Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Komunalisme Lokal dalam Praktik Demokrasi di Desa Bandar Setia Latifah, Anni; Manurung, Togu Samuel Riady; Napitupulu, Esrawati; Siahaan, Wulan; Situmeang, Sarnadi Giot Marito; Aritonang, Rumiris Yolanda; Ivanna, Julia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, dinamika, dan implikasi komunalisme lokal dalam praktik demokrasi di Desa Bandar Setia, Kabupaten Deli Serdang. Komunalisme sebagai ikatan sosial berbasis kekerabatan, agama, dan adat istiadat memiliki peran signifikan dalam membentuk pola partisipasi politik masyarakat desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik demokrasi di Desa Bandar Setia tidak dapat dilepaskan dari peran kelompok-kelompok komunal yang menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan politik, termasuk pemilihan kepala desa maupun musyawarah pembangunan. Di satu sisi, komunalisme memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan partisipasi warga, namun di sisi lain berpotensi melahirkan eksklusivitas kelompok dan polarisasi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa demokrasi lokal di Desa Bandar Setia berjalan dalam kerangka negosiasi antara nilai-nilai demokrasi formal dengan tradisi komunal yang masih kuat. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kapasitas kelembagaan desa agar praktik demokrasi lebih inklusif, transparan, dan berkeadilan.
Analisis Implementasi Dan Tingkat Kepatuhan Mahasiswa Terhadap Etika Berpakaian Dan Komunikasi Di Universitas Negeri Medan Sitorus, Gita; Marpaung, Andreas Domini; Sianipar, Melva Triana; Situmeang, Sarnadi Giot Marito; Manurung, Togu Samuel Riady; Manalu, Syuratty Astuti Rahayu
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (January)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v3i2.864

Abstract

This study aims to analyze the implementation and level of compliance of students at Medan State University (UNIMED) with the dress code and communication ethics, as well as to identify the factors that influence them, as a crucial effort in shaping character and academic culture. The method used was qualitative with a case study approach in the Department of Civic Education, Faculty of Social Sciences, UNIMED, involving data collection techniques such as interviews, observation, and documentation. The results show that although students understand the importance of the code of conduct, the actual level of compliance is still situational, marked by dominant violations such as the use of casual clothing (T-shirts, jeans, flip-flops) and rude digital communication with lecturers. This low level of discipline is mainly due to inconsistent supervision, limited socialization of rules, and the strong influence of casual culture from social media. It is concluded that the success of the code of ethics requires a shift in approach from formality to continuous character building. A comprehensive strategy is needed that includes disciplinary supervision, fair sanctions, the provision of clear guidelines, and the instilling of professional values so that the code of ethics functions optimally as a guide for academic behavior.
Pengaruh Etika Pendidik dalam Digitalisasi Masa Kini Memunculkan Pendidik Unggul Dimasa yang Akan Datang Sitorus, Gita Oktaviani; Purba, Aprilla Revalina Br; Marpaung, Andreas Domini; Purba, Natalia Br; Manurung, Rachel Oliviena Br; Situmeang, Sarnadi Giot Marito; Manurung, Togu Samuel Riady; Yunita, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37189

Abstract

Era digitalisasi membawa transformasi signifikan dalam dunia pendidikan yang menuntut pendidik untuk tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga menjaga integritas dan etika profesional sebagai landasan mendidik generasi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh etika pendidik dalam menghadapi arus digitalisasi serta memproyeksikan sosok pendidik unggul yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan dan dianalisis dari berbagai literatur ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidik di era digital meliputi perlindungan privasi data siswa, batasan komunikasi profesional di media sosial, serta risiko distorsi informasi di ruang digital. Pendidik yang unggul di masa depan didefinisikan sebagai pribadi yang memiliki perpaduan antara kompetensi pedagogik, kecakapan teknologi, dan kematangan etika yang kuat. Peran pendidik kini bergeser dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator dan teladan moral dalam literasi digital guna membentuk karakter siswa di tengah ketergantungan teknologi. Upaya penguatan etika digital ini memerlukan dukungan struktural melalui kebijakan institusi yang jelas serta pelatihan profesional berkelanjutan agar pendidik mampu menjaga marwah profesinya sekaligus mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter.
Gotong Royong Sebagai Strategi Pengetasan Kemiskinan: Analisis Kolaborasi Pemkot Medan Dengan Komunitas Lokal (Sila Ke-3) Sipayung, Dien Solia; Manurung, Togu Samuel Riady; Pasaribu, Tresa R K; Purba, Aprilla Revalina Br; Perangin-angin, Ripka Br; Siahaan, Parlaungan Gabriel
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8149

Abstract

Kemiskinan di wilayah perkotaan masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk di Kota Medan. Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi, tetapi juga terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan sosial dan pemberdayaan. Nilai gotong royong sebagai budaya masyarakat Indonesia dapat menjadi salah satu strategi dalam membantu mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gotong royong melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan dan komunitas masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap program sosial seperti bank sampah, posyandu, dan komunitas pemuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kolaboratif tersebut mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat hubungan sosial, serta memberikan manfaat dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Dengan demikian, gotong royong yang didukung oleh kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi strategi yang efektif dalam membantu mengurangi kemiskinan serta memperkuat solidaritas sosial di masyarakat.