Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dialectics of Independence and Hegemony in the Novel Bakri Sang Guru Demonstran Zulita, Diana; Syamsi, Kastam; Efendi, Anwar; Hartono, Hartono
Jurnal Arbitrer Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.10.4.348-359.2023

Abstract

This research aims to describe the dynamics that occur as a result of conflict between two opposing parties, namely the minority party and the ruling party. The approach used is qualitative descriptive with a three-dimensional analysis of Norman model discourse Fairclough, namely texts, discourse practices, and sociocultural practices. The steps in this research include: reading the novel Bakri Sang Guru Demonstran; sorting data accordingly; and interpreting and concluding data. The results of this research are as follows following. First, text analysis shows that the author uses linguistic features to convey ideology about the ideal teacher figure and how the powerful try to intervene against minority groups. Second, seen from the perspective of discourse practice, text production is influenced by the author’s background as a practitioner of education and this novel was written to provide education to readers about the ideals of teachers and the challenges they face. Third, the sociocultural dimension shows that the flow story in the novel represents various problems that occur in society, especially in the field of education. That matter can be seen from various reports that appear in space public. Implications from the study This is possible to increase the breadth community (reader) understanding of the dynamics of the world of education and improvement system education through policy.
ANALISIS SEMIOTIKA MEME AMERIKA VS IRAN DI TWITTER Alfi, Kunti Zahrotun; Zulita, Diana
Journal of Language and Literature Education Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jolale.v2i4.3444

Abstract

Meme tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik, sindiran, dan representasi kondisi sosial-politik global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis meme pertandingan antara Amerika Serikat vs Iran dalam ajang piala dunia Qatar 2022 di twitter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui metode simak melalui teknik rekam layar (screenshoot) dengan memanfaatkan smartphone (gawai) sebagai media pengumpulan data. Data yang ditemukan dianalisis sesuai dengan teori semiotika Pierce yang menekankan 3 unsur utama, yaitu tanda, objek, dan interpretant. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 9 meme yang berkaitan dengan pertandingan Amerika vs Iran pada piala dunia di twitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda dalam meme diwujudkan melalui unsur visual dan verbal, seperti gambar kerusuhan, bangunan terbengkalai, stadion rusak, pesawat tempur, peta wilayah, bendera negara, serta tokoh politik yang dikombinasikan dengan teks singkat. Objek dalam meme adalah pertandingan sepak bola Amerika Serikat vs Iran yang dikaitkan dengan sejarah konflik politik kedua negara. Adapun interpretant menunjukkan bahwa meme dimaknai sebagai bentuk satire dan sindiran terhadap potensi konflik global, khususnya narasi tentang perang dunia ketiga. Satire dibangun melalui penggunaan ikon berupa visual peperangan dan kehancuran, indeks berupa tanda ancaman dan ketegangan, serta simbol berupa bendera negara, tokoh politik, dan peta wilayah yang merepresentasikan relasi kekuasaan geopolitik. Selain itu, bahasa satire dalam meme berfungsi untuk mengekspresikan kecemasan kolektif, menyindir sensasionalisme publik, serta mendekonstruksi narasi berlebihan mengenai perang dunia ketiga. Dengan demikian, meme di twitter dapat dipahami sebagai media ekspresi yang efektif dalam menyampaikan kritik secara tidak langsung melalui humor dan ironi.