Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sejarah Mesjid Sulaimaniyah Deli Serdang Sitorus, Ahmad Ardhi Mauluddin; Nawawi , Muhammad Imam; Hrp, Winda Yani; Dahlan, Zaini; Asari, Hasan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah dan arsitektur Masjid Sulaimaniyah di Deli Serdang, yang didirikan oleh Sultan Sulaiman Alamsyah pada tahun 1322 H (1901 M). Masjid ini merupakan salah satu warisan Kesultanan Serdang dengan desain arsitektur yang memadukan elemen budaya Melayu dan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan pengumpulan data melalui artikel, jurnal ilmiah, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Sulaimaniyah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol peradaban Islam, pusat kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan di wilayah Deli Serdang. Arsitekturnya menampilkan ciri khas Melayu melalui ornamen, penggunaan warna kuning dan hijau, serta desain kubah yang unik. Dengan kapasitas besar dan nilai sejarah yang tinggi, Masjid Sulaimaniyah menjadi kebanggaan masyarakat dan simbol integrasi budaya Melayu dengan nilai-nilai Islam.
Meminjamkan Barang Pinjaman Siregar, Pipi Darsina; Hrp, Winda Yani; Hasibuan, Muhammad Zakir; Ishfi, M. Hasan; Hafsah, Hafsah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pinjam meminjamkan barang merupakan suatu aktivitas yang merujuk pada meminjamkan barang tanpa imbalan, memiliki peran penting dalam interaksi sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam hukum Islam, hal ini menjadi topik yang menarik untuk dianalisis karena relevansinya dengan prinsip-prinsip syariah seperti keadilan, keikhlasan, dan kemaslahatan bersama. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji mengenai kegiatan pinjam meminjamkan barang dari perspektif hukum Islam, terutama dalam penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan pandangan fatwa ulama terkait. Pendekatan yang digunakan dalam analisis ini adalah studi literatur dengan mengacu pada sumber hukum Islam, termasuk Al-Qur’an, Hadis, dan pendapat para ulama. Kajian ini juga mempertimbangkan fatwa-fatwa dari lembaga keagamaan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan pinjam meminjamkan barang dianggap sah menurut hukum Islam jika memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti kejelasan barang yang dipinjamkan, kesepakatan kedua belah pihak, dan komitmen untuk mengembalikan barang dalam kondisi yang sama. Dalam perspektif hukum Islam, pihak yang meminjamkan barang (mu’ir) tetap memiliki kepemilikan penuh atas barang tersebut. Dan kegiatan ini juga dilihat sebagai bentuk amal yang dianjurkan dalam Islam, dengan catatan tidak ada eksploitasi atau keuntungan yang diambil dari peminjaman tersebut. Fatwa ulama menyoroti pentingnya menjaga niat ikhlas. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai prinsip-prinsip hukum Islam, kegiatan ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk membangun solidaritas sosial dan mendukung kebutuhan masyarakat tanpa melanggar prinsip syariah. Selain itu, fatwa ulama memainkan peran penting dalam memastikan implementasi ini sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan ke berkahan.
Tantangan Guru dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik di MTs Laboratorium UIN-SU Hrp, Winda Yani; Suryani, Ira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak memiliki peran yang sangat vital dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Guru, sebagai salah satu pihak yang berperan penting dalam dunia pendidikan, memegang tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada siswa. Akan tetapi, dalam praktiknya, banyak tantangan yang dihadapi oleh guru dalam upaya membentuk akhlak yang baik pada peserta didik. Tantangan-tantangan tersebut antara lain terkait dengan faktor internal, seperti rendahnya pemahaman guru tentang pentingnya pendidikan akhlak, serta faktor eksternal seperti pengaruh lingkungan sosial dan kemajuan teknologi yang berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Di samping itu, dukungan dari orang tua dan masyarakat juga memiliki peranan yang tidak kalah penting dalam mendukung proses pendidikan akhlak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis tantangan-tantangan yang dihadapi oleh guru dalam membentuk akhlak siswa serta mencari alternatif solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga dan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kualitas pendidikan akhlak di sekolah.
Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam (PAI) Di Mis Fajar Siddiq Sitorus, Ahmad Ardhi Mauluddin; Nawawi, Muhammad Imam; Hrp, Winda Yani; Halimah, Siti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.20090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi problematika dan tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah MIS Fajar Siddiq. Fokus utama penelitian adalah memahami sejauh mana penerapan Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI serta hambatan yang dihadapi guru dan siswa dalam proses implementasinya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah guru PAI di sekolah MIS Fajar Siddiq. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan observasi lapangan serta wawancara mendalam dengan guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI telah dilaksanakan sejak tahun 2021, walaupun secara implementasi belum maksimal. Terdapat tantangan signifikan dalam penerapan kurikulum ini. dari segi pelaksanaannya, kurikulum ini dinilai belum sepenuhnya matang, (2) sistem pendidikan yang dirancang masih menghadapi hambatan dalam realisasi di lapangan, (3) keterbatasan sumber daya manusia (SDM) serta sistem pelaksanaan yang belum tertata secara optimal turut menjadi kendala dalam penerapannya. Studi ini memberikan wawasan penting mengenai faktor-faktor yang menghambat implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PAI serta menyarankan upaya peningkatan kualitas pengajaran melalui pelatihan guru dan dukungan infrastruktur yang memadai.