Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Level 1 Regional Trainer Training as an Effort to Increase the Competence of Taekwondo Coach’s in East Java Slamet Junaidi; Puspodari; Dhedhy Yuliawan; Moh. Nur Kholis; M. Akbar Husein Allsabah; Sugito; Weda; M. Yanuar Rizki; M. Khoirul Akbar
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i1.2599

Abstract

Coaching for beginner sportsmen is ussualy carried out by coaches who have basic level training knowledge, of course, their training abilities are very limited. The best coaches who have competence usually train senior athletes. It is truly ironic that even at a critical and sensitive age for the development of physical abilities, beginber sportsmen are handled by inadequate coaches. Actually training at the level of beginner athletes requires knowledgeable and skilled trainers so they can teach the right movements and provide examples of the right skill. Coaches who deal with athletes at a basic level should understand the pattern of growth and development of novice athletes. One way that must be done is to make improvements by building and implementing a long term athlete development system that allows coaching athletes from an early age by providing training that is appropriate to their lever of growth and development. Efforts to improve the competence of basic level taekwondo trainers through Level 1 Regional trainer training activities seek to encourage the need for reconstruction of coaching and achievement programs that do not only rely on the athlete’s side, but are also accompanied by the coach’s role and strategy in designing training programs for athletes effectively and on target. The purpose of this community service activity is to provide program output, namely the creation of quality coaches who have good competence and skills to coach athletes. Effort to improve the competence of basic level taekwondo trainers through the level 1 regional trainers training activities are expected to continue to become programs or agendas in academic forums that become spearheads for athlete achievement to transform the skills and competency needs of trainers
Pelatihan Penggunaan Aplikasi TENDA IOT174 untuk guru PJOK SMA/SMK Kota Kediri Nur Ahmad Muharram; Budiman Agung Pratama; Reo Prasetiyo Herpandika; Weda Weda; Wing Prasetya Kurniawan; M. Akbar Husein Allsabah; Rendhitya Prima Putra
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v2i2.70

Abstract

Aplikasi TENDA IOT174 merupakan Aplikasi yang digunakan untuk menganalisa suatu gerakan teknik dasar pada cabang olahraga bolavoli yang merupakan aplikasi yang tergolong baru. Banyak daerah di Jawa Timur yang sudah menggunakan aplikasi tersebut untuk menganalisa teknik dasar bolavoli siswa sekolah dalam pembelajaran PJOK. Namun terdapat pula masih banyak daerah di Jawa Timur yang belum mengenal aplikasi TENDA IOT174 ini termasuk Kota Kediri. Program pelatihan penggunaan aplikasi TENDA IOT174 untuk guru PJOK ini bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan guru PJOK sehingga bisa diaplikasikan dalam menilai pada saat pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan aplikasi tersebut sehingga membantu dan mempermudah didalam menilai pada aspek Psikomotor siswa.
Analysis of "Goboy" Traditional Games on Fundamental Basic Movements of SD Laboratory UNP Kediri Students Amri Irawan Saputra; M. Anis Zawawi; Weda
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 1 No. 02 (2023): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2023/ns.v1i02.47

Abstract

This research was carried out with the findings and observers in the field of sports and health physical education, which defines that many of the learning processes carried out in physical education are still not running effectively. So it is necessary to increase their ability when implementing learning in schools, one of which is by making new innovations in traditional games to improve students' basic fundamental movement skills which are carried out in ongoing learning. The data collection techniques used in this study were: observation, interviews, and documentation. This research was carried out at SD Laboratory UNP Kediri, Mojoroto District, Kediri City. Collecting data in this study uses an instrument in the assessment of ongoing learning. Through analysis on the implementation of learning related to basic fundamental movement skills, data was obtained showing that in learning basic fundamental movements through traditional goboy game media as many as 35 upper class students at SD Laboratory UNP Kediri produced good value categories with existing percentages for basic fundamental movements (motion locomotor, nonlocomotor, and manipulative). This shows that the traditional goboy game can raise students' basic fundamental movement skills in this learning
The Relationship with Self-efficacy and Motivation Athletes Achievement in Football School (SSB) Posba Basongan Ficki Qoirul Idzam; Puspodari; Weda
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 1 No. 03 (2023): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2023/ns.v1i03.55

Abstract

Football is not only physical but also mental. Lack of mentality in young players will emerge with self-efficacy and good motivation to achieve an achievement. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and motivation on the achievements of Posba Bangsongan Kediri athletes. This study used a quantitative approach with a sample of 30 athletes using a total sampling technique. This data analysis technique uses a formula, namely product moment correlation. The results of the study show that 1) there is a positive and significant relationship between self-efficacy and athlete achievement. Evidenced by the sig (2-tailed) value of 0.019 > 0.05, which means that there is a relationship between self-efficacy and athlete achievement. 2) there is a positive and significant relationship between motivation and athlete achievement. It is proved that the sig (2-tailed) value is 0.13 > 0.05 which means there is a relationship between motivation and athlete achievement. 3) there is a positive and significant relationship between self-efficacy and motivation on athlete achievement. Evidenced by the value 1 seen from the correlation coefficient, the magnitude of the correlation coefficient with the basis that is if the value is close to 1 or -1 there is a relationship if it is close to 0 there is a weak relationship, meaning that self-efficacy and motivation with achievement have a very strong relationship
Sosialisasi Literasi Numerasi Fundamental Motor Skill bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Lamongan Nur Ahmad Muharram; Budiman Agung Pratama; Weda Weda; Reo Prasetiyo Herpandika; M. Akbar Husein Allsabah; Wing Prasetya Kurniawan; Rendhitya Prima Putra
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v3i1.87

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada siswa sekolah menengah pertama di Lamongan mengenai kurikulum baru dan literasi dan numerasi fundamental motor skill anak. Dosen terlibat dalam kegiatan di luar kampus ini pada tanggal 15 November 2023, melaksanakan sesi tatap muka di ruang Audio Visual Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Lamongan. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah melalui survey, menyiapkan bahan dan media yang digunakan dalam sosialisasi. Sosialisasi, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan secara kualitatif berdasarkan respon guru terhadap pelaksanaan kegiatan yang diungkap dalam kuesioner yang dibagikan kepada guru-guru. Keberhasilan kegiatan diukur dari peningkatan pemahaman siswa tentang kurikulum prototipe dan literasi dan numerasi fundamental motor skill, dengan target skor minimal 70. Hasil pre-test menunjukkan rerata pengetahuan siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Lamongan sebesar 48. Setelah mendapatkan materi dari tim dosen di luar kampus, terjadi peningkatan rerata menjadi 82.
Peningkatan kualitas basic swimming techniques klub Arwana Kota Kediri melalui program pelatihan dan parenting Rendhitya Prima Putra; Nur Ahmad Muharram; Reo Prasetiyo Herpandika; Budiman Agung Pratama; Weda Weda; Wing Prasetya Kurniawan; Muhammad Akbar Husein Alsabah; Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Irwan Setiawan; Septyaning Lusianti
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v1i12021p29-40

Abstract

Latar belakang masalah dari pelatihan ini adalah masih minimnya pemahaman dari orang tua tentang program latihan yang diberikan oleh pelatih, sehingga sering terjadinya komunikasi yang kurang baik dan juga teknik dari atlet kurang sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing gaya yang ada didalam cabang olahraga renang. Dengan metode pendekatan pendampingan, pelatihan, dan pembinaan, program pengabdian pada masyarakat memberikan warna baru dalam meningkatkan teknik renang yang baik melalui program basic swimming techniques di Kota Kediri. Materi yang disampaikan adalah program parenting dalam meningkatkan kualitas basic swimming techniques di Kota Kediri khususnya pada club Arwana serta pemahaman yang dalam waktu 5 hari ini menghasilkan respon yang positif dari orang tua wali. Adapun hasil yang didapatkan adalah adanya pemahaman yang berkaitan tentang langkah–langkah yang harus dilakukan ketika melakukan gerakan teknik dalam berenang, sebagai contoh gerakan upper body dan lower body yang mengalami perubahan yang signifikan. Berdasarkan hasil dilapangan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan best time dari masing-masing atlet baik pada kategori 200 meter, 100 meter dan juga 50 meter dengan peningkatan rata-rata 200 meter = 20.15, 100 meter = 11.05, dan 50 meter = 04.10.
SURVEI KETERAMPILAN SHOOTING PADA USIA 15-16 TAHUN DI SSB GALASISWA KECUBUNG KECAMATAN PACE KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2024 Hakim, Gilang Taufiqri; Weda, Weda; Pratama, Budiman Agung
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpjkr.v11i2.2522

Abstract

Abstract: This research was taken according to the existing problem to determine the shooting skills of 15-16 year olds at SSB Galasiswa to what extent their shooting skills in this research used quantitative research to develop and use mathematical models, theories and did not carry out hypothesis testing. The population in this research were all SSB Galasiswa players aged 15-16 years, totaling 20 players. The method used is non-personality sampling. The instruments used in this research are 1) Full Volley Kick 2) Half Volley Kick 3) Side Volley Kick 4) Swerving Shot. In this research, it is known that the results of data collection in the field can be concluded that the shooting skills at SSB Galasiswa Kecubung are in the Fair results category.Keywords: Shooting skills, SSB Galasiswa  Abstrak: Penelitian ini diambil sesuai latar masalah yang ada untuk mengetahui keterampilan shooting terhadap usia 15-16 tahun pada SSB Galasiswa sejauh mana keterampilan shooting nya dalam penlitian ini menggunakan penelitian kuantitatif mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan tidak melakukan uji hipotesis. Populasi dalam penelitan ini seluruh pemain SSB Galasiswa yang berusia 15-16 tahun yang berjumlah 20 Pemain. Metode yang di gunakan non-Pronality sampling. Intrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu 1) Tendangan Full volley 2) Tendangan Half Volley 3) Tendangan Side Volley 4) Tembakan swerving. Dalam penelitian ini diketahui bahwa hasil dari pengambilan data saat dilapangan dapat disimpulakan bahwa keterampilan shooting pada SSB Galasiswa Kecubung ialah dengan kategori hasil yang CukupKata Kunci: Keterampilan shooting, SSB Galasiswa
TINJAUAN LITERATUR MODEL LATIHAN KELENTUKAN DAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN SERVICE BOLAVOLI Hakim, Muhammad Nur; Weda, Weda; Herpandika, Reo Prasetiyo
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penyusunan tinjaun literatur ini untuk mengetahui model latihan kelentukan terhadap peningkatan kemampuan service bolavoli dari 10 artikel yang dilakukan tinjauan literatur, untuk mengetahui model latihan daya ledak otot lengan terhadap peningkatan kemampuan service bolavoli dari 10 artikel yang dilakukan tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur. Tinjauan literatur adalah metode yang sistematis, eksplisit, dan dapat direproduksi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menyintesis karya penelitian serta pemikiran yang telah dihasilkan oleh peneliti dan praktisi. Berdasarkan Tinjauan literatur, disimpulkan bahwa hasil latihan kelentukan dan daya ledak otot lengan sangat penting dalam meningkatkan kemampuan service bolavoli.  Latihan yang terfokus pada kelentukan pergelangan tangan membantu pemain dalam mengontrol arah dan kecepatan bola, memungkinkan pengaturan arah dan penambahan efek spin bola yang membuat bola sulit diantisipasi lawan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa latihan kelentukan dan daya ledak otot lengan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan service. Latihan kelentukan membantu meningkatkan fleksibilitas dan jangkauan gerak, yang sangat penting dalam mencapai posisi optimal saat melakukan service. Sementara itu, daya ledak otot lengan mendukung kekuatan pukulan agar lebih kuat dan akurat. Kombinasi dari kedua aspek ini memungkinkan seorang atlet untuk melakukan service dengan kecepatan dan ketepatan yang lebih baik, sehingga berpotensi meningkatkan performa dalam permainan bolavoli secara keseluruhan.
Pelatihan Massage Kebugaran Sebagai Media untuk Menciptakan Peluang Usaha Bagi Remaja Karang Taruna di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek Junaidi, Slamet; Hanief, Yulingga Nanda; Rizky, Muhammad Yanuar; Zawawi, M. Anis; Weda, Weda; Firdaus, Moh; Burstiando, Rizki; Putra, Rendhitya Prima; Yuliawan, Dhedhy; Kurniawan, Wing Prasetyawan; Setyawan, Irwan
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 1 (2017): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.45 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i1.11718

Abstract

Massage adalah salah satu perawatan tubuh dengan menggunakan kedua tangan pada bagian telapak tangan maupun jari-jari tangan. Dengan massage dapat memberikan manfaat berupa relaksasi, mengurangi nyeri, memperbaiki organ tubuh, dan memelihara kebugaran. Dengan mendapatkan massage/pijat diyakini peredaran darah akan semakin lancar, badan semakin relaks, tubuh lebih bugar dan berpengaruh pada peningkatan kesehatan. Terampil massage dapat membuka usaha baru yang akan memperbaiki kesejahteraan secara materi. Karena keberadaan seorang masseur/masseus sekarang sangat diperlukan, apalagi dalam olahraga. Tidak sedikit setiap klub sepak bola memiliki masseur/masseus yang handal dan para masseur/masseus menerima gaji besar. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan massage sebagai media untuk menciptakan peluan usaha bagi remaja Karang Taruna di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek. Sasaran dalam pelatihan ini ditujukan pada remaja yang tergabung pada Karang Taruna Desa Ngulankulon. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode pemetaan social, sosialisasi, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan program dan monitoring dan evaluasi. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan berlangsung, diperoleh beberapa hasil positif diantaranya: 1) Peserta menunjukkan antusias yang tinggi. Hal ini disebabkan karena memang selama ini jarang ada kegiatan pelatihan yang berkaitan tentang massage atau pijat, dan 2) Para peserta aktif bertanya dan menceritakan berbagai pengalaman mengalami cedera. Peserta juga kooperatif dalam melakukan praktek massage secara bergantian. Kesimpulan dalam pelatihan ini adalah dengan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada remaja serta menumbuhkan semangat berwirausaha dibidang jasa sebagai pendongkrak tingkat perekonomian masyarakat karang taruna di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek.