Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN PILUS DENGAN FORTIFIKASI RUMPUT LAUT Salnida Yuniarti Lumbessy; Nunik Cokrowati; Nanda Diniarti; Dewi Nur’aeni Setyowati; Rahmi Sri Ramadhani
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i3.279

Abstract

Kelompok Usaha Bersama “Garing Seledri” dan “Daun Singkong” merupakan bentuk perkumpulan kegiatan warga di Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur yang melakukan kegiatan pengolahan kerupuk sejak tahun 2010 dengan potensi produksi kerupuk rata-rata 1 kwintal setiap kali produksinya. Namun produksi kerupuk tersebut masih berdasarkan atas pesanan sehingga kegiatan produksi tidak dilakukan setiap hari. Akibatnya masih banyak waktu luang yang dimiliki oleh ibu-ibu yang sebenarnya bisa mereka manfaatkan untuk kegiatan produksi selain kerupuk tersebut, seperti produksi pilus rumput laut. Untuk itu, usaha pengenalan produk “pilus rumput laut” yang akan dilakukan melalui kegiatan pengabdian ini bisa menjadi alternatif produksi bagi ibu-ibu di desa Toya pada saat tidak melakukan produksi kerupuk. Pengolahan pilus rumput laut menjadi pilihan dalam kegiatan ini karena fasilitas yang digunakan untuk produksinya sama dengan yang digunakan dalam pembuatan kerupuk sehingga diharapkan dengan fasilitas yang ada maka mitra dapat menghasilkan produk yang bervariasi (kerupuk dan pilus rumput laut). Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan alih pengetahuan dengan aktif memberikan pembelajaran, pelatihan dan pendampingan kegiatan produksi pilus rumput laut. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi pendampingan, rancang bangun dan pelatihan produksi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini adalah bertambahnya pengetahuan mitra dalam membuat pilus rumput laut dan hasil produksi yang lebih baik
EDUKASI NILAI GIZI IKAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN OLAHAN BERBAHAN BAKU IKAN TONGKOL nanda diniarti; Nunik Cokrowati; Dewi Nur’aeni Setyowati; Alis Mukhlis
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i1.300

Abstract

Desa Batunampar merupakan salah satu desa pesisir yang 90% masyarakatnya merupakan nelayan. Tersediannya ikan konsumsi tidak dengan otomatis anak-anak di Desa batunampar mengkonsumsi ikan dan olahannya, sehingga dengan mudahnya anak-anak menyenangi mie dan makanan selingan/cemilan di warung. Ketidakberagamnya cemilan sehari-hari maka akan mendorong anak-anak mengkonsumsi cemilan yang tidak sehat yaitu berpengawet, kadar penyedap yang tinggi dan rendah nilai gizi. Maka dianggap perlu diadakan pilihan cemilan sehat yang bisa disediakan di rumah dari hasil tangkapan setempat. Dimana ikan tongkol merupakan tangkapan yang selalu ada di setiap musim dan melimpah. Ikan tongkol memiliki nilai gizi yang baik dan mudah untuk dikreasikan menjadi cemilan sehat dan disukai anak-anak. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi gizi ikan dan memberikan keterampilan membuat makanan olahan dari ikan tongkol yaitu risoles dan presto tongkol. Metode yang digunakan dikegiatan ini adalah praktek langsung membuat risoles tongkol dan presto tongkol serta memberikan pengetahuan nilai gizi dan manfaat mengkonsumsi ikan. Penjelasan nilai gizi ikan dilakukan dengan cara memberikan penjelasan secara langsung dan memberikan contoh pada aktifitas sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor desa Batunampar Selatan Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Peserta kegiatan sebanyak 28 orang terdiri dari ibu rumah tangga dan remaja putri. Olahan makanan yang dibuat adalah tongkol presto dan risoles tongkol. Risoles dan tongkol presto dipilih karena mudah dibuat, nilai gizi tinggi, dan memperlama masa simpan. Selain untuk menyediakan cemilan rumahan hasil produksi dapat dijual ke luar desa sehingga menambah pendapatan rumah tangga nelayan. Hasil pelaksanaan kegiatan ibu-ibu telah bertambah pemahaman tentang gizi ikan dan telah bisa mengolah dan mengkreasikan olahan berbahan dasar ikan tongkol.
PERBAIKAN SISTEM BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA SERIWEH KABUPATEN LOMBOK TIMUR Nunik Cokrowati; Dewi Nur’aeni Setyowati; Nanda Diniarti; Alis Mukhlis
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i3.354

Abstract

Budidaya rumput laut Kappaphycuz alvarezii di desa Seriwe merupakan mata pencaharian sebagian masyarakat. Sejak tahun 2016, hasil panen menurun, pertumbuhan menurun dan rumput lautemakin mengecil. Sehingga diperlukan solusi atas permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperbaiki sistem budidaya rumput laut di Desa Seriweh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Seriweh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah demplot dan pendampingan secara langsung pada satu siklus budidaya rumput laut selama 45 hari. Hasil kegiatan ini meliputi beberapa tahapan yaitu tahap-1 brain storming dan berdiskusi dengan pembudidaya mengenai permasalahan budidaya rumput laut yang sedang dihadapi saat ini. Pada tahap kedua adalah tim kegiatan menyimpulkan permasalahan inti yang terkait dengan teknik budidaya rumput laut dan menyusun solusi permasalahan yang tepat berdasarkan kajian ilmiah. Tahap-3 penyampaian solusi permasalahan ke pembudidaya serta mendiskusikannya. Tahap-4 dilakukan persiapan konstruksi budidaya dan penyediaan bibit. Tahap -5 adalah demplot budidaya rumput laut hasil kultur jaringan dengan metode longline dan rakit apung. Kesimpulan kegiatan ini adalah perbaikan sistem budidaya rumput laut di seriwe telah dilakukan dengan cara menambah lokasi budidaya di perairan dusun Semirang dengan menggunakan metode longline. Perbaikan sistem budidaya juga dilakukan dengan cara menggunakan bibit rumput laut hasil kultur jaringan.
PENAMBAHAN PREBIOTIK BERBEDA PADA PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) sri ramdhani; Dewi Nur'aeni Setyowati; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v8i2.100

Abstract

Udang vaname merupakan salah satu jenis udang yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Udang ini banyak digemari dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, bahkan menjadi primadona dari Indonesia. Akan tetapi, kegiatan budidaya udang menghadapi permasalahan terkait faktor lingkungan, penyakit, pertumbuhan yang lambat, serta kematian massal. Hal ini berakibat menurunkan tingkat produktivitas udang vaname. Salah satu pendekatan alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan penambahan prebiotik pada pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan prebiotik yang berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan udang vaname (Litopanaeus vannamei). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuannya adalah Kontrol K ( pakan tanpa prebiotik), P1 (pakan pellet dengan penambahan prebiotik ubi 2%), P2 (pakan pellet dengan penambahan prebiotik kentang 2%), P3 ( pakan pellet dengan penambahan prebiotik ubi 1% dan kentang 1%). Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan tingkat signifikan 5%. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara perlakuannya untuk tingkat laju pertumbuhan spesifik, bobot mutlak, rasio konversi pakan, dan pertumbuhan mutlak.
PEMBERIAN PAKAN IKAN RUCAH DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) Made Doddy Nugraha Doddy; Dewi Nur’aeni Setyowati; Saptono Waspodo
Jurnal Perikanan Unram Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v9i2.161

Abstract

One type of lobster that is widely known and developed by the people of Indonesia, especially in West Nusa Tenggara is sand lobster (Panulirus homarus) because the prospect of cultivating sand lobster promising in terms of economy and natural conditions in the West Nusa Tenggara region in meeting the market demand and maintaining the balance of production. In several studies that have been done previously there is no further research regarding the optimal feed dose for lobster. Inadequate feeding will trigger cannibalism in lobsters and excessive feeding will make the feed wasted and can cause biofoling in the culture container. The purpose of this research is to find out the best dose of trash fish feed given to the growth performance of sand lobster. This study used a group randomized design with 3 treatments, namely at a dose of 4%, 5%, and 6%, each treatment was repeated 3 times to obtain 9 experimental units. The results of analysis of variance with 5% significance level showed that feeding trash fish with different doses have a real effect on the survival of sand lobsters (Panulirus homarus).
PROFIL DARAH IKAN KAKAP PUTIH YANG DIINFEKSI BAKTERI Vibrio sp. DENGAN PEMBERIAN LIDAH BUAYA (Aloe Vera) novita; Dewi Nur’aeni Setyowati; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Unram Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v10i1.175

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch) merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang cukup populer di Indonesia.. Salah satu kendala yang dihadapi dalam usaha budidaya ikan kakap putih yaitu adanya serangan penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang ikan air laut adalah bakteri Vibrio harveyi. Lidah buaya mengandung beberapa bahan therapeutic penting. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penambahan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dalam pakan terhadap penambahan total sel darah merah, sel darah putih, kadar hemoglobin, diferensial leukosit dan tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih dan untuk mengetahui dosis ekstak lidah buaya (Aloe vera) yang paling baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga memperoleh 18 unit percobaan. Perlakuan P0: 0 ml ekstrak /500 g pakan, P1: 10 ml ekstrak /500 g pakan, P2: 20 ml ekstrak /500 g pakan, P3: 40 ml ekstrak /500 g pakan, P4: 60 ml ekstrak /500 g pakan, P5: 100 ml ekstrak /500 g pakan.Data hasil pengamatan sel darah putih, sel darah merah, diferensial leukosit serta tingkat kelangsungan hidup diuji menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (p<0.05) terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, leukosit, sel limfosit, sel neutrofil, tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap jumlah leukosit, jumlah monosit dan tingkat kealngsungan hidup ikan kakap putih.
POTENSI PEMANFAATAN DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) TERFERMENTASI SEBAGAI BAHAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) Alfirah Nurul Aisyah; Dewi Nur'aeni Setyowati; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Unram Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v11i1.184

Abstract

This study heads to analyze the effect of adding fermented cassava’s leaf flour in artificial feed on the growth of carp and optimum concentration to produce growth and a high survival rate for carp. The method used in this study is an experimental method with a Completely Randomized Design (CDR) using 5 treatments and 3 replications. The treatment that was tried was the addition of fermented cassava leaf flour by 10%, 15%, 20%, 25% and 0% without fermentation of cassava leaves. The parameters observed in this study were absolute growth rate, specific growth rate, survival rate (SR), feed conversion ratio and feed efficiency. The results of analysis of variance (ANOVA) on absolute growth and specific growth rate differ significant (P<0,05) and give no significant difference (P> 0,05) on survival rate, Feed Conversion Ratio and Food Efficiency.
POTENSI PEMANFAATAN DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) TERFERMENTASI SEBAGAI BAHAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) Alfirah Nurul Aisyah; Dewi Nur'aeni Setyowati; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Unram Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v10i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis pengaruh penambahan tepung daun singkong terfermentasi dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan mas serta konsentrasi optimum untuk menghasilkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi bagi ikan mas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah penambahan tepung daun singkong terfermentasi sebanyak 10%, 15%, 20%, 25% dan 0% tanpa fermentasi daun singkong. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu laju pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup (SR), rasio konversi pakan dan efisiensi pakan. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) pada pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik berbeda nyata/signifikan (P<0,05), dan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata/ tidak signifikan (P>0,05) pada Survival rate, Rasio Konversi Pakan dan Efisiensi Pakan.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG DAUN SINGKONG (Manihot Utilisima) YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN Rhizopus sp. PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio) Sri Rahmadani; Dewi Nur’aeni Setyowati; Dewi Putri Lestari
Jurnal Perikanan Unram Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v10i1.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas (Cyprinus carpio) yang diberi pakan tepung daun singkong fermentasi menggunakan Rhizopus sp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan an 3 kali ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan, yakni P0 (tanpa penambahan tepung daun singkong fermentasi), P1 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 10%), P2 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 15%), P3 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 20%), P4 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, Rasio Konversi Pakan (FCR), dan Kelangsungan Hidup ikan mas. Diketahui bahwa P1 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 10%) merupakan perlakuan terbaik pada semua parameter uji. Sedangkan untuk kelangsungan hidup P3 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 20%) dan P4 (penambahan tepung daun singkong fermentasi 25%) merupakan perlakuan terbaik untuk kelangsungan hidup yaitu 100%.
BUDIDAYA IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) BERBASIS BIOFLOK DENGAN PENAMBAHAN MOLASE PADA RATIO C : N BERBEDA Fujiana Fujiana; Dewi Nur'aeni Setyowati; Bagus Dwi Hari Setyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v10i2.203

Abstract

This study aimed to analyze the cultivation of catfish (Pangasius hypopthalmus) based on biofloc with the addition of molasses at different C: N ratios. The catfish used was catfish with an initial average length of 6 cm. The container used is a container of 12 pieces with a volume of 40 L and filled with 35 L of fresh water with a stocking density of 15 birds in one container. Molasses was given to the catfish culture medium 2 hours after feeding. The method used in this study was a completely randomized design method (CRD). This study consisted of 4 treatments with 4 replications, namely P1 = Control (without addition of molasses), P2 = C: N ratio media 15, P3 = C: N ratio media 20 and P4 = C: N ratio 25. The results showed that cultivation Biofloc-based catfish (P.hypopthalmus) with the addition of different C: N molasses ratio did not have a significant effect on specific growth rate, absolute growth and survival of catfish. However, the average results showed that the treatment of C: N ratio of media 20 (P3) gave the highest specific growth rates, absolute growth and survival, namely 19.6 gr, 2.26 gr and 62.38%, respectively.