Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SUSTAINABILITY OF TEACHERS’ TRAINING PROGRAM TO PREPARING STEM BASED LEARNING IMPLEMENTATION IN INDONESIA Albert Efendi Pohan; Alpino Susanto; Tubagus Pamungkas; Muhammad Faizal Abd. Ghani; Samsuddin Siregar; Desi Rahmawati; Mubik Ihtajuddin Hammas; Reny Trisusanti; Agusmal; Syafrizal
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 1 (2025): March-June 2025
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/irpitage.v5i1.3126

Abstract

Science, Technology, Engineering, and Math (STEM) based education serves as effective teaching method for developing students' critical thinking, creative, and problem-solving skills. However, implementing STEM learning in various parts of Indonesia, including at primary and secondary level at Karimun Regency, remains challenging. Pre-training observational data revealed that none of the 135 surveyed elementary and middle school teachers in Karimun Regency had received training in applying STEM-based learning to their teaching practices. In fact, teachers do not know and understand learning with STEM approach at primary and secondary levels. This international community service initiative offers training on applying STEM-based learning to elementary and middle school teachers in Karimun Regency, Province of Riau Kepulauan, Indonesia. This program conducted during the 2024-2025 academic year, involved 150 teachers. The training measurement outcomes show that: 1) The training program for creating STEM-based lesson plans was successful. 2) Teachers understand STEM-based learning concepts and can develop lesson plans that meet STEM-based learning criteria. This training program enables to incorporate STEM-based learning in their schools, thereby enhancing students' critical thinking, creativity, and problem-solving abilities. The results of this program contribute to teachers, school management, and the government to prioritize sustainability training to increase the effectiveness of STEM implementation.
Pengawasan Partisipatif dan Literasi Demokrasi Digital dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu: Studi pada Pemilih Muda di Kota Batam Linayati Lestari; Ridwan Afandi; Alwan Hadiyanto; Mubik Ihtajuddin Hammas; Fitria Zahra; Mariyamah
Jurnal Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau Vol 8 No 01 (2026): Jurnal Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau
Publisher : Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55108/6nbn5j03

Abstract

Transformasi digital telah mengubah pola komunikasi politik dan penyelenggaraan demokrasi di Indonesia. Media sosial tidak hanya menjadi sarana kampanye politik, tetapi juga menjadi ruang penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk pelanggaran pemilu. Dalam konteks tersebut, pengawasan partisipatif menjadi instrumen penting untuk menjaga integritas pemilu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi demokrasi digital dan pengawasan partisipatif dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu pada kalangan pemilih muda di Kota Batam. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap pemilih muda usia 17–30 tahun, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilih muda, akademisi, dan penyelenggara pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi demokrasi digital berpengaruh positif terhadap partisipasi pengawasan pemilu. Pemilih muda yang memiliki kemampuan memverifikasi informasi politik, memahami regulasi pemilu, dan mengenali disinformasi cenderung lebih aktif terlibat dalam pengawasan partisipatif. Penelitian ini juga menemukan bahwa media sosial memiliki dua sisi sekaligus, yakni sebagai ruang penyebaran pelanggaran pemilu dan sebagai sarana pengawasan warga negara. Oleh karena itu, penguatan literasi demokrasi digital perlu menjadi strategi preventif untuk meningkatkan kualitas pengawasan partisipatif dan mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu di era digital.