Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Effect of Room Temperature on the Spread of the Covid-19 Virus by Creating a Special Isolation Room with a Hot Temperature for Those Indicated as Medical Service Facilities Anwar, Hendi
Indonesian Journal of Visual Culture, Design, and Cinema Vol. 1 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Visual Culture, Design, and Cinema
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.955 KB) | DOI: 10.21512/ijvcdc.v1i2.8245

Abstract

During the Covid-19 pandemic, there were many alternatives to anticipate or anticipate through certain tools and media with less effectiveness and endanger the users, for example, a device that can be called a disinfecting chamber or "disinfection chamber". Quoted from CNN Indonesia, sourced from the WHO Indonesia Twitter account that not to spray alcohol or chlorine directly on the body, spraying such chemicals can be dangerous if exposed to clothing or mucous membranes (example: eyes, mouth) . Alcohol and chlorine can be used on the surface of the body with instructions or user guides. With an official statement from the world health organization directly that it can endanger health, there must be a breakthrough in new media that is safer for users . According to scientists from Aix-Marseille University in France, if the corona virus is exposed to high temperatures it can reduce the life span of the virus itself or can kill the virus itself at 92 degrees Celsius within 15 minutes (quoted from DetikHealt.com) . Giving heat to the room itself using heating by providing steam as in the sauna room and the interior elements are also applied special heat-resistant materials without compromising the safety and health of the users of the room . Then this room will be in health centers that move to handle patients who are examined and also useful for medical practitioners who treat patients . With a room that has a high temperature is expected to minimize the spread of the virus on an ongoing basis and neutralized our bodies outside of the virus in a safe way , because reported by various news , the specialists in internal medicine provide a statement that the virus that is outside the host or can be called a part of our body can last within 3 hours without handling such as washing hands using a handsanitizer or other treatments . The output of the research itself is a room with a hot temperature with wood material and the shape of the room adapts to the needs and existing literature, Then the benefits of this research can be realized a tool to inhibit the spread of the Covid-19 virus and can be used as much as possible for health workers and people who need it. Key Word : Covid-19, Disinfection Chamber , Isolation Room
PERENCANAAN DESAIN TAMAN LAYAK ANAK DI PERUMAHAN PUTERACO INDAH BANDUNG Anwar, Hendi; Rusyda, Hana Faza; Budiono, Irwana Zulfia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2186

Abstract

Taman merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang juga berfungsi sebagai paru-paru pada wilayah tersebut. Selain itu taman juga digunakan sebagai area untuk rekreasi warga yakni berkumpul, berjalan kaki, bermain, dan sebagainya. Seperti halnya pada taman di Perumahan Puteraco Indah. Taman ini memiliki area bermain dan biasanya memang banyak dilakukan oleh anak-anak dan warga sekitar. Namun berdasarkan survey yang telah dilakukan pada taman ini memiliki berbagai permasalahan, antara lain adalah zonasi area taman yang tidak terawat, kurangnya area hijau, serta furniture penunjang taman yang sangat minim khususnya untuk anak. Pemerintah setempat mengusulkan taman ini sebagai taman layak anak, dimana taman dapat mewadahi aktivitas dan kreativitas yang ramah terhadap anak. Sehingga tim Pengabdian Masyarakat bekerja sama bersama mitra untuk memberikan rancangan desain taman layak anak guna untuk mengembangkan ruang terbuka sehingga memberikan kenyamanan pada warga sekitar khususnya untuk anak. Perancangan ini diawali dengan survey dan diskusi mendalam yang terkait dengan solusi terhadap masalah yang ada. Setelah mendapatkan feedback dari warga tim pengabdian akan mengolah menjadi suatu desain yang efektif dan solutif yang juga berdasarkan pada prinsip desain yang berkelanjutan.
Identifikasi Klinik Pratama di Jawa Barat Terhadap Kenyamanan Psikologi Pengguna Ruang Saragih, Veranita Br.; Rusyda, Hana Faza Surya; Anwar, Hendi
DIVAGATRA - Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain Vol 3 No 2 (2023): DIVAGATRA #06
Publisher : Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/divagatra.v3i2.10779

Abstract

As time goes by, the human population level is increasing. Likewise with the development and increasing number of health units, especially clinics where the increasing number of clinics will lead to quite tight competition between clinics. The clinic itself is divided into two types, namely the primary and primary clinics. The clinic to be identified this time is a primary type clinic in West Java Province. For this reason, the facilities and spatial atmosphere that are applied to the interior elements available in a clinic will have an impact on the comfort of room users so that the number of visitors or patients arriving will increase. The author uses a qualitative research method to examine the interior design of this building, in which this method examines several primary clinic interiors located in West Java. Primary clinics that will be identified have the same inpatient provision. So it can be seen that the Pratama clinic in West Java has not paid attention to the design of interior elements which will have an impact on the psychology of space users.
IDENTIFIKASI TRANSFORMASI KORIDOR JALAN Ir. H. DJUANDA (DAGO) BANDUNG SEBAGAI PEMBENTUK PERSEPSI PENGGUNA Anwar, Hendi; Abdulhadi, Reza Hambali Wilman; Raja, Togar Mulya; Jannaty, Alifannisaa Rizqi Nuur; Aura, Arista Widyani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Urban dynamics often provide changes to the urban order, which is also seen in Dago road corridor of Bandung. Dago road corridor is a primary artery that is part of downtown Bandung where along the road there are educational buildings, commerce, services, worship, and occupancy. This research will be discussed about the corridor elements as a result of the transformation of the city, by identifying road corridor elements, followed by evaluating the arrangement of good urban design elements in a road corridor. The evaluation was conducted based on the results of the perception of Dago road corridor users related to the comfort and safety of the road corridor elements. This research uses a qualitative approach to case studies. The data collection method is done by observation method, as well as questionnaires. The determination of respondents using non-random sampling where respondents are selected only practitioners in the field of architecture and design, as well as students in the same field. The results of the study showed that overall the Dago street corridor has met the requirements of a good street based on the Great Street theory, which can be seen from the perception of respondents who showed a positive response to almost all criteria. This research can be used to be a consideration in the planning and development of the Dago road corridor.Abstrak: Dinamika perkotaan acap kali memberikan perubahan pada tatanan perkotaan, yang juga tampak di koridor jalan Ir.H. Djuanda (Dago) kota Bandung. Koridor jalan Dago merupakan arteri primer yang menjadi bagian dari pusat kota Bandung dimana sepanjang jalan tersebut terdapat bangunan pendidikan, niaga, jasa, peribadatan serta hunian. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai elemen koridor sebagai akibat dari transformasi kota, dengan melakukan identifikasi elemen koridor jalan, dilanjutkan dengan melakukan evaluasi mengenai penataan elemen rancang kota yang baik pada sebuah koridor jalan. Evaluasi tersetut dilakukan berdasarkan hasil persepsi pengguna koridor jalan Dago terkait kenyamanan serta keamanan terhadap elemen koridor jalan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi serta kuesioner. Penentuan responden menggunakan nonrandom sampling dimana responden yang dipilih hanya praktisi dalam bidang arsitektur dan desain, serta mahasiswa dalam bidang yang sama. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan koridor jalan Dago telah memenuhi persyaratan jalan yang baik berdasarkan teori Great Street, dimana dapat dilihat dari persepsi responden yang menunjukkan respon positif pada hampir semua kriteria. Penelitian ini dapat digunakan untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan pengembangan koridor jalan Dago.
STUDI KOMPARASI: PERAN ELEMEN DESAIN INTERIOR DALAM MEMBENTUK SUASANA RUANG PADA BAR & LOUNGE Amelia, Kiki Putri; Anwar, Hendi; Hambali, Reza
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Interior elements are aspects that can shape the atmosphere of a bar & lounge and form the image perceived by its visitors. Bars & lounges have different characteristics from restaurants in general, have different design emphases. The elements of physical and non-physical elements form the atmosphere of space and the perception of visitors. The basic elements forming and filling the space form the atmosphere of a room in a bar & lounge. This research uses a qualitative descriptive method by analyzing through comparisons of data from field observations from 4 different case studies and designer interviews. The building elements in the space are curated through designer interviews to find out the emphasis given in the design, namely shape, texture and lighting, then proceed with analyzing these elements in each case study The results of the study found that the dominant physical elements forming the space were from each of the 4 case studies of bar&loung design. Future research is expected to collect data from visitors to each case study for comparison.Abstrak: Elemen interior merupakan aspek yang dapat membentuk suasana dari sebuah bar & lounge dan membentuk citra yang dipersepsikan oleh pengunjungnya. Bar & lounge memiliki karakteristik yang berbeda dengan restaurant pada umumnya, memiliki penekanan-penekanan desain yang berbeda. Unsur-unsur elemen fisik dan non fisik membentuk suasana ruang dan persepsi dari pengunjung. Elemen dasar pembentuk dan pengisi ruang membentuk suasana ruang pada sebuah bar & lounge Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualititf dengan menganalisis melalui komparasi data hasil observasi lapangan dari 4 studi kasus yang berbeda dan wawancara designer. Elemen pembentuk pada ruang dikurasi melalui wawancara designer untuk mengetahui penekanan-penekanan yang diberikan dalam perancangan yaitu bentuk, tekstur dan pencahyaan untuk selanjutnya dilanjutkan dengan menganalisis elemen-elemen tersebut pada setiap studi kasus. Hasil penelitian dapat elemen fisik pembentuk ruang yang dominan dari masing-masing 4 studi kasus perancangan bar&loung. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pengumpulan data dari pengunjung masing-masing studi kasus untuk dibandingkan.
Pengaplikasian Hunian Green Design secara Sederhana untuk Menghadapi Dampak yang Ditimbulkan Pandemi Anwar, Hendi; Naufal, Moch Fatin Abdul; Abdulhadi, Reza Hambali Wilman
Waca Cipta Ruang Vol. 9 No. 2 (2023): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v9i2.3512

Abstract

One major objective of the green design philosophy that many homes have embraced these days is lessening the effects of global warming. This is due to the fact that architecture is one of the main causes of global warming. A global quarantine involving severe limitations on human movement was implemented in 2021 because to the COVID-19 pandemic, and homes were turned into places where people may engage in a variety of activities throughout the clock. This is due to the COVID-19 virus, which is indiscriminate in its transmission and dangerous to human life, particularly in immunocompromised individuals. In the ongoing pandemic, significant efforts have been made to halt the COVID-19 virus's spread. Benefits of green design have been found to extend beyond reduced energy use and global warming. In particular, it mitigates the COVID-19 virus's effects on housing, which is one method it prevents the virus from propagating. Through a number of journal reviews and prior research studies, this qualitative study examines the relationship between green design principles and human health and how to implement them in housing. Simple green design implementations in residential buildings are expected to mitigate the COVID-19 pandemic's effects, particularly with regard to the health of the occupants.
Redesain Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung dengan Pendekatan Adaptive Reuse Gilang Assa Ichwanto; Akhmadi, Akhmadi; Hendi Anwar
KalaTanda Vol 7 No 1 (2025): Kalatanda September 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i1.9305

Abstract

Gedung Kesenian Rumentang Siang merupakan salah satu gedung pertunjukan yang masih aktif di Kota Bandung, meskipun fasilitasnya sudah kuno. Gedung ini awalnya dibangun sebagai gedung bioskop dan kemudian dialihfungsikan. Kota Bandung merupakan kota dengan beragam komunitas seni dan seniman yang sedang berkembang, dengan lebih dari 887 jenis kesenian yang tersebar di berbagai sanggar, komunitas, dan padepokan. Meskipun Kota Bandung begitu kaya akan seni, masalah yang dihadapi adalah kurangnya gedung pertunjukan yang sesuai dan memadai. Hal ini menjadi masalah karena terbatasnya ruang dan lahan yang dapat digunakan untuk membangun gedung pertunjukan baru akibat padatnya penduduk di kota ini. Pengoptimalan gedung yang ada dapat menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi dan memfasilitasi penggiat seni yang jumlahnya semakin banyak. Dengan banyaknya pertunjukan seni yang diadakan, Gedung Rumentang Siang yang merupakan salah satu gedung heritage yang digunakan sebagai gedung pertunjukan hanya akan semakin terbebani. Pendekatan adaptive reuse biasa digunakan pada bangunan heritage dalam pelestariannya agar tidak mengurangi nilai sejarah yang terdapat pada bangunan tersebut. Perancangan gedung pertunjukan Rumentang Siang ini diharapkan dapat menciptakan gedung pertunjukan yang memiliki fasilitas dan aksesibilitas mumpuni untuk memfasilitasi penggiat seni Kota Bandung serta merancang gedung pertunjukan yang terbarukan dengan tetap mempertahankan nilai sejarah dan budaya.
Desain Interior Masjid Pondok Pesantren Darussalam, Ciwidey yang Bernuansa Masjid Nabawi dan Ramah Protokol Kesehatan Akhmadi, Akhmadi; Hambali Wiman, Reza; Anwar, Hendi; Terinza
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Charity: Jurnal Pegabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren (ponpes) merupakan salah satu metode pendidikan islam tertua yang lahir sejak sebelum zaman kemerdekaan. Fasilitas prasarana untuk kegiatan ponpes biasanya dibuat dengan fungsi yang bisa menampung banyak orang namun tetap nyaman dan aman. Salah satu kebutuhan prasarana pondok pesantren adalah rumah ibadah atau masjid. Masjid digunakan sebagai titik kumpul dan pusat kegiatan utama ponpes sehingga keberadaan masjid menjadi cerminan dari kesejahteraan pondok pesantren tersebut. Masjid Ponpes Darussalam Ciwidey direncanakan dibangun hingga akhir tahun 2022. Proses pembangunan memerlukan desain dan perencanaan yang baik. Abdimas ini bertujuan untuk membantu desain perencanaan masjid Ponpes Darussalam. Metode yang digunakan acara melalui observasi, wawancara, dan diskusi secara langsung di tempat ponpes. Hasil desain berupa rencana masjid yang bisa mengakomodasi keinginan pengasuh ponpes yaitu interior masjid yang bernuansa Masjid Nabawi namun tetap mengikuti protokol kesehatan demi menjaga keselamatan seluruh warga pondok pesantren.
PERANCANGAN INTERIOR REST AREA DE NGASO SOREANG DENGAN PENDEKATAN BHIOPILIC DESIGN Wardani, Oktavianti Khuszumah; Rusyda, Hana Faza Surya; Anwar, Hendi
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergerakan penduduk dari suatu tempat ke tempat yang  lain merupakan hal  yang  kerap  dijumpai  di  kalangan  masyarakat.  Mobilitas  penduduk  tidak selamanya bersifat menetap di suatu wilayah tertentu, biasanya mereka akan mecari tempat  yang  paling  nyaman  menurutnya.  Rest  Area  merupakan  tempat  yang menyediakan  fasilitas  yang  dapat  digunakan  oleg  pengguna  jalan  sehingga  baik pengemudi, penumpang maupun kendaraannya dapat beristirahat untuk sementara karena alasan Lelah. De Ngaso merupakan salah satu Rest Area dan tempat wisata keluarga yang terletak di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Metodologi yang diterapkan  pada  perancangan  ini  adalah melalui  hasil  observasi,  wawancara  dan literatur. Seiring berjalannya waktu, perkembangan dalam pembangunan kawasan pariwisata akan berdampak pada banyaknya konflik yang bermunculan  terkait  isu kerusakan lingkungan. Berdasarkan isu-isu yang telah disebutkan, maka pendekatan biophilic dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang ada. Pendekatan ini akan diterapkan  pada  perancangan  bangunan  rest  area  dengan  tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan desain yang ramah lingkungan. Maka dari itu dibutuhkan sebuah  kawasan yang menyediakan berbagai  jenis  fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan para pengendara ataupun pengunjung sebagai tempat istirahat sehingga dapat melakukan perjalanan dengan selamat hingga sampai di tujuan. Kata Kunci: rest area, biophilic, mobilitas penduduk, kerusakan lingkungan
PERANCANGAN BARU INTERIOR PUSAT PENGEMBANGAN DAN INFORMASI PARIWISATA LABUAN BAJO DENGAN PENDEKATAN TEKNOLOGI Fawwaz, Rafif; Anwar, Hendi; Surya Rusyda, Hana Faza
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di Indonesia, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang diharapkan dapat membantu membangun kehidupan perekonomian rakyat Indonesia. Labuan Bajo terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Labuan Bajo memiliki beragam wisata yang sudah terkenal hingga mancanegara. Namun berdasarkan salah satu Jurnal Destinasi Wisata Vol.8 No. 2 tahun 2020 menyebutkan bahwa salah satu kendala yang terjadi saat ini di Labuan Bajo yaitu kurangnya kualitas sumber daya manusia pada pengembangan sektor pariwisata. Berdasarkan kendala dan masalah-masalah yang ada, dibutuhkan sebuah fasilitas yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut serta dapat mengembangkan sektor pariwisata di Labuan Bajo. Pihak pemerintah daerah telah merencanakan penyediaan fasilitas Pusat Informasi Pariwisata/Tourism Information Center (TIC) beserta dengan Pusat Pelatihan bagi sumber daya manusia di Labuan Bajo sebagai salah satu media pengembangan sektor pariwisata dikemudian hari. Pada perancangan kali ini, pendekatan desain yang dipilih yaitu pendekatan teknologi. Pendekatan Teknologi dipilih sebagai salah satu cara desainer untuk memenuhi penyampaian informasi yang berhubungan dengan pariwisata di Labuan Bajo serta menjadi sarana edukasi bagi SDM. Tema yang dibawa pada perancangan kali ini yaitu Educational Information, atau dalam bahasa Indonesianya Informasi yang Edukatif. Pada tema tersebut diharapkan terciptanya desain interior dengan tujuan menyampaikan informasi yang dapat mengedukasi wisatawan maupun masyarakat lokal.Kata Kunci : Pariwisata, Pusat Informasi Pariwisata, Teknologi