Rosmaida, Rosmaida Sinaga
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Dari Tanam Paksa Ke Politik Etis : Dinamika Kebijakan Kolonial Belanda dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Pribumi Rosmaida, Rosmaida Sinaga; Alfiana, Alfiana Nurul Fadillah; Azrina Hendri, Azrina Hendri; Jhon, Muhammad Ray Jhon; Mutiara, Mutiara Nazla Dalimunthe
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34116

Abstract

Tulisan ini mengupas tentang kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Kolonial belanda di Indonesia serta pengaruhnya pada aspek sosial, ekonomi, politik, dan munculnya kesadaran nasionalisme. Setelah VOC jatuh, Belanda menerapkan sistem yang dikenal sebagai tanam Paksa yang hanya menguntungkan mereka dan menyehatkan penderitaan rakyat. Politik Liberal memperluas eksploitasi dengan melibatkan pihak swasta, sedangkan Politik Etis yang dianggap sebagai bentuk kebaikan tetap fokus pada kepentingan Belanda. Metode pemerintahan tidak langsung dan strategi membagi belah untuk menguasai digunakan untuk menguasai digunakan untuk menjaga dominasi mereka dengan mengadu domba masyarakat. Akan tetapi, pengalaman berkumpul yang dialami justru memunculkan kesadaran akan nasionalisme di kalangan rakyat dan kalangan terpelajar, yang mendorong lahirnya Gerakan kebangkitan nasional, Sumpah Pemuda tahun 1928, hingga perjuangan untuk meraih kemerdekaan.
Kebijakan Ekonomi VOC dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia Rosmaida, Rosmaida Sinaga; Silfira, Silfira Elisya Putri; Yohana, Yohana Magdalena Siagian; Nadia, Nadia Silvia; Muhammad Fahrul Zikri, Muhammad Fahrul Zikri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34117

Abstract

Penelitian ini membahas kebijakan ekonomi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Nusantara pada abad ke 17 hingga 18 beserta sampaknya terhadap struktur sosial-ekonomi masyarakat. Dengan menggunakan metode sejarh (historical research) dan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah arsip VOC, dokumen perjanjian local, serta literature ilmiah mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi VOC berorientasi pada monopoli perdaganga rempah, kontrak politik-ekonomi dengan penguasa local, pengendalian produksi melalui sistem kerja paksa, serta penggunaan kekuatan militer. Kebijakan ini mengubah orientasi ekonomi masyarakat dari berbasis kebutuhan domestic menjadi terintegrasi dalam perdangangan global. Dampaknya adalah munculnya ketimpangan sosial-ekonomi, hilangnya kedaulatan local, serta meningkatnya eksploitasi rekyat yang kemudian berlanjut pada sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) di era pemerintahan Hindia Belanda. Penelitian ini juga menegaskan adanya perlawanan masyarakat baik dalam bentuk perang, penyeludupan, maupun gerakan sosial sebagai respon terhada kebijakan colonial yang menindas.
DAENDELS DAN JALAN ANYER-PANARUKAN: JEJAK PENJAJAHAN PRANCIS DI INDONESIA Rosmaida, Rosmaida Sinaga; Enjel, Enjel Adriani Br. Gurusinga; Jesica, jesica Anantasia Lumbanraja; Karel, Karel Cornelius Sinaga; Ulfa Rahma, Ulfa Rahma Daulay
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34120

Abstract

Artikel ini membahas kebijakan Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1808–1811), dalam pembangunan Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan. Jalan sepanjang ±1000 km ini dibangun sebagai strategi pertahanan menghadapi ancaman Inggris serta memperlancar komunikasi dan transportasi di Pulau Jawa. Pembangunan jalan raya ini membawa dampak positif berupa terbukanya akses mobilitas, perdagangan, dan jaringan transportasi modern. Namun, di balik itu, proyek tersebut menimbulkan penderitaan rakyat akibat penggunaan kerja paksa (rodi) yang menelan banyak korban jiwa. Artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber tertulis untuk mengkaji dampak kebijakan Daendels dari perspektif politik, militer, ekonomi, dan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan Daendels bersifat ambivalen: di satu sisi memperkuat infrastruktur dan pemerintahan kolonial, namun di sisi lain mencerminkan praktik eksploitasi yang menindas masyarakat pribumi.
Dari Tanam Paksa Ke Politik Etis : Dinamika Kebijakan Kolonial Belanda dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Pribumi Rosmaida, Rosmaida Sinaga; Alfiana, Alfiana Nurul Fadillah; Azrina Hendri, Azrina Hendri; Jhon, Muhammad Ray Jhon; Mutiara, Mutiara Nazla Dalimunthe
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34116

Abstract

Tulisan ini mengupas tentang kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Kolonial belanda di Indonesia serta pengaruhnya pada aspek sosial, ekonomi, politik, dan munculnya kesadaran nasionalisme. Setelah VOC jatuh, Belanda menerapkan sistem yang dikenal sebagai tanam Paksa yang hanya menguntungkan mereka dan menyehatkan penderitaan rakyat. Politik Liberal memperluas eksploitasi dengan melibatkan pihak swasta, sedangkan Politik Etis yang dianggap sebagai bentuk kebaikan tetap fokus pada kepentingan Belanda. Metode pemerintahan tidak langsung dan strategi membagi belah untuk menguasai digunakan untuk menguasai digunakan untuk menjaga dominasi mereka dengan mengadu domba masyarakat. Akan tetapi, pengalaman berkumpul yang dialami justru memunculkan kesadaran akan nasionalisme di kalangan rakyat dan kalangan terpelajar, yang mendorong lahirnya Gerakan kebangkitan nasional, Sumpah Pemuda tahun 1928, hingga perjuangan untuk meraih kemerdekaan.
Kebijakan Ekonomi VOC dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia Rosmaida, Rosmaida Sinaga; Silfira, Silfira Elisya Putri; Yohana, Yohana Magdalena Siagian; Nadia, Nadia Silvia; Muhammad Fahrul Zikri, Muhammad Fahrul Zikri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34117

Abstract

Penelitian ini membahas kebijakan ekonomi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Nusantara pada abad ke 17 hingga 18 beserta sampaknya terhadap struktur sosial-ekonomi masyarakat. Dengan menggunakan metode sejarh (historical research) dan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah arsip VOC, dokumen perjanjian local, serta literature ilmiah mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi VOC berorientasi pada monopoli perdaganga rempah, kontrak politik-ekonomi dengan penguasa local, pengendalian produksi melalui sistem kerja paksa, serta penggunaan kekuatan militer. Kebijakan ini mengubah orientasi ekonomi masyarakat dari berbasis kebutuhan domestic menjadi terintegrasi dalam perdangangan global. Dampaknya adalah munculnya ketimpangan sosial-ekonomi, hilangnya kedaulatan local, serta meningkatnya eksploitasi rekyat yang kemudian berlanjut pada sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) di era pemerintahan Hindia Belanda. Penelitian ini juga menegaskan adanya perlawanan masyarakat baik dalam bentuk perang, penyeludupan, maupun gerakan sosial sebagai respon terhada kebijakan colonial yang menindas.
DAENDELS DAN JALAN ANYER-PANARUKAN: JEJAK PENJAJAHAN PRANCIS DI INDONESIA Rosmaida, Rosmaida Sinaga; Enjel, Enjel Adriani Br. Gurusinga; Jesica, jesica Anantasia Lumbanraja; Karel, Karel Cornelius Sinaga; Ulfa Rahma, Ulfa Rahma Daulay
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34120

Abstract

Artikel ini membahas kebijakan Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1808–1811), dalam pembangunan Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan. Jalan sepanjang ±1000 km ini dibangun sebagai strategi pertahanan menghadapi ancaman Inggris serta memperlancar komunikasi dan transportasi di Pulau Jawa. Pembangunan jalan raya ini membawa dampak positif berupa terbukanya akses mobilitas, perdagangan, dan jaringan transportasi modern. Namun, di balik itu, proyek tersebut menimbulkan penderitaan rakyat akibat penggunaan kerja paksa (rodi) yang menelan banyak korban jiwa. Artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber tertulis untuk mengkaji dampak kebijakan Daendels dari perspektif politik, militer, ekonomi, dan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan Daendels bersifat ambivalen: di satu sisi memperkuat infrastruktur dan pemerintahan kolonial, namun di sisi lain mencerminkan praktik eksploitasi yang menindas masyarakat pribumi.
Persaingan Portugis dan Spanyol dalam Penjelajahan Rempah di Nusantara Rosmaida, Rosmaida Sinaga; Ade Aulia , Ade Aulia Rahman; Andrew, Andrew Carlos Putra Ambarita; Jepri, Jepri Saragih; Putri, Putri Grace Nola Pasaribu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34119

Abstract

Penelitian ini membahas kedatangan bangsa Portugis dan Spanyol ke Indonesia pada abad ke-16 sebagai bagian dari ekspansi bangsa Eropa setelah jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Usmani pada tahun 1453. Faktor utama yang mendorong kedatangan bangsa Eropa terangkum dalam semboyan Gold, Gospel, Glory yaitu mencari kekayaan melalui perdagangan rempah-rempah, menyebarkan agama Katolik, dan meraih kejayaan politik. Proses kolonialisasi Portugis dimulai dengan penguasaan Malaka (1511), masuk ke Maluku (1512), serta perjanjian dengan Pajajaran (1522). Sementara itu, Spanyol tiba di Maluku pada 1521 dan sempat menjalin aliansi dengan Tidore, tetapi kemudian mundur ke Filipina setelah Perjanjian Zaragoza (1529). Kedatangan bangsa Portugis dan Spanyol menimbulkan berbagai perlawanan, seperti di Aceh, Demak, Sunda Kelapa, Ternate, dan Minahasa. Dampak kolonialisasi ini sangat luas, meliputi bidang ekonomi (monopoli rempah-rempah dan eksploitasi sumber daya), sosial-budaya (masuknya agama Katolik, senjata api, serta produk Eropa), dan politik (melemahnya kedaulatan kerajaan lokal).