliki 2 unit pompa Multiflow 360 yang digunakan untuk sisitem pemompaan dengan kapasitas 1 pompa sebesar 6,479.08 m3/hari, kapasitas 2 pompa 12,958.17 m3/hari, volume akumulasi air sebesar 20,436.18 m3/hari (menggunakan 2 pompa) serta memiliki dimensi sump dengan luas permukaan sump sebesar 9,162.72 m2 (Elevasi 5), luas dasar sump sebesar 419.44 m2 (Elevasi 1), kedalaman sebesar 4 m dan volume maksimum sump sebesar 19,164.32 m3 (tidak dapat menampung volume akumulasi air limpasan).Pada penelitian ini, metode perhitungan curah hujan rencana dengan menggunakan Distribusi Gumbel, penentuan Catchment Area menggunakan software, perhitungan debit limpasan menggunakan metode rasional, perhitungan sump rencana menggunakan metode water balance. Setelah dilakukan penelitian untuk evaluasi sistem penyaliran pada lokasi penambangan PIT Panel 1 di PT Cipta Kridatama Jobsite PT Kaltim Jaya Bara Desa Long Lanuk Berau, Kalimantan Timur diperoleh beberapa perancangan untuk mencegah air limpasan masuk ke dalam lokasi penambangan. Perencanaan tersebut adalah dengan melakukan pelebaran sump dengan menaikkan elevasi permukaan sump pada Elevasi 6 dengan luas sebesar 10,600 m2 dan untuk dasar sump tetap menggunakan Elevasi 1 sehingga volume maksimum sump sebesar 27,548.60 m3 sehingga volume akumulasi air limpasan permukaan aktual sebesar 20,436.18 m3 dapat tertampung.
Analisis faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja pada produktivitas alat gali-muat overburden di PT Multi Tambangjaya Utama Rizki, M. Rizali; Hakim, Romla Noor; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i3.11211

Abstract

Evaluasi produktivitas alat mekanis dalam penambangan menjadi penting karena kemampuan kerjanya menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan pencapaian produksi. Komponen faktor yang mempengaruhi produktivitas spesifik pada alat gali muat antara lain bucket fill factor dan swell factor (faktor nilai tetap), serta cycle time dan efisiensi (faktor nilai berubah). Faktor mana yang paling berpengaruh dalam setiap evaluasi pencapaian target menjadi pertimbangan untuk penanganan kondisi yang sama. Metodologi penelitian terdiri dari pengumpulan data berdasarkan faktor pengaruh, perhitungan efisiensi dan produktivitas, kemudian membandingkannya dengan target, menganalisis faktor mana yang paling mempengaruhi produktivitas berdasarkan nilai korelasi (r), dan rekomendasi prioritas penanganan masalah berdasarkan diagram pareto. Data diambil untuk fleet PC1250 (No. Unit 5035) selama 16 hari. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh rata-rata produktivitas aktual sebesar 658,32 BCM/jam dengan target sebesar 670 BCM/jam, sehingga diperoleh ketercapaian sebesar 98,27%. Hasil korelasi antar variabel menunjukkan yang paling berpengaruh terhadap produktivitas adalah efisiensi (r = 0,86), dan yang paling mempengaruhi efisiensi adalah delay time (r = -0,96). Permasalahan efisiensi kerja yang diprioritaskan untuk ditanggulangi adalah alat gali muat dalam kondisi gantung menunggu alat angkut dan merapikan front (kumulatif frekuensi kejadian 100% dan kumulatif durasi 96%).
Optimasi produktivitas bulldozer pada kegiatan penumpukan batubara di Stockpile K3 PT Adaro Indonesia Yosafat, Yosafat; Saismana, Uyu; Hakim, Romla Noor
Jurnal Himasapta Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i2.9819

Abstract

Pada area stockpile PT Adaro Indonesia Site Kelanis, untuk menunjang kegiatan penumpukan batubara dan mendukung proses pengapalan batubara diperlukan peran alat berat yaitu bulldozer. Namun tidak adanya target produksi menjadi kendala karena tidak ada acuan untuk mengetahui kegiatan stockpiling sudah produktif atau belum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis faktor-faktor produktivitas seperti efisiensi kerja, cycle time dan jarak dorong bulldozer secara aktual. Berdasarkan data aktual, didapatkan efisiensi kerja dan produktivitas bulldozer dari setiap jarak dorong 10m efisiensi kerja 81,08% produktivitas 996,00m3/Jam, 20m efisiensi kerja 78,25% produktivitas 629,78m3/Jam, 30m efisiensi kerja 83,65% produktivitas 492,20m3/Jam, 40m efisiensi kerja 90,88% produktivitas 410,54m3/Jam, 50 meter efisiensi kerja 96,41% produktivitas 339,23m3/Jam dan 60m efisiensi kerja 88,65%  produktivitas 238,74m3/Jam. Dengan banyaknya waktu hambatan yang bisa dimanfaatkan untuk tetap bekerja, maka efisiensi kerja dan produktivitas bulldozer bisa dioptimalkan dengan cara memperbaiki waktu hambatan yang bisa dihindari pada jarak 10-50m. Didapatkan hasil perbaikan 10m efisiensi kerja 83,36% produktivitas 1027,30m3/Jam, 20m efisiensi kerja 87,93% produktivitas 707,66m3/Jam, 30m efisiensi kerja 88,39% produktivitas 520,10m3/Jam, 40m efisiensi kerja 97,34% produktivitas 439,74m3/Jam, dan 50m efisiensi kerja 97,65% dengan produktivitas 343,59m3/Jam.
Rencana penambahan peralatan mekanik di PT Binuang Mitra Bersama: kelayakan berdasarkan kriteria ekonomi Rahmawati, Elfina Nur; Hakim, Romla Noor; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i1.12184

Abstract

PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua meningkatkan target produksi batubara dari 7.000.000 ton/tahun menjadi 10.000.000 ton/tahun yang akan dimulai dari tahun 2019 sampai 2025. Penambahan target produksi batubara ini membuat PT Petrosea Tbk sebagai kontraktor dari PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua merencanakan penambahan alat mekanis. Namun penambahan alat mekanis ini memerlukan biaya investasi yang relatif besar dan berdampak jangka panjang sehingga diperlukan pertimbangan berdasarkan kriteria-kriteria keekonomian agar dapat mengambil keputusan yang strategis antara alternatif (1) membeli atau (2) menyewa. Metode yang digunakan dalam  pertimbangan pengambilan keputusan antara lain net present value (NPV), internal rate of return (IRR), payback period (PP), dan analisis sensitivitas. Kemudian untuk mengetahui alternatif yang layak secara ekonomis didasar pada perbandingan hasil perhitungan kriteria-kriteria  ekonomi dari kedua alternatif solusi. Hasil perhitungan kriteria ekonomi NPV, IRR, dan PP berturut alternatif 1 antara lain Rp 37.600.331.709, 13,31%, dan 6 tahun 1 bulan, serta alternatif 2 antara lain Rp 220.947.500.000, tidak ada, dan tahun pertama. Berdasarkan analisis sensitivitas yang berpengaruh pada alternatif 1 dan 2 yaitu parameter pendapatan. Kedua alternatif menunjukkan nilai yang memenuhi kelayakan namun yang lebih menguntungkan dan dijadikan rekomendasi adalah alternatif menyewa alat mekanis. 
Kajian teknis peledakan overburden di PT Borneo Alam Semesta jobsite PT Pro Sarana Cipta Widiyanto, Bimo Restu; Saismana, Uyu; Hakim, Romla Noor
Jurnal Himasapta Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i2.13315

Abstract

Kegiatan peledakan atau memberaikan batuan serta pengangkutan hasil pemberaian adalah bagian terpenting dari suatu kegiatan penambangan. Material yang bersifat berai cenderung akan lebih mudah digali daripada material yang masih bersifat kompak. Oleh sebab itu perlu mengetahui perbandingan geometri peledakan dan hasil fragmentasi dari metode peledakan C.J. Konya dan R.L. Ash serta merekomendasikan geometri peledakan yang akan digunakan oleh PT Borneo Alam Semesta agar memenuhi target pembongkaran material overburden. Metode yang dapat digunakan untuk pembongkaran material adalah C.J. Konya dan R.L. Ash dengan memperhitungkan geometri peledakan dan hasil fragmentasi sehingga dapat dibandingkan antara dua metode tersebut. Setelah melakukan perbandingan dua metode antara C.J. Konya dan R.L. Ash maka dapatkan disimpulkan bahwa metode peledakan C.J. Konya lebih sesuai untuk direkomendasikan karena menghasilkan fragmen yang lebih baik dengan ukuran rata-rata yaitu 33,05 cm dan persentase batuan lolos 71 %, dibandingkan ukuran rata-rata fragmen dengan metode R.L. Ash yaitu 48,35 cm dan persentase ukuran batuan lolos 47%.
Karakteristik bahan baku material konstruksi di Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan Khadifi, Muhammad Abrar; Nurhakim, Nurhakim; Hakim, Romla Noor
Jurnal Himasapta Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i3.14721

Abstract

Kalimantan Selatan adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki sumber daya mineral dalam jumlah berlimpah. Selain batubara, mineral logam dan non logam, Provinsi ini juga memiliki potensi bahan galian bahan baku material konstruksi. Sejalan dengan pembangunan infrastruktur di Provinsi ini, perlu dilakukan studi karakteristik dari bahan baku material konstruksi tersebut, agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan sesuai dengan karakter yang dimilikinya. Metode yang dalam penelitian adalah survei lapangan, pengambilan sampel dan pengujian laboratorium. Karakteristik dari sampel batuan yang didapatkan dari pengujian di laboratorium mengacu kepada SNI 1969-2008, SNI 2417-2008, SNI 03-1968-1990, SNI 1743-2008, dan SNI 1744-2012. Selanjutnya hasil pengujian tesebut dibandingkan dengan persyaratan Spesifikasi Umum Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Tahun 2018 dan SNI 03-0394-1989. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik sampel yang diuji tidak layak digunakan sebagai lapis jalan dan jembatan. Adapun mengacu pada prasyarat mutu batu alam untuk bahan bangunan, sampel di daerah penelitian memenuhi kualifikasi standar sebagai batu alam yang cocok digunakan untuk pondasi bangunan ringan, dan dapat juga digunakan penutup trotoar; tonggak atau tepi jalan; serta untuk batu hias.
Analisis Volume Pembongkaran Overburden Menggunakan Total Station Station dan GPS Geodetik pada PT Nabil Baratama Indonesia Lead Baikuni, Muhammad; Novianti, Yuniar Siska; Hakim, Romla Noor
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18151

Abstract

PT Nabil Baratama Indonesia Lead yang berada pada bagian pit 14 PT Arutmin Indonesia Site Kintap lebih tepat nya pada sisi low wall pit 14 yang akan dilakukan pembongkaran untuk pembuatan akses jalan hauling dan pada prosesnya pembongkaran tersebut harus diukur agar mengetahui apakah pembongkaran tersebut telah mencapai target atau belum, untuk target yang diberikan jika dilihat pada desain front kerja yang diberikan sekitar 140.000 bcm. Pada pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan alat Total Station dengan merek CHCNAV i50 dan Total Station dengan merek Sokkia CX-105. Sebelum melakukan pengukuran kedua alat tersebut dilakukan pengujian titik yang sama berjumlah 10 titik dengan parameter mempunyai titik ikat yang sama dan untuk Total Station ada penambahan titik backsight. Dari pengukuran tersebut didapatkan data selisih tertinggi untuk koordinat titik x sekitar 290 mm, titik y sekitar 330 mm dan titik z sekitar 92 mm. Pengukuran overburden dilakukan pada tanggal 15, 17,18 dan 28 Juli 2024 yang mana mendapatkan hasil selisih volume antara Total Station dengan GPS Geodetik sekitar 445.18 M3 pada tanggal 15 juli 2024, untuk tanggal 17 Juli 2024 didapatkan nilai 6.66 M3 lalu pada 18 juli 2024 didapat 27.76 M3 dan pada tanggal 28 juli 2024 didapat nilai 27.76 M3. Kata-kata kunci: Pengukuran, Koordinat, Nilai Selisih, Volume ABSTRACTPT Nabil Baratama Indonesia Lead which is located in pit 14 of PT Arutmin Indonesia Site Kintap, more precisely on the side of the low wall of pit 14 which will be dismantled for the creation of hauling road access and in the process the demolition must be measured to find out whether the demolition has reached the target or not, For the target given when viewed at the design of the work front given is around 140,000 bcm. This measurement was carried out using the Total Station tool with the brand CHCNAV i50 and Total Station with the brand Sokkia CX-105. Before taking measurements, both instruments were tested at the same point, totaling 10 points with the same binding point parameters and for Total Station, there was an addition of a reverse viewpoint. From these measurements, the highest difference data was obtained for the coordinates of point x around 290 mm, point y about 330 mm and point z about 92 mm. Measurements of the overburden were carried out on July 15, 17, 18 and 28, 2024, which was obtained as a result of the volume difference between the Total Station and Geodetic GPS of around 445.18 M3 on July 15, 2024, for July 17, 2024 a value of 6.66 M was obtained, then on July 18, 2024 27.76 M3 was obtained, and on July 28, 2024, obtained a value of 27.76 M3.
Analisis Kestabilan Lereng Tumpukan Batubara ROM pada PT Adaro Indonesia Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Arni, Akbar; Hakim, Romla Noor; Arief, Muhammad Zaini
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18169

Abstract

Dalam kegiatan pertambangan, batubara yang telah ditambang akan disimpan sementara di ROM (Run of Mine) sebelum diangkut ke pelabuhan dan dijual. Ketika tidak terjadi proses bargaining, batubara yang berasal dari pit akan terus menumpuk di ROM. Penumpukan ini menyebabkan bertambahnya luas dan tinggi tumpukan batubara seiring dengan berjalannya aktivitas penambangan. Peningkatan tinggi tumpukan tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya potensi terjadinya longsor. Oleh sebab itu, diperlukan kajian geoteknik untuk menganalisis stabilitas lereng dan memperkirakan risiko longsor pada tumpukan batubara di ROM. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan secara berkala selama dua bulan agar data yang diperoleh bersifat representatif dan dapat digunakan sebagai dasar penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi tinggi dan sudut kemiringan lereng tumpukan batubara, geometri tumpukan, jenis serta spesifikasi alat yang beroperasi di ROM, data uji laboratorium batubara, dan data hasil uji CBR. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi maksimum tumpukan batubara yang aman diterapkan di ROM 19 adalah 15 meter dengan faktor keamanan (FK) ≥ 1,2. Desain geometri tumpukan batubara di ROM 19 menggunakan kombinasi lereng dengan dua bench, yaitu bench pertama setinggi 8 meter dan bench kedua setinggi 7 meter, masing-masing dengan sudut kemiringan 30° dan jarak antar-bench sebesar 8 meter. Kata-kata kunci: faktor keamanan, geometri lereng, kestabilan lereng, run of mine ABSTRACTIn mining operations, coal extracted from the pit is temporarily stored at the Run of Mine (ROM) area prior to transportation to the port and final sale. When no bargaining process occurs, coal continues to accumulate at the ROM, leading to an increase in both the height and area of the stockpile as mining activities progress. The increase in stockpile height is directly associated with a higher risk of slope instability and potential failure. Therefore, a geotechnical assessment is required to evaluate slope stability and to estimate the risk of failure in coal stockpiles at the ROM. Data collection was conducted periodically over a two-month period to ensure representative results for this study. The collected data included the actual height and slope angle of the coal stockpile, stockpile geometry, types and specifications of equipment operating at the ROM, laboratory test results of coal samples, and California Bearing Ratio (CBR) test data.The analysis results indicate that the maximum safe coal stockpile height applicable at ROM 19 is 15 m, with a factor of safety (FS) ≥ 1.2. The proposed stockpile geometry at ROM 19 adopts a combined slope configuration with two benches. The first bench has a height of 8 m with a slope angle of 30°, while the second bench has a height of 7 m with a slope angle of 30°, and the horizontal distance between the two benches is 8 m. Keywords: safety factor, slope geometry, slope stability, run of mine
Analisis Korelasi antara Ground Vibration dengan Fragmentasi Aktual Hasil Peledakan pada PT Borneo Alam Semesta Jobsite PT Binuang Mitra Bersama Afifah, Sukma; Santoso, Eko; Hakim, Romla Noor
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.5862

Abstract

ABSTRAKFragmentasi dan ground vibration merupakan indikator penting hasil peledakan. Fragmentasi yang distribusi ukuran fragmen dan ground vibration yang dinyatakan dengan nilai PPV (peak particel velocity), harus memenuhi kriteria dan ambang batas yang efektif dan aman. Usaha pencapaian target distribusi fragmentasi seringkali berbenturan dengan upaya untuk mencegah tingginya tingkat ground vibration. Oleh karena itu, pada penelitian ini korelasi antara ukuran fragmen dan PPV dikaji tingkat pengaruh dan korelasinya. Korelasi tersebut adalah antara besar energi yang dilepaskan saat peledakan dengan ukuran fragmentasi juga nilai getaran tanah yang dihasilkan. Sebagaimana hipotesa awal dari penelitian ini adalah “PPV yang semakin besar dihasil dari energi yang semakin besar dan energi yang semakin besar akan menghasilkan fragmentasi yang semakin kecil, maka seharusnya semakin besar PPV menghasilkan fragmentasi yang semakin kecil”. Kegiatan penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data berupa nilai PPV ground Vibration terbesar di setiap peledakan, juga pengambilan foto beraian batuan hasil peledakan. Image anlaysis menggunakan aplikasi Split Dekstop dilakukan terhadap foto-foto beraian batuan hasil peledakan guna mendapatkan distribusi fragmentasi aktual, dengan output distribusi fragmentasi aktual berupa persentase fragmen berukuran kurang dari 50 cm dan persentase boulder. Setelah didapatkan nilai PPV Ground Vibration tertinggi, analisis korelasi linear dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antar variabel PPV maksimum dan persentase fragmen berukuran < 50 cm. Nilai PPV ground vibration selama penelitian berkisar antara 0,49 mm/s sampai 1,56 mm/s. Data ukuran fragmen aktual rata-rata baik, boulder kurang dari 15%. Korelasi antara Ground Vibration terhadap fragmentasi batuan size  kurang dari 50 cm membentuk hubungan linear dengan persamaan y = 8,5967x + 79,237, dengan koefisien determinasi R2 = 0,5359. Artinya, keduanya memiliki hubungan yang positif, dimana apabila nilai PPV ground vibration semakin besar, maka persentase fragmentasi size kurang dari 50 cm semakin banyak. Apabila nilai PPV ground vibration semakin kecil, maka persentase fragmentasi batuan size kurang dari 50 cm semakin sedikit. Korelasi antara ground vibration terhadap persentase fragmentasi batuan boulder berupa hubungan linear dengan persamaan y = -8,5967x + 20,763. Artinya, memiliki hubungan yang negatif, dimana apabila nilai PPV ground vibration semakin besar maka persentase fragmentasi boulder semakin kecil, apabila nilai PPV ground vibration semakin kecil maka persentase fragmentasi boulder semakin besar. Kata-kata kunci: Peledakan, getaran, fragmentasi, korelasi linier ABSTRACTFragmentation and ground vibration are critical indicators of blasting performance. Fragmentation, represented by the fragment size distribution, and ground vibration, quantified by the Peak Particle Velocity (PPV), must both satisfy effective and safe operational thresholds. However, efforts to achieve optimal fragmentation distribution often conflict with the necessity to minimize excessive ground vibration levels. This study investigates the correlation between fragment size and PPV, examining both the influence and degree of their relationship. The correlation is assessed based on the energy released during blasting and its simultaneous effect on fragmentation size and ground vibration intensity. The initial hypothesis of this research posits that: “Larger PPV values result from higher explosive energy, and higher energy levels produce finer fragmentation; therefore, higher PPV should be associated with smaller fragment sizes.” The research began with data collection, including the highest PPV value recorded in each blast and photographs of blasted rock piles. Image analysis was conducted using Split-Desktop software to determine the actual fragmentation distribution. The outputs include the percentage of fragments smaller than 50 cm and the percentage of boulders. Subsequently, a linear correlation analysis was performed between maximum PPV and the percentage of fragments smaller than 50 cm. During the study, PPV values ranged from 0.49 mm/s to 1.56 mm/s. Overall, the actual fragment size distribution was satisfactory, with boulders accounting for less than 15%. The correlation between ground vibration (PPV) and the percentage of fragments smaller than 50 cm showed a positive linear relationship, described by the equation: y = 8.5967x + 79.237, with a coefficient of determination R² = 0.5359. This indicates that an increase in PPV is associated with a higher percentage of fragments smaller than 50 cm. Conversely, lower PPV values correspond to a reduced proportion of fine fragmentation. On the other hand, the correlation between PPV and the percentage of boulders exhibited a negative linear relationship, described by the equation: y = -8.5967x + 20.763. This implies that higher PPV values result in a lower proportion of boulders, while lower PPV values lead to a higher boulder content. Keywords: Blasting, Fragmentation, Ground Vibration, Linear Correlation 
Survey of Coal Stock Opname Using Terrestrial Method at PT Lamindo Inter Multikon, Bunyu Site Taufik, Muhammad; Syafi'i, Ahmad Ali; Hakim, Romla Noor
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.14889

Abstract

The mining industry's coal stock opname survey is a crucial process to ensure inventory data accuracy. This study observes the application of the terrestrial survey method in measuring coal stockpiles at PT Lamindo Inter Multikon, Bunyu Site, North Kalimantan. Data collection was conducted using a Total Station, which was then processed using SURPAC software to generate a Digital Terrain Model (DTM) and calculate the stockpile volume. The survey results were compared with weighbridge data to assess volume discrepancies. The findings showed that the stockpile volume was 71,161.918 m³, with a weight of 64,045.7262 tons. However, a comparison with weighbridge data revealed a discrepancy of 7,916.27 tons or 12.36%, exceeding the tolerance limit recommended in good mining practices. Factors contributing to this discrepancy include the moisture condition of the coal at the time of weighing and differences in the basement model used in DTM calculations. Therefore, improving the accuracy of basement data collection and implementing supporting infrastructure to minimize the impact of moisture on coal weight is necessary.