Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Hukum dalam Membangun Kesadaran Hukum Masyarakat: Studi Kualitatif pada Siswa Sekolah di Wilayah Perkotaan dan Pedesaan : Penelitian Rahmad Rafid; Riski Febria Nurita; Raditya Pratama; A. Taufiq Hidayat; Ahlan; Indri Triawati; Mohammad Nasir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendidikan hukum dalam membangun kesadaran hukum di kalangan siswa di wilayah perkotaan dan pedesaan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kesadaran hukum siswa di kedua wilayah tersebut dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pendidikan hukum. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, yang melibatkan analisis terhadap literatur yang relevan mengenai pendidikan hukum, kesadaran hukum, serta perbedaan pendidikan di wilayah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini menemukan bahwa kesadaran hukum siswa di wilayah perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Di perkotaan, siswa memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan informasi hukum melalui kurikulum sekolah dan program penyuluhan yang lebih terstruktur, yang membantu meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap hukum. Sebaliknya, di wilayah pedesaan, kendala akses terhadap pendidikan hukum dan kurangnya program penyuluhan yang terstruktur menyebabkan pemahaman hukum siswa lebih terbatas. Meskipun demikian, penyuluhan hukum di pedesaan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesadaran hukum siswa, terutama jika dilakukan secara terus-menerus dan sesuai dengan konteks lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan hukum memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran hukum siswa di kedua wilayah tersebut, namun pendekatan yang lebih relevan dan aplikatif perlu diterapkan untuk mengatasi ketimpangan yang ada. Penyesuaian materi pendidikan hukum sesuai dengan kebutuhan lokal akan memperkuat efektivitasnya
TRANSFORMASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PPKN DI SEKOLAH TERTINGGAL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KOMUNITAS TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL Haikal Azwar Hazmi; Supriadi Supriadi; Rahmad Rafid
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8113

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kualitas manajemen pembelajaran PPKn di sekolah tertinggal yang cenderung belum kontekstual, minim partisipasi, serta kurang mengintegrasikan potensi kearifan lokal dan komunitas. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan akan model pembelajaran yang lebih adaptif dan berbasis konteks sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseptual manajemen pembelajaran PPKn berbasis komunitas yang terintegrasi dengan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis systematic literature review (SLR), melalui analisis terhadap artikel jurnal bereputasi, buku akademik, serta sumber kredibel lainnya dalam sepuluh tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dan thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi manajemen pembelajaran, pembelajaran berbasis komunitas, dan kearifan lokal menghasilkan model konseptual dengan komponen input, proses, dan output serta sintaks implementatif yang sistematis. Model ini berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan bermakna. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model pembelajaran PPKn berbasis bukti serta menjadi acuan praktis bagi pendidik dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tertinggal.