Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Lama Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Kedawung Tahun 2025 Arafah, Liza Nur; Subianto, Totok; Aryani, Bhakti; Elfi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3818

Abstract

Waktu tunggu salah satu faktor penting yang menyebabkakan kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kedawung untuk menganalisis hubungan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 96 pasien dan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76 pasien (79,2%) mengalami waktu tunggu sesuai Standar Pelayanan Minimal (≤ 60 menit), dan 52 pasien (54,2%) merasa puas. Menghasilkan nilai p = 0,001 (< α 0,05), yang menunjukkan hubungan signifikan antara waktu tunggu dan kepuasan pasien. Oleh karena itu, Puskesmas Kedawung perlu mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan dengan memperhatikan waktu tunggu dan dimensi mutu pelayanan.
Perancangan Aplikasi Daftar Istilah Medis Tindakan Sistem Pernapasan berdasarkan ICD-9-CM berbasis Website sebagai Media Pembelajaran di Laboratorium Komputer RMIK Cirebon Apriliani, Niken Dwi; Rahmawati, Fitria Dewi; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3822

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan semakin krusial pada era digital yang terus berkembang. Dalam dunia pendidikan kesehatan, khususnya bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), kemampuan mahasiswa dalam memahami kodefikasi diagnosis dan tindakan medis menjadi salah satu kompetensi esensial. Untuk mendukung pembelajaran tersebut, diperlukan media pembelajaran modern yang mampu memfasilitasi pemahaman terhadap istilah medis dan kode tindakan sistem pernapasan sesuai standar yang berlaku. Berdasarkan observasi, Laboratorium Komputer RMIK Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wilayah Cirebon belum memiliki aplikasi yang memuat daftar istilah medis tindakan sistem pernapasan sebagai penunjang kegiatan pembelajaran. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, peneliti merancang sebuah aplikasi berbasis website yang berisi daftar istilah medis tindakan sistem pernapasan berdasarkan ICD-9-CM. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Hasil analisis kebutuhan melalui observasi dan survei kepada mahasiswa dan menunjukkan perlunya konten berupa terminologi medis, leadterm, informasi medis, kode ICD-9-CM, materi pembelajaran, quiz, fitur pencarian, dan cetak data. Uji coba terhadap aplikasi ini dilakukan pada 30 mahasiswa RMIK Cirebon dan 1 Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), dengan hasil menunjukkan tingkat keberhasilan dan kesesuaian sebesar 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan efektif digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah kodefikasi sistem pernapasan. Pengembangan lebih lanjut disarankan untuk mencakup tindakan medispada  sistem tubuh lainnya serta peningkatan desain antarmuka pengguna agar lebih menarik.
Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis Kasus Fraktur pada Pasien Rawat Inap Berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit X Luthfiyyah, Deisya Rifda; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto; Rahmawati, Fitria Dewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3823

Abstract

Fraktur merupakan kondisi patah tulang yang memerlukan penanganan medis dan dokumentasi diagnosis yang tepat. Pada kasus fraktur, pengkodean memerlukan kecermatan karena struktur kode ICD-10 memiliki karakter tambahan yang menentukan jenis fraktur, seperti terbuka atau tertutup. Kode yang tidak sesuai dengan pedoman ICD-10 dapat berdampak pada klaim pembiayaan dan mutu pelaporan rumah sakit. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosis utama fraktur periode Juli-Desember 2024. Jumlah sampel sebanyak 147 dengan menggunakan rumus Slovin. Data diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 147 rekam medis rawat inap kasus fraktur terdapat sebanyak 40% kode diagnosis fraktur termasuk kedalam kategori tepat dan 60% kode dengan kategori tidak tepat, yang sebagian besar terjadi dikarenakan kesalahan pada digit keempat. Faktor penyebab ketidaktepatan salah satunya adalah kesalahan pada karakter keempat dan tidak menerapkan karakter kelima.
Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Birth Asphyxia di RSUD 45 Kuningan Tahun 2024 Muhammad, Hegel Kemal Kharisma; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto; Rahmawati, Firia Dewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3825

Abstract

Keakuratan kode diagnosis dalam rekam medis berperan penting dalam menjamin mutu data kesehatan, memperlancar klaim pembiayaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan medis. Ketidaktepatan pengkodean dapat menyebabkan distorsi informasi yang berdampak pada pengambilan keputusan klinis dan administratif. Birth asphyxia merupakan kondisi kritis pada neonatus yang penetapan kodenya sangat bergantung pada nilai apgar score sebagai indikator klinis utama. Penelitian ini mengevaluasi tingkat akurasi pengkodean diagnosis birth asphyxia di RSUD 45 Kuningan berdasarkan pedoman ICD-10. Peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling terhadap 80 dokumen rekam medis pasien rawat inap tahun 2024. Hasil menunjukkan bahwa 74 dokumen (92,5%) dikodekan secara akurat, sedangkan 6 dokumen (7,5%) tidak akurat. Ketidakakuratan umumnya terjadi karena kesalahan dalam pemilihan digit ketiga kode ICD-10 yang tidak sesuai dengan klasifikasi keparahan berdasarkan Apgar Score. Meskipun tingkat akurasi tergolong tinggi, peningkatan ketelitian koder dan percepatan digitalisasi sistem pengkodean tetap diperlukan untuk menjaga konsistensi dan mutu data rekam medis.
Tinjauan Keakuratan Kodefikasi Kasus Batu Saluran Kemih Pasien Rawat Inap Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon Triyana, Enjel Pira; Rahmawati, Fitria Dewi; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3826

Abstract

Batu Saluran Kemih merupakan penyakit yang ditandai dengan pembentukan kristal batu pada saluran kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, yang dapat menyebabkan nyeri dan hambatan aliran urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan kode diagnosis dan tindakan kasus Batu Saluran Kemih di Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain retrospektif dan teknik random sampling, melibatkan 171 dokumen rekam medis dan rekam medis elektronik pasien rawat inap kasus BSK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,7% kode diagnosis BSK akurat dan 5,3% tidak akurat, sedangkan 82% kode tindakan akurat dan 18% tidak akurat. Ketidakakuratan kode diagnosis disebabkan oleh hilangnya karakter ke-4 dan diagnosis sekunder yang tidak dikode, sedangkan ketidakakuratan kode tindakan disebabkan oleh kesalahan kode dan pemeriksaan yang tidak dikode. Faktor penyebab ketidakakuratan meliputi ketidaktelitian petugas koding dan ketidaksesuaian dengan standar ICD-10. Ketidakakuratan kode berpotensi memengaruhi validasi data, pelaporan, pengklaiman INA-CBG, dan kualitas layanan rumah sakit. Penelitian ini menegaskan pentingnya ketelitian dalam pengkodean untuk mendukung pengolahan data klinis, penagihan biaya, dan manajemen rumah sakit.
Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis dan Penyebab Luar Kasus Cedera Pasien Rawat Inap di RS X Adhari, Febriyani; Rahmawati, Fitria Dewi; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3830

Abstract

Kodefikasi adalah kegiatan menentukan kode secara tepat sesuai dengan klasifikasi ICD-10. Ketepatan dalam pengkodean diagnosis dan penyebab luar berfungsi dalam pelaporan morbiditas dan mortalitas, serta menjadi dasar dalam proses penjamin pembayaran kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui alur pengkodean serta mengetahui tingkat ketepatan kode diagnosis dan penyebab luar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi 467 rekam medis tahun 2024. Teknik sampling yang diterapkan adalah purposive sampling, menghasilkan 215 rekam medis sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa alur pengkodean rawat inap kasus cedera di RS X telah sesuai dengan SPO pemberian kode diagnosis yang ditetapkan oleh rumah sakit. Sebanyak 165 rekam medis (76%) kode diagnosis tepat, sedangkan 50 rekam medis (24%) kode tidak tepat. Sementara itu, pengkodean penyebab luar hanya 81 rekam medis (38%) yang dinilai tepat, dan 134 rekam medis (62%) tidak tepat.
The Relationship between Burnout Occurrence and the Characteristics of Support Service Officers at Ciremai Hospital in 2025 Nur Alifa, Seima; Haryanto, Yanto; Dewi Rahmawati, Fitria; Aryani, Bhakti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.3842

Abstract

Burnout refers to a state of physical, psychological, and emotional fatigue that arises due to continuous workplace-related stress. This condition is frequently encountered among healthcare personnel, including those serving in hospital support roles. To assess burnout levels, several standardized tools are available, one of which is the Maslach Burnout Inventory (MBI). This instrument comprises 22 items categorized into three core aspects: emotional exhaustion, depersonalization, and diminished personal accomplishment. The objective of this research is to explore the association between burnout and demographic factors such as age, sex, marital status, educational attainment, and duration of employment. A quantitative approach using correlational analysis was employed in this study. The research involved total population sampling, encompassing 54 support service workers at Ciremai Hospital, with data collected through questionnaires. The data analysis process included both univariate and bivariate methods, with Spearman's rank correlation test utilized to evaluate inter-variable associations. Findings indicated that 33 respondents (82.5%) experienced moderate levels of burnout. Furthermore, statistical analysis revealed that among the five observed characteristics, only marital status showed a significant correlation with burnout (p-value = 0.040).
Review of the Accuracy of Diagnosis Codefication of Obstetric Cases Category Abortion at RSUD X in Cirebon Regency in 2024 Safitri, Cahya Wulan; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto; Rahmawati, Fitria Dewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.3874

Abstract

Abortion or miscarriage is the death of the fetus when the gestational age is <20 weeks or the fetal weight is <500 grams. Post miscarriage / abortion care is an approach to treating mothers after a miscarriage, either spontaneously or through induction. This is in line with one of the Sustainable Development Goals (SDGs), which is to reduce the maternal mortality ratio (MMR) to 70 per 100,000 live births in Indonesia by 2030. Researchers used a quantitative descriptive method with a total sampling technique of 75 medical record documents of inpatients with abortion cases in 2024. The purpose of this study was to determine the percentage of accuracy of the diagnosis code of obstetric cases in the abortion category at RSUD X, Cirebon Regency. This study used descriptive quantitative with total sampling technique. The samples in this study were 75 medical record documents of inpatient obstetric cases of abortion category in 2024 at RSUD X, Cirebon Regency. Data were collected and then analyzed using univariate analysis or descriptive analysis to describe or describe the data that had been collected. The results showed that 54 documents (72%) with appropriate codes and 21 documents (28% with inappropriate codes). Of the 21 documents with inappropriate codes, 15 documents (71.5%) had incorrect diagnosis writing by DPJP.