Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL CITRA KEPERAWATAN

Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Perilaku Kecemasan Anak Usia Prasekolah Pada Saat Hospitalisasi Di Ruang Sandat Rumah Sakit TK. II Udayana Ni Wayan Yustiari; Ni Made Ari Sukmandari; Ni Komang Purwaningsih
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 9 No 2 (2021): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v9i2.155

Abstract

Perawatan anak prasekolah di rumah sakit merupakan pengalaman yang penuh dengan stress bagi anak. Respon anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi seringkali merasa cemas, menangis karena kepergian orang tua mereka, sering bertanya tentang dirinya, tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan yang sedang memberikan tindakan keperawatan, wajah menjadi kemerahan serta memberontak. Perawat sangat berperan dalam mengurangi kecemasan akibat hospitalisasi dan mempunyai strategi untuk menghadapi anak yang sedang dirawat di rumah sakit. Salah satu cara adalah dengan melakukan komunikasi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap perilaku kecemasan anak usia prasekolah pada saat prosedur nebulizer. Penelitian ini merupakan penelitian analisis observasional dengan rancangan penelitian yang digunakan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah lembar observasi sedangkan analisisnya menggunakan uji korelasi Sperman Rank. Dari hasil penelitian didapatkan 14 responden (43,0%) menyatakan komunikasi terapeutik perawat dalam kategori cukup. Perilaku kecemasan anak usia prasekolah pada saat hospitalisasi sebagian besar yaitu 21 responden (65,6%) mengalami kecemasan kategori sedang dan pada hasil uji Sperman Rank dipadatkan p value = 0,001 (p< 0,05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap perilaku kecemasan anak usia prasekolah pada saat prosedur nebulizer di Ruang Sandat Rumah Sakit Tk. II Udayana. Oleh sebab itu, disarankan kepada perawat dan staf medis lainnya untuk melaksanakan komunikasi terapeutik saat melakukan tindakan medis maupun keperawatan.
Signifikansi Pengetahuan Balut Bidai dengan Pertolongan Pertama Fraktur Di SMK Kesehatan Gana Usada Nusa Dua Komang Ayu Ningsih; I Made Dwie Pradnya Susila; Ni Komang Purwaningsih
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 9 No 1 (2021): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v9i1.157

Abstract

Fraktur adalah sebuah patah tulang yang biasanya di sebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. Tingkat pengetahuan adalah suatu hasil yang dimiliki seseorang individu terhadap sutu objek tertentu melalui panca indra pengelihatan, penciuman, pendengaran, perabaan yang akan menghasilkan nilai dari tingkatan tersebut. sikap pertolongan pertama adalah tindakan seseorang untuk melakukan pertolongan dengan benar dan tepat. Balut bidai merupakan penanganan umum trauma ektremitas atau imobilisasi dari lokasi trauma dengan penyangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan balut bidai dengan sikap pertolongan pertama fraktur pada siswa SMK Kesehatan Gana Husada Nusa Dua. Metode yang digunakan merupakan penelitian non eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional. Sampel sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu sistyem Random Sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa uji korelasi sperman rank. Instrumen yang digunakan lembar kuesioner tingkat pengetahuan balut bidai dan lembar kuesioner sikap pertolongan pertama fraktur. Hasil dalam penelitian ini menunjukan frekuensi mayoritas dalam penelitian ini tingkat pengetahuan yang baik dengan jumlah responden 41 siswa dengan persentase 51,2 %. Hasil penelitian menunjukkan nilai correlation coefficient sebesar 0,843 yang berarti antara tingkat pengetahuan dengan sikap pertolongan pertama hubungannya adalah kuat. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan balut bidai dengan sikap pertolongan pertama pada fraktur pada siswa di SMK Kesehatan Gana Husada.