Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kajian Penentuan Lokasi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Kabupaten Serang Menggunakan Analisis Sistem Informasi Geografis Frebhika Sri Puji Pangesti; Ma’ruf Hidayat; Ade Ariesmayana
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serang Regency has a problem in waste management because it does not have a final processing site since 2009. The Cilowong landfill, which originally belonged to Serang Regency, was transferred to Serang City in 2009. It is necessary to conduct research that aims to determine the location of the Waste Final Processing Site in Serang Regency. This research uses a quantitative descriptive method with spatial analysis using Geographic information systems. Determination of the location of waste landfills uses SNI 03-3241-1994 concerning procedures for selecting the location of final landfills. The study results show that Serang Regency has 11 locations suitable for landfill, and also shows that Serang Regency has 2 recommended locations for landfill. Location 1 is located in the Sindangmandi village area, Baros sub-district with a land area of 71.83 Ha. Location 2 is in the Tanjungsari village area of Pabuaran Subdistrict with a land area of 79.06 Ha.
UTILIZATION BAYAH BANTEN ZEOLITE AS A CATALYST AND BACTERIA AS A PRETREATMENT FOR BIODIESEL FROM WASTE COOKING OIL Fitriyah, F.; Pangesti, Frebhika Sri Puji
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.37

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan zeolit alam Bayah Banten sebagai katalis homogen dalam penelitian ini adalah sebagai alternatif penggunaan katalis sintetik. Selain itu bakteri Rhizopus sp. digunakan sebagai pretreatment biokatalis dalam pemanfaatan minyak jelantah untuk pembuatan biodiesel. Hal ini akan memberikan beberapa keuntungan, yaitu dapat mereduksi limbah minyak jelantah, mengurangi biaya produksi pembuatan bahan bakar serta memanfaatkan kekayaan alam terutama yang terdapat di Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan mempelajari metode pembuatan biodiesel dari minyak jelantah menggunakan katalis zeolit alam Bayah dan biokatalis bakteri Rhizopus sp serta uji kualitatif dan kuantitatif standar biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah reaksi esterifikasi/transesterifikasi minyak dengan alkohol rantai pendek melalui bantuan katalis. Hasil penelitian ini menunjukan minyak jelantah yang sudah diolah menjadi biodiesel, yaitu viskositas (pada suhu 40°C) sebesar 0,862 g/ml dan 29,7, kadar air 0,05 % , titiknyala 120°C, titiktuang 18°C, bilangan asam 0,49 mg KOH/g, angka setana 55, belerang 0,11 mg/kg, fosfor 1,7 mg/kg, waktu bakar 43 detik, residu 1,8 % , sisa pembakaran 9,6% telah memenuhi standar biodiesel SNI-04-7182-201 Kata Kunci : biodiesel, zeolite bayah, minyak jelantah ABSTRACT Utilization of Banten Bayah natural zeolite as a homogeneous catalyst in making biodiesel is an alternative to the use of synthetic catalysts. In addition, the bacteria Rhizopus sp., was used as a biocatalyst in waste cooking oil for the manufacture of biodiesel. This will provide several advantages, reduces waste cooking oil, reduce cost biodiesel production and utilize natural resources, especially those found in Banten Province. This study aims to study the method of making biodiesel from waste cooking oil using natural Bayah zeolite catalyst and Rhizopus sp bacterial as biocatalyst as the quantitative and quantitative standard tests of biodiesel. The methods in this study is the esterification / transesterification reaction of oil with short chain alcohols through of a catalyst. The results of this research show that waste cooking oil has been processed into biodiesel that is density and viscosity parameters (at 40°C ) is 0.862 g/mL and 29.7, 0.05% moisture content 120 ° C point, 18 ° C point, acid number is 0.49 mg KOH / g, setana number 55, sulfur content 0.11 mg / kg, phosphorus content 1.7 mg / kg, burn time 43 seconds, residue 1.8%, residual combustion 9.6% it has fulfilled the biodiesel standard SNI-04-7182-2012. Keyword : biodiesel, zeolite bayah, bacteria, cooking oil
EFEKTIFITAS DOSIS FLY ASH BATUBARA DAN KURIFLOCK PA-322 DALAM PENURUNAN KADAR TSS SERTA PHOSPHAT PADA AIR LIMBAH PT. Y Ilyas Teguh Pangestu; Ade Ariesmayana; Frebhika Sri Puji Pangesti
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i2.4040

Abstract

PT. Y merupakan perusahaan yang bergerak di bidang PLTU melakukan injeksi phosphat untuk treatment boiler. Air limbah yang dihasikan PT. Y tergolong limbah berbahaya. Untuk itu, perlu menerapkan prinsip pengendalian limbah yaitu dengan koagulasi flokulasi agar outlet air limbah tersebut dapat memenuhi baku mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efisiensi dosis koagulan fly ash dan kuriflock PA-322 dalam menurunkan kadar TSS serta phosphat pada air limbah PT Y dan mengukur efektifitasnya terhadap kesesuaian baku mutu. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variabel bebas dosis koagulan fly ash dan dosis kuriflock PA-322 sedangkan untuk variabel terikatnya penurunan kadar TSS dan phosphat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberian dosis koagulan fly ash dan kuriflock PA-322 memiliki kemampuan untuk menurunkan kandungan TSS dan phosphat pada air limbah PT. Y dengan efektifitas penurunan kandungan TSS (89,92 %) dan phosphate (79,12 %). Pemberian dosis koagulan fly ash 6 ml dan dosis kuriflock PA-322 0,5 ppm berpengaruh sangat efektif dalam menurunkan kandungan TSS dari 238 mg/L menjadi 24 mg/L dan phosphat dari konsentrasi 7,530 mg/L menjadi 4,953 mg/L. Dapat disimpulkan air limbah sudah memenuhi baku mutu kandungan TSS 80 mg/L dan phosphat 5 mg/L.