Fikri, Hafidz Noor
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh outlier pada perhitungan sumberdaya emas di vein XYZ PT Antam UBPE Pongkor Muhammad Imam Sidik Permana; Hafidz Noor Fikri; Nurhakim Nurhakin; Halley Rionanda
Jurnal Himasapta Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i2.9831

Abstract

Outlier pada endapan bijih emas adalah data yang kadar Au-nya jauh berbeda dibandingkan dengan keseluruhan data, yang mungkin disebabkan oleh kesalahan pada saat sampling, analisis, atau input data atau memang terjadi secara natural. Tentu saja outlier akan mengganggu dalam proses analisis data dan estimasi sumberdaya sehingga harus diberi perlakuan khusus terhadap data yang dikategorikan sebagai outlier tersebut. Di sini, Perlakuan terhadap outlier secara statistik yang digunakan yaitu test for an extensive data set dan test for a restricted data set. Dalam mengidentifikasi outlier digunakan metode grafis menggunakan histogram serta diagram pencar, sedangkan estimasi sumberdaya menggunakan metode NNP dan IDS. Sumberdaya terukur bijih emas menggunakan metode NNP dan IDS sebesar 348.537 ton. Berdasarkan nilai cut off grade kadar Au > 3 gpt sumberdaya emas menggunakan metode NNP sebesar 499,55 kg emas, sedangkan metode IDS sebesar 49,72 kg emas. Di sisi lain, sumberdaya emas dengan extensive data set menggunakan metode NNP sebesar 502,60 kg emas, sedangkan metode IDS sebesar 31,25 kg dan sumberdaya emas dengan restricted data set menggunakan metode NNP sebesar 485,84 kg emas, dan metode IDS sebesar 32,93 kg emas.
Variasi Blok Model pada Pemodelan Seam Batubara Fikri, Hafidz Noor; Nurhakim, Nurhakim; Fauzi, Resti; Novianti, Yuniar Siska; Santoso, Eko; Putri, Karina Shella
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.19321

Abstract

Penerapan model blok dengan geostatistika terapan pada pertambangan batubara semakin banyak digunakan karena mampu merespon perhitungan sumberdaya batubara secara detail. Ukuran model blok yang sesuai sangat penting pada saat SMU diproses. Selain itu, ukuran model blok berpengaruh terhadap hasil estimasi. Penelitian ini mengevaluasi tiga variasi ukuran model blok endapan batubara dengan menggunakan nilai kemiringan regresi dan efisiensi kriging. Variasi ukuran blok ini ditentukan sebesar ¼, ½, ¾, dan 1 kali dari jarak rata-rata lubang bor. Data yang digunakan adalah dua lapisan batubara yang berbeda di Kalimantan Tengah dengan jumlah lubang bor sebanyak 12 dan 15 lubang bor. Nilai kemiringan bias bersyarat dan efisiensi kriging pada setiap ukuran blok model yang diolah, mampu memberikan jawaban mengenai penentuan ukuran blok model yang ideal berdasarkan data yang ada.
Estimasi Sumberdaya Batubara menggunakan Metode Ordinary Kriging dan Metode Elemen Hingga, Studi Kasus: Endapan Batubara di Desa Pualamsari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Fikri, Hafidz Noor; Musthofa, Arief Al; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.7743

Abstract

Estimasi sumberdaya batubara merupakan proses kuantifikasi yang dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geologi dan data yang dimiliki. Perkembangan teknologi membuat proses estimasi menjadi semakin cepat. Metode elemen hingga (MEH) yang merupakan proses diskritisasi model dan proses geostatistik estimasi ordinary kriging (OK) menggunakan model blok dilakukan pada parameter ketebalan untuk mengetahui sumberdaya batubara. Menggunakan 24 data bor touch coring dan cropline, kontur struktur roof dan floor batubara terolah sebagai batasan dalam model batubara. Estimasi sumberdaya batubara dengan metode OK menghasilkan kuantitas sebesar 1.8 juta ton. Perhitungan menggunakan MEH menghasilkan nilai sumberdaya sebesar dua juta ton. Selain itu, penggunaan metode OK dengan perangkat lunak SGeMS menghasilkan sumberdaya terukur yang lebih kecil karena area pengaruh (range = 216 m), yang lebih kecil daripada nilai jarak titik infformasi sesuai SNI 5015-2011 untuk kondisi geologi moderat (250 m). Cross validation dilakukan agar memberikan pertimbangan hasil estimasi OK. Perhitungan MEH menggunakan skema continous dalam melakukan diskritisasi. Perbedaan nilai sebesar 200 ribu ton memperlihatkan penggunaan metode yang berbeda pada batubara secara signifikan menghasilkan nilai yang berbeda.
Perancangan sekuen tambang pada penambangan batubara di PT Kalimantan Lintas Khatulistiwa Ismail, Ismail; Dwiatmoko, Marselinus Untung; Fikri, Hafidz Noor
Jurnal Himasapta Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i1.12186

Abstract

PT Kalimatan Lintas Khatulistiwa (PT KLK) sebagai kontraktor PT Putra Banua Tapin (PT PBT) belum mempunyai rancangan sekuen penambangan dari rancangan pit limit yang sudah ditentukan oleh PT. PBT, sehingga penulis melakukan penelitian mengenai perancangan sekuen tambang pada penambangan batubara di PT KLK. Dalam perancangan sekuen, perlu diketahui cadangan batubara, tahapan dan nilai (batubara, overburden), rancangan soil bank dan disposal setiap sekuen. Data – data yang diperlukan seperti: data lubang bor, peta topografi, target produksi dan geometri. Cadangan diperoleh dari perhitungan rancangan batas akhir penambangan dengan stripping ratio (SR) 6, membuat rancangan sekuen serta menghitung nilai (batubara, overburden), merancang soil bank dan disposal pada setiap sekuen. Cadangan batubara pada blok tengah IUP PT PBT 1.503.946ton, overburden 8.880.297 BCM dengan stripping ratio 6. Rancangan sekuen ada 12 rancangan selam setahun, nilai produksi dari setiap sekuen rata - rata batubara 30.446 ton dengan overburden ± 183.000 bcm. Tempat penimbunan material penutup batubara pada setiap sekuen dipisahkan antara material yang masih mengandung unsur hara (soil bank) dan material yang tidak mengandung unsur hara (disposal). Volume Soil bank 67.320 LCM, berada di sebelah timur pit LM, volume terbesar pada sekuen pertama dan sekuen keenam.  Disposal pada sekuen pertama di sebelah timur pit LM, sekuen kedua sampai keenam di sebelah barat pit IJK dan pada sekuen ketujuh sampai keduabelas berada di bekas pit LM, volume total disposal 1.927.257 CCM.
Analisis hubungan fragmentasi hasil peledakan dengan digging time pada material overburden di PT Darma Henwa Hutagaol, Riskina; Dwiatmoko, Marselinus Untung; Fikri, Hafidz Noor
Jurnal Himasapta Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i2.13300

Abstract

Kajian teknis peledakan dapat dikaji dari geometri peledakan yang digunakan, fragmentasi hasil peledakan serta powder factor. Tujuan untuk menganalisis fragmentasi hasil peledakan yaitu untuk meningkatkan produktivitas alat gali muat yang bisa diamati dari digging time. Digging time yang dikehendaki supaya produktivitas alat gali muat optimal adalah 10 detik. Untuk mengetahui fragmentasi hasil peledakan menggunakan metode kuzram, dan metode lain yaitu metode image analisis dengan bantuan software split desktop 4.0. Distribusi fragmentasi yang diinginkan pada penelitian ini adalah ukuran ≥ 100 cm, persentase fragmentasinya ≤ 10% dengan tingkat powder factor tidak lebih dari 0,3. Hasil dari analisis fragmentasi, peledakan optimal didapatkan pada lokasi Hspe dimana ukuran fragmetasi >100 cm berdasarkan metode KuzRam persentasenya sebesar 0,12% dan split desktop 4.0 adalah 0,08%. Sedangkan digging Time yang dihasilkan 10,4 detik. Selisih antara metode Kuzram dan Split desktop 4.0 dalam menentukan distribusi fragmentasi adalah 3,89 %.
Perhitungan sumberdaya batubara menggunakan metode elemen hingga dan cross section di IUP PT Grand Anugrah Jaya Aditianor, Riza; Dwiatmoko, Marselinus Untung; Fikri, Hafidz Noor; Pillayati, Pillayati
Jurnal Himasapta Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i3.14714

Abstract

PT Grand Anugrah Jaya merupakan salah satu perusahaan yang melakukan penambangan komoditas batubara di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.  Penelitian ini dilakukan di daerah tersebut untuk mengetahui adanya potensi batubara. Perhitungan sumberdaya batubara dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode circular, metode cross section dan metode elemen hingga. Pada penelitian ini metode circular digunakan untuk menentukan batas area pengaruh. Sedangkan dalam perhitungan sumberdaya batubara menggunakan dua metode yaitu metode cross section dan metode elemen hingga. Pemilihan penggunaaan kedua metode tersebut berdasarkan pertimbangan kondisi geologi yang ada dalam lokasi penelitian. Di lokasi daerah penyelidikan Tambang Terbuka PT Grand Anugrah Jaya, formasi yang dijumpai adalah Formasi Warukin dan Formasi Dahor dengan arah jurus perlapisan berkisar antara N 1830 E sampai N 1900 E dan kemiringan antara 15 sampai 200. Hasil perhitungan sumberdaya batubara dengan metode elemen hingga pada sumberdaya terukur 25.547.673,12 ton, sumberdaya tertunjuk 15.223.557,37 ton, sumberdaya tereka 17.777.297,83 ton. Sedangkan perhitungan sumberdaya batubara dengan metode cross section pada sumberdaya terukur 24.581.913,85 ton, sumberdaya tertunjuk 15.613.645,45 ton, sumberdaya tereka 16.622.918,65 ton. Perhitungan perbandingan relatif sumberdaya menggunakan metode elemen hingga dan cross sectionnya sebesar 2.99 %. Nilai ini menunjukkan bahwa kedua metode ini menghasilkan nilai estimasi volume yang tidak jauh berbeda.
Penggunaan kriging untuk analisis distribusi ash content, moisture dan sulfur di tambang batubara formasi Warukin Pillayati, Pillayati; Nurhakim, Nurhakim; Fikri, Hafidz Noor
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.15008

Abstract

Tambang batubara di daerah penelitian menggunakan metode poligonal untuk mengestimasi sumber daya batubara di area konsesi, baik untuk data kuantitas maupun kualitas. Metode ini dipilih karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kondisi geologi di daerah ini adalah moderat. Masalah yang dihadapi dalam menggunakan metode poligonal adalah kualitas batubara pada lapisan batubara yang sama kadang-kadang nilainya bervariasi. Penelitian ini kemudian menerapkan metode geostatistik untuk menganalisis hubungan spasial antar data kualitas batubara. Metode geostatistik yang digunakan untuk menghitung kualitas batubara adalah pendekatan ordinary kriging dengan menggunakan variogram spherical.
Estimation of coal resources and distribution of calories and total sulfur at PT KTC Coal Mining & Energy Site Cakra Andatu Sukses Ai Supiatun Nur; Riswan Riswan; Sari Melati; Hafidz Noor Fikri; Febri Ramadhani
Jurnal Himasapta Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Himasapta Volume 11 Nomor 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v11i1.18492

Abstract

ABSTRAKEstimasi sumber daya batubara serta sebaran nilai kalor dan kandungan sulfur total di wilayah kerja PT KTC Coal Mining & Energy tepatnya di Site Cakra Andatu Sukses di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, sangat penting dilakukan untuk kepentingan ekplorasi dan studi kelayakan tambang. Penelitian ini memanfaatkan data dari 199 titik pengeboran eksplorasi. Proses pemodelan geologi dan perhitungan sumber daya menggunakan software MineScape versi 5.7, dengan pendekatan Metode Elemen Hingga (FEM) dan mengacu pada standar SNI 5015:2019. Dari hasil interpretasi geologi, ditemukan enam lapisan (seam) batubara utama, yaitu lapisan AC, AB, AA, A, B, dan C. Rata-rata ketebalan masing-masing lapisan bervariasi antara 0,9 hingga 1,7 meter. Total sumber daya batubara yang dihitung mencapai sekitar 49.148.000 ton, dimana lapisan C menyumbang volume terbesar dibandingkan lapisan lainnya. Nilai kalor batubara di wilayah ini berada pada kisaran 4.254–4.882 kkal/kg, dengan lapisan A mencatat nilai kalori tertinggi. Sedangkan kandungan sulfur total batubara bervariasi antara 0,28% hingga 1,21%, dan lapisan C menunjukkan kandungan sulfur paling rendah yang menunjukkan kualitas batubara yang lebih ramah lingkungan. Informasi mengenai sebaran kualitas batubara sangat penting sebagai dasar penyusunan strategi produksi dan pengendalian kualitas batubara di lapangan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi landasan pengelolaan sumber daya batubara yang lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus mendukung praktik pertambangan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.Kata-kata kunci: Batubara, Sumberdaya, Kalori, Total sulfur, FEM ABSTRACTThe estimation of coal resources and the spatial distribution of calorific value and total sulfur content at the Cakra Andatu Sukses Site of PT KTC Coal Mining & Energy, located in North Barito Regency, Central Kalimantan, are critical for exploration and mine feasibility studies. This study utilized data from 199 exploration boreholes. Geological modeling and resource calculations were conducted using MineScape version 5.7 software, employing the Finite Element Method (FEM) in compliance with the SNI 5015:2019 standard. Geological interpretation identified six primary coal seams: AC, AB, AA, A, B, and C, with average thicknesses ranging from 0.9 to 1.7 meters. The total estimated coal resource is approximately 49,148,000 tons, with Seam C contributing the largest volume. The calorific values within the study area range from 4,254 to 4,882 kcal/kg, with Seam A exhibiting the highest energy content. Total sulfur content varies between 0.28% and 1.21%, where Seam C recorded the lowest sulfur levels, indicating a more environmentally favorable coal quality. Information regarding the distribution of coal quality is essential for production strategizing and on-site quality control. The results of this study are expected to serve as a framework for more efficient and sustainable coal resource management while supporting responsible mining practices.Keywords: Coal, Resources, Calorie, Total sulfur, FEM
Coalbed methane potential in Kalimantan-Indonesia: Geological condition, membrane technology, environmental and economic challenges Fikri, Hafidz Noor; Elma, Muthia; Rahma, Aulia; Azwar, Prayudhi; Handoko, Heryanto; Rahmi, Resti Nisaidha
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 3 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.133.10277

Abstract

Kalimantan has extensive Neogene coal reserves, making it an area with great potential for coalbed methane (CBM). After decades of preliminary investigations and studies, coalbed methane production has not yet reached the desired level. This indicates a complex interaction among geological, techno-economic, and environmental challenges. This study provides a literature review on the CBM potential in Kalimantan. A comprehensive literature study was conducted on the coalbed methane system in Kalimantan. The key parameters synthesized are the geological conditions of coal in the form of thermal maturity, gas composition, adsorption characteristics, and permeability, followed by the environmental impact and economic feasibility when applied. It appears that the greatest potential for CBM lies in the Kutai, Barito, and Tarakan basins. The reported Kalimantan coal ranks are primarily sub-bituminous to high-volatile bituminous (Ro = 0.4%-0.7%). Gas storage capacity significantly, ranging from 44 to 410 scf/ton (1.5-9.0 m³/ton). However, CBM application is hampered by poor reservoir permeability (often <5 mD) and undersaturated deposit conditions. Studies have shown that high development costs, long drying times, and unfavorable fiscal conditions have made most CBM projects uneconomical at current domestic gas prices. This review reconfirms that Kalimantan holds significant CBM resources. However, the financial viability of CBM projects depends on the ability to address significant technical barriers and requires financial incentives due to the high risks and substantial long-term investments involved.
Analisis produktivitas alat gali muat dan alat angkut pada pemindahan overburden PT Riung Harapan Mitra Lestari Jerry Michael Kuratji; Karina Shella Putri; Hafidz Noor Fikri
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18062

Abstract

ABSTRAKPeralatan mekanis dalam operasi penambangan memegang peranan penting untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kajian teknis yang mencakup faktor manusia, alat, dan alam perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas alat gali muat dan alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap produktivitas alat gali muat Excavator Komatsu 501 dan alat angkut Dump Truck Volvo FMX 400 yang digunakan di PT Riung Harapan Mitra Lestari. Berdasarkan hasil perhitungan, produktivitas aktual Excavator Komatsu 501 adalah 260,77 BCM/jam, sedangkan Dump Truck Volvo FMX 400 adalah 37,85 BCM/jam. Meskipun alat gali muat telah mencapai target produktivitas perusahaan sebesar 260 BCM/jam, terdapat dua hari (5 Agustus dan 13 Agustus) yang tidak tercapai. Di sisi lain, alat angkut belum mencapai target perusahaan sebesar 42 BCM/jam. Faktorfaktor yang mempengaruhi produktivitas antara lain cycle time, delay time, dan kecepatan alat angkut. Rekomendasi perbaikan untuk Excavator Komatsu 501 meliputi pengurangan delay time dan cycle time, yang dapat meningkatkan produktivitas menjadi 260,60 BCM/jam dan 260,15 BCM/jam. Untuk Dump Truck Volvo FMX 400, perbaikan dilakukan melalui peningkatan kecepatan alat dan pengurangan delay time, yang dapat meningkatkan produktivitas menjadi 42,50 BCM/jam setelah dilakukan simulasi perbaikan kedua.Kata-kata Kunci: Cycle time, Delay time, Excavator Penambangan, Truk ABSTRACTMechanical equipment in mining operations plays a crucial role in achieving the production targets set by the company. Atechnical study that includes human, equipment, and environmental factors is necessary to improve the productivity of excavator and haulage equipment. This study aims to analyze and provide recommendations for improving productivity of Komatsu 500 Excavator and Volvo FMX 400 Dump Truck used in PT Riung Harapan Mitra Lestari. Based on the calculations, the actual productivity of Komatsu 500 Excavator is 260.77 BCM/hour, while Volvo FMX 400 Dump Truck is 37.85 BCM/hour. Although the excavator has met the company's productivity target of 260 BCM/ hour, there were two days (August 5th and August 13th) when the target was not achieved. On the other hand, the haulage truck has not reached the company's target of 42 BCM/ hour. Factors affecting productivity include cycle time, delay time, and haulage truck speed. The recommended improvements for Komatsu 500 Excavator involved reducing delay time and cycle time, which could increase its productivity to 260.60 BCM/hour and 260.15 BCM/hour, respectively. For Volvo FMX 400 Dump Truck, improvements can be made by increasing speed and reducing delay time, which could increase productivity to 42.50 BCM/hour after the second improvement simulation. Keywords: Cycle time, Delay time, Mining Excavator, Truck