Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TINGKAT KEBISINGAN PETUGAS GROUND HANDLING DI BANDARA NGURAH RAI BALI Nyoman Surayasa; I Made Tapayasa; I Wayan Putrayadnya
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.5.2.378.63-69

Abstract

Bandara Ngurah Rai adalah bandara internasional di Bali, dan Bali merupakan salah satu tujuan wisata dengan banyak pengunjung baik wisatawan internasional taupun domestik. Hal ini akan meningkatkan frekuensi lalu lintas udara dan jumlah jenis pesawat. Kondisi ini merupakan salah satu faktor terjadinya risiko kebisingan, yang berakibat pada kemungkinan timbulnya gangguan pendengaran bagi pekerja bandara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kebisingan yang berdampak pada pekerja di lapangan terbang di Bandara Ngurah Rai. Metode cross sectional digunakan sebagai metode analisis data, dimana sebanyak 44 sampel data yang dihimpun secara acak. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner untuk mengetahui masa kerja, alat pelindung diri, dan pengukuran tingkat kebisingan yang digunakan oleh para staf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada Divisi Administrasi adalah antara 49,6-52 dBA. Namun, pada Divisi Teknis pada pukul 08.00 - 16.00 adalah rata-rata antara 88,3-90,9 dBA, pukul 16.00 - 24.00 itu antara 89,3-93,5 dBA dan pukul 24.00 - 08.00 itu antara 69,9-73,2 dBA. Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat kebisingan pada divisi administrasi berada di bawah nilai ambang batas, sedangkan pada divisi teknis antara pukul 08.00 - 16.00 dan 16.00 - 24.00 berada di atas ambang batas, tetapi antara pukul 24.00 - 08.00 berada di bawah nilai ambang batas. Pada hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan bahwa pekerja harus selalu memiliki pelindung pendengaran pada saat bekerja. Perusahaan juga harus menyediakan tes audiometri untuk staf mereka secara berkala, menerapkan sistem rotasi kerja (work shift) untuk personel yang memiliki gangguan pendengaran. Selain itu studi ini menggarisbawahi setiap perusahaan penerbangan harus menerapkan sanksi kepada personil yang tidak memiliki pelindung pendengaran. Kata kunci: tingkat kebisingan, pekerja di lapangan terbang
TAJAM DENGAR PETUGAS GROUND HANDLING AKIBAT TINGKAT KEBISINGAN DI BANDARA NGURAH RAI BALI Nyoman Surayasa; I Made Tapayasa; I Wayan Putrayadnya
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.6.1.458.44-50

Abstract

ABSTRACT Noise that occurs at Ngurah Rai Airport can cause hearing loss. The purpose of this research is to know hearing loss of the staff in the airfield, relationship between hearing loss and the characteristics of the respondents (working period and use of personal protective equipment), and to know the difference of hearing loss in the engineering division and the administration department at Ngurah Rai Airport. The cross sectional method was used to analys data, 44 samples are collected randomly. Data were collected by interview using questionnaires. Results showed that 16.7% of administrative staff has hearing loss, while 83.3% were normal. In the engineering division, 60.5% has hearing loss and 39.5% has normal. Based on staff with a working period of ≤ 20 years, 37.5% has hearing loss and 62.5% has normal. Based on staff with a working life of> 20 years, 77.3% has hearing loss and 22.7% has normal. Based on staff who often use ear protection, 66.7% of hearing is normal and 33.3% is not normal. Based staff who did not use ear protection, 5.9% of hearing is normal and 94.1% is not normal. Keyword: planning, labor costs, construction projects