Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KINERJA PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELULUSHIDUPAN LARVA IKAN ARWANA SILVER (Osteoglossum bicirrhosum) PASCATRANSPORTASI DENGAN LAMA DURASI YANG BERBEDA Sukendar, Windu; Juanda, Eki; Redha, Akhmad Rasyid; hasrah, Hasrah; Apriyanto, Yudi; Muzakar, Kahar; Muthia, Siti; BAchry A, Syamsul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7315

Abstract

Prospek budidaya ikan arwana silver di Kabupaten Kapuas Hulu sangat baik dengan peminat yang tersebar secara nasional dan internasional. Namun melihata kondidsi Kabupaten Kapuas Hulu yang berada di bagian ujung Provinsi Kalimantan Barat mengakibatkan jarak dan waktu untuk transportasi ikan ke konsumen membutuhkan waktu yang lama. Transportasi dalam waktu yang lama jika tidak dilakukan secara cermat dan hati-hati akan membuat ikan menjadi stres selama proses tranportasi dan bahkan dapat mengakibatkan kematian larva, kematian larva ikan juga dapat terjadi pasca larva ditransportasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan larva ikan arwana silver setelah ditransportasikan dengan durasi transportasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 2 ulangan, perlakuan dalam penelitian ini yaitu lama durasi transpotaasi larva arwana silver (Perlakuan A 12 jam; Perlakuan B 15 Jam; Perlakuan C 18 jam). Hasil penelitiaan menunjukan bahwa lama durasi transportasi larva arwana silver tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan ikan arwana silver. Tingkat kelulushidupan ikan arwana silver pascatransportasi dan pemeliharan menujukkan hasil yang berbeda nyata dengan kelulusanhidupan tertinggi terdapat pada perlakuan A (12 Jam) sebesar 100%. Kualitas air selama penelitian masih berada pada kisaran yang ideal untuk menunjang kehidupan dan pertumbuhan arwana silver.
Performance Kualitas Air Tambak Terhadap Kondisi Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Shilman, M. Idham; Purnamawati, Purnamawati; Susanti, Romi; Redha, Akhmad Rasyid
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7702

Abstract

Budidaya udang Litopenaeus vannamei dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas air yang menentukan tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa kualitas air serta hubungannya dengan pertumbuhan udang vaname pada masa pemeliharaan. Pengamatan dilakukan secara in situ dan ex situ selama 80 hari masa pemeliharaan (Day of Culture/DOC 0–80) dengan mengukur parameter fisika, kimia, dan biologi. Hasil pengukuran menunjukkan suhu berada pada kisaran optimal (29–34℃) dengan tingkat kecerahan 30 cm pada DOC 56. Parameter kimia menunjukkan pH relatif stabil (6,88–7,63) dengan kondisi ideal, sedangkan DO cenderung rendah pada DOC 28 dan DOC 64 (2,0 mg/L). Salinitas berkisar 13–14 ppt tergolong rendah, sementara alkalinitas rendah teramati pada DOC 56 (40,8 mg/L). Hardness berada pada kisaran 2.756–3.573 mg/L dan dinilai ideal. Nilai TOM (54,50–68,26 mg/L) dan TAN (0,33–0,98 mg/L) menunjukkan kondisi masih sesuai untuk budidaya. Konsentrasi nitrit masih pada kondisi ideal yaitu dibawah 1 mg/l. Namun, nilai fosfat meningkat pada DOC 56 (0,44 mg/L). Dari parameter biologi, total bakteri mencapai 45×10³ CFU/ml dengan dominasi non-Vibrio (TVC 45%), sehingga masih aman bagi pemeliharaan. Hasil sampling pertumbuhan yang dilakukan setiap 7–10 hari menunjukkan kondisi pertumbuhan yang baik, dengan ADG tertinggi pada DOC 70 sebesar 0,29 g/hari dan ABW pada DOC 80 mencapai 15,53 g. Secara keseluruhan, performa kualitas air masih mendukung pertumbuhan udang vaname meskipun terdapat beberapa parameter yang perlu diperbaiki. Untuk meningkatkan kondisi kualitas air pada tambak tersebut, sebaiknya dilakukan penambahan kincir air (PWA) menjadi minimal 8 unit untuk meningkatkan konsentrasi oksigen dan sirkulasi air di tambak. Serta, perlu dilakukan penyiphonan pada dasar tambak secara rutin dimulai pada DOC 40 hari, untuk mengurangi jumlah bahan organik pada dasar tambak.
Pengaruh Penambahan Bubuk Kunyit (Curcuma domestica) Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Muzakar, Kahar; Sukendar , Windu; Tarno, Slamet; Apriyanto, Yudi; Juanda, Eki; Hasrah, Hasrah; Redha, Akhmad Rasyid; Muthia, Siti; Bachry, Syamsul; Nofembrianti, Nofembrianti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9015

Abstract

Ikan baung (Hemibagrus nemurus) merupakan salah satu ikan lokal yang terdapat didaerah Kabupaten Kapuas Hulu. Ikan baung masih banyak diperjual belikan oleh masyarakat Kapuas Hulu.Budidaya ikan baung di Kapuas Hulu masih minim, yang disebabkan oleh harga pakan yang mahal serta pertumbuhan ikan baung yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan dan kelangsungan ikan baung selama budidaya dengan menambahkan bubuk kunyi ke dalam pakan komersil. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan pada penelitian ini, yaitu kontrol (pakan komersil), perlakuan 1 (PA), yaitu pakan komersil yang ditambahkan bubuk kunyit sebanyak 3 gram/kg; perlakuan 2 (PB), yaitu pakan komersil yang ditambahkan bubuk kunyit sebanyak 6 gram/kg dan perlakuan 3 (PC), yaitu pakan komersil yang ditambahkan bubuk kunyit sebanyak 9 gram/kg. Parameter yang diamati, yaitu pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan  baung serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan pada tiap-tiap pelakuan. Pertumbuhan mutlak benih ikan baung tertinggi terdapat pada perlakuan 2, yaitu penambahan bubuk kunyit ke dalam pakan ikan komersial sebanyak 6 gram/kg. Tingkat kelangsungan hidup benih ikan baung selama penelitian untuk semua perlakuan, yaitu 100 % dan kualitas air selama penelitian yaitu suhu 29,8-30,5 °C; pH 6,5-7,5; DO 4,5-7,3 mg/L dan amoniak 0,5 mg/L untuk menunjang kehidupan serta pertumbuhan benih ikan baung. Kata kunci: Ikan baung, Pertumbuhan mutlak, Tingkat kelangsungan hidup, Kunyit