Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL FISIKA

Kajian Struktur Serat dan Porositas Masker Udara Handika Dany Rahmayanti; Rahmawati Rahmawati; Euis Sustini; Mikrajuddin Abdullah
Jurnal Fisika Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v8i1.13966

Abstract

There are 6 brands of air masks on the market that are Evo med, Nexcare carbon, Nexcare daily, Indomaret, Borma and Evo club. All masks on the market have 3 layers. Based on the results of microscopy testing showed that the fiber diameter image of all mask brands in layer 2 is smaller than layer 1 and 3. Generally, all brands of masks show a uniform fiber size distribution. From the surface porosity measurements, Borma masks have a larger porosity than other masks in layers 1, 2 and 3 ie 60.64%, respectively; 42.95% and 63.58%. The results show that the difference in mask price in the market does not show the quality standards of different mask filters. Furthermore, the results of this study may contribute to the development of research on masks.
Karakterisasi Sifat Penyerapan Nata de Coco Kering Terpadatkan Terhadap Bolu Rahmayanti, Handika Dany; Ardiani, Septia; Akmalia, Nurul; Kartika, Tipri Rose; Suryani, Meuthia
Jurnal Fisika Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v12i1.33429

Abstract

Pada penelitian ini kami mensintesis nata de coco (NDC) dengan metode standar. Kemampuan daya serap air (absorbsi) dari NDC kering terpadatkan ini juga kami selidiki. Pada pengujian absorbs kami juga membandingkan dengan NDC komersial yang ada di pasaran. Guna mengetahui prospek komersial, absorsivitas air silika gel juga diuji. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa NDC kering terpadatkan mampu menyerap kelembaban air yang sebanding dengan absorpsivitas silika gel komersial. Ketiga merek NDC yakni NDC pada sampel merek B, C, dan F menunjukkan penyerapan lebih tinggi dibandingkan silika gel dan nilai ini terus mengalami kenaikan mulai hari ke-1 sampai hari ke-5. Jumlah air yang terserap oleh sampel nata de coco pada hari ke-5 yakni sebesar 15,087% (B); 21,86% (C) dan 22,664% (F). Nilai ini lebih besar bila dibandingkan penyerapan oleh silika gel pada bolu yakni sebesar 15,532%. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nata de coco mempunyai daya serap yang cukup tinggi.
Analisis Kapilaritas Air pada Kain Ardiani, Septia; Rahmayanti, Handika Dany; Akmalia, Nurul
Jurnal Fisika Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i2.21394

Abstract

Kajian mengenai kapilaritas serapan air pada kain merupakan hal yang sifatnya sederhana namun penting dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai karakteristik kain serta demi berkembangnya penelitian mengenai daya serap berbagai jenis kain. Pada penelitian ini digunakan enam jenis kain yaitu kain satin, kain flanel, kain katun, kain sifon, kain crepe, dan kain jersey. Pada pengujian kapilaritas serapan air pada kain, besaran fisika yang dianalisis adalah ketinggian dan kelajuan serapan air. Berdasarkan hasil uji kapilaritas pada kain didapatkan bahwa ketinggian serapan air sebanding dengan kelajuan serapan air. Kelajuan serapan air menunjukkan kapilaritas serapan. Nilai ketinggian serapan air tertinggi adalah kain flanel yakni berkisar 5,1±0,2 cm sedangkan ketinggian serapan air terendah adalah kain satin yakni 2,4±0,2 cm. Kain katun, sifon, dan jersey memiliki ketinggian serapan air yang hampir sama. Kapilaritas tertinggi adalah kain flanel sebesar 0,086 cm/s sedangkan kapilaritas terendah adalah kain satin sebesar 0,040 cm/s. Kain  katun, sifon, dan jersey memiliki kapilaritas serapan air yang sama yaitu 0.070 cm/s.
Karakterisasi Sifat Mekanik Benang Wol dan Benang Kasur Rahmayanti, Handika Dany; Munir, Rahmawati; Sustini, Euis; Abdullah, Mikrajuddin
Jurnal Fisika Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i1.19421

Abstract

Kajian mengenai karakteristik sifat mekanik benang merupakan hal yang sifatnya sederhana namun penting dilakukan demi berkembangnya penelitian mengenai serat dan benang. Pada penelitian ini digunakan dua jenis benang di pasaran yakni benang wol dan benang kasur. Karakterisasi meliputi kekuatan benang, elongasi, tenacity dan modulus Young. Berdasarkan hasil uji tarik didapatkan nilai kekuatan, elongasi dan tenacity dari benang. Nilai kekuatan benang wol berkisar 1269,09gram-1551,32gram. Dari kurva hasil uji tarik dapat diestimasi nilai modulus Young dari benang wol yang ada di pasaran yaitu 295 MPa-439 MPa. Sedangkan untuk hasil karakterisasi benang kasur di pasaran didapatkan bahwa benang mampu menahan beban maksimum 4794,12 gram-5895,45gram dan nilai modulus Young dari benang kasur didapatkan nilai 389,7MPa-495,29 MPa.
Penggunaan Image Tracking untuk Pengukuran Sifat Mekanik pada Kertas Munir, Rahmawati; Rahmayanti, Handika Dany; Amalia, Nadya; Viridi, Sparisoma; Abdullah, Mikrajuddin
Jurnal Fisika Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i1.19393

Abstract

Berbagai metode karakterisasi telah digunakan untuk memahami sifat mekanik bahan dengan menggunakan metode yang canggih atau metode paling sederhana. Pada penelitian ini dikembangkan metode sederhana untuk menghitung modulus elastis dengan menggunakan image tracking pada kertas A4 (100 g) yang membengkok dengan menerapkan prinsip balok cantilever. Metode ini menggunakan software video tracker 4.94 (Open Source) yang dapat dioperasikan dengan OS Windows. Preparasi sampel dilakukan dengan memotong kertas berukuran 16 cm x 5 cm. Pengambilan gambar dilakukan dengan menvariasikan sudut kelengkungannya pada sampel berbentuk persegi panjang (diasumsikan homogen). Profil lentur balok cantilever pada kertas difoto menggunakan kamera digital. Tracking koordinat dilakukan pada beberapa titik di setiap segmen sampel. Kebergantungan elastisitas terhadap parameter densitas dan penampang balok cantilever juga menjadi dasar dalam mengembangkan metode pengukuran ini. Data penampang dan kerapatan berdasarkan gambar profil lentur setiap bahan yang diperoleh dapat digunakan untuk menghitung modulus elastisitasnya. Hasil penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan penelitian tentang pengukuran sifat mekanik bahan.