Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pendidikan Karakter dan Budi Pekerti Sejak Dini untuk Membangun Generasi Bangsa Ihsan, Wahyu Nur; Putri, Adis Adela; Prastika, Intan Yudha; Nababan, Sonya Letare; Patunnisa, Tari; Kurniawan, Fauzi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1346

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kekerasan yang melibatkan remaja bahkan anak di bawah umur, seperti tawuran, merokok, mencuri, hingga penyalahgunaan narkoba dan bullying. Fenomena ini menunjukkan kurangnya pendidikan karakter, budi pekerti, dan etika sejak dini. Sistem pendidikan di Indonesia cenderung lebih menekankan mata pelajaran akademik seperti Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa, sementara pendidikan karakter dianggap kurang penting. Hal ini mengakibatkan anak-anak tidak memiliki cukup waktu untuk mengembangkan hubungan sosial, mengeksplorasi lingkungan, dan membangun mimpi masa depan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir kasus kekerasan di kalangan anak-anak melalui pengenalan dan penguatan pendidikan karakter. Salah satu inisiatif yang diusulkan adalah program "Kantin Kejujuran" yang diterapkan di SD AL-Musthafawiya, Medan Tembung, Sumatra Utara. Dalam program ini, anak-anak SD akan diperkenalkan dengan konsep kejujuran, etika, dan budi pekerti melalui pengalaman langsung di kantin yang tidak dijaga, di mana mereka diharapkan membayar secara jujur. Penelitian ini melibatkan siswa dengan rentang usia 6 hingga 12 tahun dan dilakukan melalui tiga tahapan: pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengajarkan pendidikan karakter yang kuat untuk menciptakan generasi unggul di masa depan.
ANALISIS KEAKSARAAN FUNGSIONAL MASYARAKAT DESA TANJUNG REJO: STUDI KUALITATIF DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Aprilia, Fira; Kurniawan, Fauzi; Anifah, Anifah; Siregar, Ayu Wulandari; Patunnisa, Tari; Zendrato, Serasi; Saragih, Esra Haniarta; Malau, Sentia Br; Sidebang, Desy Greace; Siregar, Tri Oktavia
Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera Vol 23 No 1 (2025): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jkss.v23i1.71318

Abstract

This study aims to analyze the level of functional literacy within the community of Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Considering the importance of literacy as a foundation for human resource development and community empowerment, this research employs a qualitative descriptive approach to explore experiences and literacy practices in everyday life. The study involved 22 participants selected through purposive sampling technique. Data were collected through Focus Group Discussions (FGD), participatory observation using various learning media (shopping lists, play money, financial records), and village documentation study. The results indicate that the Tanjung Rejo Village community possesses good literacy levels across three tiers: (1) Basic Literacy - 15 out of 22 people can read, write, and match item names with pictures; (2) Advanced Literacy - 18 out of 22 people can record financial transactions and calculate change; and (3) Functional Literacy - all 22 participants can analyze weekly income-expenditure comparisons and create financial plans. Documentation study confirms that there are no recorded illiterate individuals in this village, with all participants having senior high school educational backgrounds. These findings indicate that the Tanjung Rejo Village community has adequate functional literacy to manage daily life, particularly in household financial management aspects. This study recommends literacy improvement programs that focus more on digital literacy and entrepreneurship to optimize the potential of the already literate community.