Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Konsep Dasar Pendidikan Nahdlatul Ulama dan Masa Depannya Pada Era Revolusi Industri 4.0 Labaso', Syahrial; Hestiana, Ratna; Podungge, Mariaty
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 5 No. 2 (2023): AUGUST
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v5i2.3348

Abstract

Pendidikan Nahdlatul Ulama dibangun dalam prinsip menjaga kemurnian Islam dengan mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa ajaran/ dogma yang yakini masih sesuai dengan nilai originalitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran penting pendidikan Nahdlatul Ulama mempertahankan identitasnya dan sekaligus berupaya menyesuaikan diri dengan tantangan zaman yang melingkupinya. Penelitian ini mengunakan pendekatan studi Pustaka (library research), dengan cara melibatkan sumber-sumber rujukan yang relevan dengan tema penelitian ini, serta berupaya mensintesiskannya sehingga melahirkan paradigma baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Nahdlatul Ulama melakukan upaya pembaharuan secara evolutif dengan cara melakukan pembahruan pada hal-hal yang dipandang tidak relevan lagi dengan kebutuhan zaman, sementara pada sisi yang lain tetap mempertahankan yang dipandang masih relavan. Pembaharuan secara evolutif juga dipandang dapat mendekatkan nilai-nilai keislaman dengan fakta-fakta lokal (kearifan lokal), sehingga nilai-nilai keIslaman menjadi lebih universal dan familiar
PENDEKATAN LINGUISTIK DALAM PENGKAJIAN ISLAM: PENDEKATAN LINGUISTIK DALAM PENGKAJIAN ISLAM Labaso', Syahrial; Hestiana, Ratna
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 5 No. 1 (2023): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v5i1.3351

Abstract

Ajaran Islam memiliki dua dimensi utama yang saling terkait, yakni dimensi normatif dan dimensi historis. Secara normatif ajaran Islam merupakan dogma yang bersifat transenden, sementara secara historis ajaran Islam merupakan nilai-nilai universal yang dapat menjawab segala tantangan yang ada disekililingnya. Penelitian ini mencoba menghadirkan salah satu pendekatan dalam pengkajian Islam, yaitu pendekatan linguistik. Pendekatan linguistik merupakan salah satu alternatif dalam pengkajian Islam yang berupaya mengali nilai-nilai normatif Islam dan kemudian berusaha memberikan makna yang sesuai dengan tantangan dan perubahan jaman saat ini. Penelitian ini mengunakan metode studi pustaka, dengan cara menghimpun sumber-sumber referensi yang dipandang relevan dengan tema penelitian ini, lalu menganalisisnya sehingga terbentuk substansi utama dalam pembahasan pendekatan lingusitik dalam pengkajian Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, bahasa merupakan simbol bunyi yang dipandang mewakili presepsi akal dan hati manusia. Melalui simbol bunyi inilah manusia menegaskan identitas internal-dirinya dan sekaligus cara mempersepsikan lingkungan eksternal yang ada disekelilingnya. Penelitian ini berhasil menjelaskan peran penting bahasa dalam mengartikulasikan ajaran-ajaran Islam, sehingga tetap berkesesuian dengan siklus perkembagan dan perubahan yang ada saat ini. Pendekatan linguistik dapat meminimalkan kesalahpahaman dalam memaknai ajaran-ajaran Islam yang luhur dan moderat.
STUDI RELASI STRICT PARENTING PADA ANAK USIA DINI TERHADAP POLA PERKEMBANGAN KOMPETENSI SOSIAL ANAK Labaso, Syahrial; Ratna Hestiana; Mantulangi, Deis H.
Irfani Vol. 20 No. 2 (2024): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v20i2.5592

Abstract

Strict parenting is a cultural parenting style that is trending to be used in family education today as a consequence of the cultural heritage of family education in the classical era which was inherited and handed down pedagogically to today's parents. Strict parenting is seen as contributing to the process of forming children's social competence. This research uses descriptive qualitative research with a library study approach by collecting library materials that are deemed relevant and in accordance with the themes in this research. The results of this research show that the application of strict parenting carried out by parents towards children causes children to become closed, not/less able to communicate, and not skilled at adapting to new social environments. This is because children are not involved/not involved in making important decisions related to choices in their lives, this has implications for children failing to find the meaningfulness and value of the activities they do and/or do. Children do not have a sense of responsibility for the activities they do, because from the start they feel they are not involved in the decision-making process for the activities they do. Strict parenting produces children as objects and not as subjects who grow and develop in finding their identity. Keywords: Strict Parenting, Social Competence, Children.
Pengembangan Teori Pembelajaran Humanisme menurut Jurgen Habermas serta Relevansinya dalam Pendidikan Islam Labaso', Syahrial; Hestiana, Ratna
Early Childhood Islamic Education Journal Vol. 2 No. 01 (2021): Early Childhood Islamic Education Journal
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58176/eciejournal.v2i1.223

Abstract

: Teori pembelajaran humanisme meyakini bahwa proses pendidikan tidak diarahkan untuk membentuk kompetensi peserta didik, tetapi sebaliknya dimaksudkan untuk mengembangkan potensi yang melekat dalam diri peserta didik itu sendiri, sebagai pribadi yang unggul dan istimewa.  Sehingga sudut pandang yang digunakan ialah sudut pandang dari peserta didik sebagai individu pembelajar, sementara peran pendidik (guru) sebatas pada upaya dan usaha untuk memfasilitasi kebutuhan perkembangan diri dari peserta didik tersebut. Dalam proses pengembangannya menurut Jurgen Habermas, teori pembelajaran humanisme dapat dilaksanakan melalui tiga tahapan belajar, yaitu: belajar teknis (technical learning), belajar praktis (practical learning), dan belajar emansipatoris (emancipator learning). Melalui tiga tahapan belajar tersebut, peserta didik diharapkan dapat mencapai kesadaran yang utuh mengenai dirinya dan lingkungan sosialnya, hal inilah yang sekaligus menjadikan teori pembelajaran humanisme yang dikembangkan oleh Jurgen Habermas selaras dengan tujuan pendidikan Islam, sebab pada akhinya output dari teori pembelajaran humanisme ialah mencapai kearifan dan bijaksanaan hidup, sehingga seorang peserta didik dapat mengenali siapa dirinya, berikut peran sosial yang harus dilakukannya ditengah-tengah lingkungannya, sehingga pada akhirnya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya dengan semaksimal mungkin, tanpa tercerabut dari lingkungan kulturalnya.