Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Muhkam dan Mutasyabih Dalam Al-Qur'an: Implikasi Teologis dari AlMuhkam dan Al-Mutasyabbih dalam Al-Qur'an Waode Mabrukah Azzahrah; Achmad Abubakar; Abdul Ghany
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyelidiki gagasan tentang ayat-ayat muhkam dan mutasyabih dalam Al-Qur'an dan konsekuensikonsekuensi religius yang terkait. Ayat-ayat muhkam adalah ayat-ayat yang memiliki implikasi yang jelas, tegas, dan tersurat, yang memberikan dasar dan standar yang kuat dalam pelajaran Islam. Ayat-ayat mutasyabih, di sisi lain, mengandung simbolisme dan metafora yang meningkatkan aspek spiritual dan intelektual dari teks suci dan memiliki makna yang ambigu dan memerlukan analisis mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa ayat-ayat muhkam memberikan panduan praktis dan hukum yang jelas bagi umat Islam, sedangkan ayat-ayat mutasyabih mendorong refleksi yang mendalam dan pengembangan pemahaman teologis dengan menganalisis karakteristik, fungsi, dan tujuan dari kedua jenis ayat ini. Dalam menafsirkan Al-Qur'an, di mana ayat-ayat muhkam dan mutasyabih saling melengkapi satu sama lain dalam menyampaikan pesan Ilahi, studi ini menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif dan holistik. Ayat-ayat tersebut memiliki implikasi teologis yang penting bagi perkembangan pemikiran Islam kontemporer, termasuk pemahaman yang lebih mendalam tentang sifat Tuhan, esensi ajaran Islam, dan dinamika penafsiran teks-teks suci.
MAQASHID SYARIAH DAN MASLAHAH SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN EKONOMI ISLAM Waode Mabrukah Azzahrah; Rahmawati mu’in; Muslimin Kara
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan akhir ekonomi Islam adalah sebagaimana tujuan dari syariat Islam itu sendiri (maqashid asy syari’ah), yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah) melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat (hayyah thayyibah). Mewujudkan kesejahteraan hakiki bagi manusia merupakan dasar sekaligus tujuan utama dari syariat Islam (mashlahah al ibad), karenanya juga merupakan tujuan ekonomi Islam. Perlindungan terhadap mashlahah terdiri dari 5 (lima) mashlalah, yaitu keimanan (ad-dien), ilmu (al-‘ilm), kehidupan (an-nafs), harta (al-maal) dan kelangsungan keturunan (an-nash) yang kelimanya merupakan sarana yang dibutuhkan bagi kelangsungan kehidupan yang baik dan terhormat. Jika salah satu dari lima kebutuhan ini tidak tercukupi niscaya manusia tidak akan mencapai kesejahteraan yang sesungguhnya. Sebagai suatu dari cabang ilmu, ekonomi Islam bertujuan untuk mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan bagi setiap individu yang membawa mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah)
KONSEP DASAR DALAM KEUANGAN SYARIAH Waode Mabrukah Azzahrah; Amalia Nur Rahman; Mukhtar Lutfhi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem keuangan syariah didasarkan pada serangkaian prinsip dasar yang mencerminkan nilai-nilai etika Islam dan memberikan pedoman untuk aktivitas keuangan yang adil dan berkelanjutan, Salah satu prinsip utama dalam sistem ini adalah larangan riba, yang melibatkan penghindaran bunga dalam transaksi keuangan. Prinsip ini berakar pada ajaran Islam yang melarang mendapatkan keuntungan dari uang secara tidak adil. Selain itu, prinsip kepemilikan bersama (musharakah) dan bagi hasil (mudharabah) adalah inti dari sistem keuangan syariah . Musharakah menggalang kerjasama dan kepemilikan bersama dalam bisnis atau investasi, sementara mudharabah menekankan pembagian keuntungan dan kerugian antara pihak-pihak yang terlibat. Prinsip ini mempromosikan konsep tanggung jawab bersama dan berbagi risiko, yang menciptakan keseimbangan dalam hubungan ekonomi.
ANALISIS BLUE OCEAN STRATEGY DALAM PERSPEKTIF ISLAM (STUDI KASUS UMKM) Waode Mabrukah Azzahrah; Agustang Agustang; Sudirman Sudirman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Blue Ocean Strategy dalam pengembangan UMKM dari perspektif Islam, untuk menilai kesesuaiannya dengan prinsip syariah dan kontribusinya terhadap penciptaan nilai serta keberlanjutan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini selaras dengan maqashid al-syariah, memungkinkan pelaku usaha menciptakan inovasi dan diferensiasi tanpa melanggar nilai-nilai agama. Implementasinya mendukung Hifzh ad-Diin melalui praktik bisnis halal dan jujur, Hifzh an-Nafs dengan menjamin keselamatan konsumen dan karyawan, Hifzh al-‘Aql melalui analisis pasar dan pengambilan keputusan yang tepat, Hifzh an-Nasl dengan memperhatikan kesejahteraan keluarga dan pendidikan Islami, serta Hifzh al-Maal melalui pengelolaan harta secara produktif. Strategi ini tidak hanya meningkatkan daya saing UMKM, tetapi juga memperkuat keberkahan, etika, dan keberlanjutan bisnis. Disarankan pelaku UMKM terus mengintegrasikan prinsip maqashid al-syariah dalam inovasi dan model bisnis untuk menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan spiritual secara berkelanjutan.