Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Self-Compassion dengan Tingkat Kepercayaan Diri Mahasiswa yang Sudah Berwirausaha Aqila Caesara Meisyalinda; Graciella Hasibuan; Hasna Khalillah; Benny Rahim; Jelpa Periantaloe; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-compassion dan kepercayaan diri dalam berwirausaha pada mahasiswa Universitas Jambi yang menjalankan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri atas 50 mahasiswa yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Self-Compassion Scale (SCS) yang diadaptasi dari Neff (2003) dan skala kepercayaan diri dalam berwirausaha berdasarkan aspek kepercayaan diri menurut Lauster (2002). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan JASP. Hasil menunjukkan data berdistribusi normal (W = 0,9708; p = 0,218) dan terdapat hubungan linear yang signifikan antara variabel (F = 1635; p < 0,001). Uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara self-compassion dan kepercayaan diri dalam berwirausaha (r = 0,4158; p = 0,003). Temuan ini menunjukkan bahwa self-compassion berhubungan dengan peningkatan kepercayaan diri dalam berwirausaha pada mahasiswa.
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA Chelsy Ananda Ayu Rahmadhani; Ezelia Beby Wiliano; Nabila Syifa Azikra; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 3 (2026): Juni : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/amkf2724

Abstract

Separation in a romantic relationship is an experience often encountered by individuals during adolescence and can cause emotional responses such as sadness, disappointment, anger, and feelings of loss. These emotional states are related to adolescents' psychological well-being, especially in the way they express and communicate these feelings to others. Emotional regulation and social support from people around the individual are considered crucial factors in helping young people remain mentally balanced after the end of a romantic relationship. The purpose of this research was to explore how emotional self-regulation, interpersonal assistance, and mental wellness are connected among youth who had gone through romantic separation. Quantitative correlational approach was applied in this research to identify the association among the observed variables. The research involved 65 young individuals aged 15 to 21 years who had experienced the end of a romantic relationship. Respondents were chosen through criterion-based selection, in which only individuals who matched the required characteristics were included. Data were collected using psychological scales measuring emotional regulation, social support, and psychological well-being. After the responses were collected, the data were processed through descriptive computation and correlational analysis. The normality assessment produced a probability score of 0.200, which exceeded 0.05; therefore, the dataset was considered normally spread. Further testing revealed that assistance from the surrounding environment had a strong and statistically meaningful positive association with mental wellness, as indicated by an r value of 0.603 and a probability score of 0.000, which was below 0.05. Emotional self-regulation also moved in the same positive direction with the mental condition of the respondents. In general, the results imply that stronger emotional control and greater external assistance are followed by a more favorable mental state among young people after romantic separation.
EFEK MINDLESS SCROLLING TERHADAP KESEHATAN MENTAL: STUDI TENTANG KECEMASAN PADA GENERASI Z Chelsea Tere Ramadanie; M.Adhitya Ori Pratama; Najwa Zahra Fadhilah; Beny Rahim; Muhammad Ilham; Jelpa Periantalo; Dinda Agraiza
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60119

Abstract

Pengguliran tanpa berpikir adalah kebiasaan menggulir (scrolling) konten di media sosial atau internet secara terus-menerus tanpa tujuan yang jelas. Kebiasaan ini sering kali membuat pengguna lupa waktu dan kehilangan fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek Pengguliran tanpa berpikir terhadap kesehatan mental spesifiknya tentang stres pada generasi z, yaitu generasi yang lahir dalam rentang tahun 1997 sampai tahun 2012, merupakan generasi muda yang saat ini sedang berada di usia sekolah hingga memasuki dunia kerja. Metode kuantitatif survei digunakan dengan melibatkan 50 partisipan yang memenuhi kriteria tersebut. Hasil dari penelitian ini menyatakan, terdapat (baru bisa ditentukan ketika sudah mendapatkan hasil akhir). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai efek mindless scrolling terhadap kesehatan mental spesifiknya tentang kecemasan pada generasi z.