Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Hadis dalam Pembentukan Etika Sosial dan Profesi Ahmad, Arbi Salam; Samad, Duski; Mamad, Firdaus ST
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan peradaban manusia di era modern membawa kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan profesi. Namun, di balik kemajuan tersebut muncul berbagai tantangan sosial seperti menurunnya solidaritas, melemahnya kepedulian, serta meningkatnya pelanggaran etika profesional. Fenomena ini menunjukkan adanya krisis moral yang memerlukan pedoman etik berlandaskan nilai spiritual dan kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan implementasi nilai-nilai hadis dalam pembentukan etika sosial dan profesi di era modern. Metode penelitian yang digunakan ialah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah terhadap hadis-hadis sahih dan literatur terkait etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis menekankan kejujuran, amanah, empati, dan tanggung jawab sebagai dasar pembentukan integritas sosial dan profesional. Implementasi nilai-nilai profetik tersebut terbukti relevan untuk memperkuat karakter individu dan menumbuhkan budaya kerja yang bermoral, sehingga mampu menjadi solusi strategis dalam menghadapi krisis etika di tengah arus globalisasi.
Analisis Konseptual tentang Peran Kecerdasan Interpersonal dalam Pembelajaran Ditinjau dari Perspektif Al-Qur’an dan Hadis: Penelitian Ahmad, Arbi Salam; Deliani, Nurfarida; Batubara, Juliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3706

Abstract

This study aims to conceptually analyze the role of interpersonal intelligence in learning from the perspective of the Qur’an and Hadith. Interpersonal intelligence is defined as the ability to understand, empathize with, and appropriately respond to others’ feelings and behaviors to create harmonious social relationships. In the context of education, this intelligence plays an essential role in fostering positive interactions between teachers and students and in creating a conducive learning environment. This research employs a qualitative approach using the library research method by analyzing educational psychology literature, Qur’anic exegesis, and Hadith sources. The analysis was carried out descriptively and analytically to integrate theories of interpersonal intelligence with Qur’anic and Prophetic values. The findings indicate that interpersonal intelligence is reflected in four key verses: QS. Al-Hujurat [49]:10 on brotherhood, QS. Ali Imran [3]:159 on gentleness, QS. An-Nisa [4]:36 on kindness toward others, and QS. Al-Mujadilah [58]:11 on respect for knowledge. Furthermore, the Hadiths of the Prophet Muhammad (peace be upon him) emphasize empathy, compassion, and mutual respect in social relations. Thus, interpersonal intelligence has a strong theological foundation in Islam and plays a vital role in realizing a humanistic and Qur’an-based learning process.
AI sebagai Pendamping Guru PAI (Telaah Nilai Tarbiyah, Ta’lim, dan Ta’dib di Era Digital): AI, TARBIYAH, TA'LIM DAN TA'DIB Ahmad, Arbi Salam; Kustati, Martin; Bashori, Bashori
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 8 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i8.4600

Abstract

The rapid advancement of AI technology offers opportunities to improve learning effectiveness but also poses challenges in preserving the moral and spiritual values that underpin Islamic education. This study aims to analyze the role of Artificial Intelligence (AI) as a companion to Islamic Religious Education (PAI) teachers through the perspectives of tarbiyah, ta’lim, and ta’dib. The research uses a descriptive qualitative method with a literature study approach, drawing on national and international journal articles, books, policy reports, and classical Islamic educational references. Source selection was based on relevance and a publication range from the last ten years (2015–2025). Data were collected through documentation techniques by accessing academic databases and scientific portals. The data were analyzed using content and thematic analysis through stages of data reduction, issue categorization, synthesis of findings, and conceptual interpretation. The results show that AI can support ta’lim by providing adaptive learning, digital tutoring, and automated assessment, yet it cannot fulfill the functions of tarbiyah and ta’dib due to its lack of emotional sensitivity, ethical awareness, and spiritual depth. Therefore, the role of teachers as murabbi remains essential. The study concludes that AI serves as a pedagogical partner that strengthens learning and must be integrated in alignment with Islamic values
Pembelajaran Fiqih tentang Al-Qur’an, Sunnah, dan Ijtihad: Analisis Model, Metode, Strategi, Media, dan Evaluasi dalam Pembelajaran Ahmad, Arbi Salam; Khadijah, Khadijah; Sari, Widya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5060

Abstract

Pembelajaran fiqih memiliki posisi strategis dalam membentuk kemampuan peserta didik memahami sumber hukum Islam, khususnya Al-Qur’an, Sunnah, dan ijtihad, namun praktik di lapangan menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih cenderung bersifat tekstual dan berpusat pada guru sehingga belum optimal mengembangkan penalaran hukum, kemampuan analisis dalil, serta keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis model, metode, strategi, media, dan evaluasi pembelajaran yang relevan dengan karakter materi fiqih melalui studi pustaka terhadap buku fiqih, literatur metodologi pengajaran, jurnal pendidikan Islam, serta penelitian-penelitian terkini mengenai inovasi pedagogis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-kritis untuk memetakan kesesuaian perangkat pembelajaran dengan karakter materi fiqih yang bersifat normatif, daliliah, dan argumentatif, namun tetap menuntut pemahaman kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran seperti inquiry, problem based learning, dan cooperative learning efektif digunakan karena memberi ruang bagi eksplorasi dalil, argumentasi hukum, dan diskusi kolaboratif. Metode pembelajaran berupa studi kasus, diskusi, tanya jawab, dan analisis ayat-hadis lebih mampu menumbuhkan pemahaman mendalam dibanding ceramah konvensional. Media digital seperti infografis, video syarah hadis, dan aplikasi Qur’an–Hadis mempermudah visualisasi struktur hukum Islam. Evaluasi autentik seperti portofolio, studi kasus, dan proyek dinilai lebih representatif menggambarkan kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep fiqih. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran fiqih perlu dirancang secara integratif, kontekstual, dan dialogis agar mampu memperkuat literasi Qur’ani, Hadisi, serta kompetensi ijtihad dasar pada peserta didik, sekaligus meningkatkan relevansi pembelajaran terhadap kebutuhan zaman.
Prinsip Metodologis Ilmu (Analisis Verifikasi, Falsifikasi, Bayani, Burhani, dan Irfani) Ahmad, Arbi Salam; Zalnur, Muhammad; Efendi, Efendi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4492

Abstract

Perkembangan wacana epistemologi modern menuntut pemetaan ulang prinsip metodologis yang mendasari pencarian kebenaran, baik dalam tradisi ilmu Barat maupun Islam. Perbedaan sumber, orientasi, dan batas validitas pengetahuan menimbulkan kebutuhan akan analisis komparatif dan integratif terhadap berbagai pendekatan epistemologis yang berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konseptual antara prinsip verifikasi yang dikemukakan A.J. Ayer, falsifikasi Karl Popper, serta kerangka epistemologi bayani, burhani, dan irfani dalam tradisi keilmuan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang bersumber dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku filsafat ilmu, literatur klasik keislaman, serta publikasi akademik yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan menelusuri basis data ilmiah dan sumber pustaka tematik yang berkaitan dengan filsafat ilmu dan epistemologi Islam. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis tematik yang mencakup proses reduksi data, kategorisasi konsep, sintesis argumentatif, serta interpretasi epistemologis secara komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip verifikasi dan falsifikasi memberikan fondasi empiris-rasional yang kuat bagi pengembangan sains modern, terutama dalam menegaskan keterujian dan sikap kritis terhadap teori ilmiah. Namun, kedua pendekatan tersebut memiliki keterbatasan karena belum mampu menjangkau dimensi normatif dan spiritual pengetahuan. Sebaliknya, epistemologi bayani, burhani, dan irfani menawarkan struktur metodologis yang lebih holistik dengan memadukan otoritas teks, rasionalitas demonstratif, dan pengalaman spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi dialogis antara kelima pendekatan tersebut berpotensi memperkaya khazanah filsafat ilmu kontemporer serta membuka ruang bagi pengembangan metodologi keilmuan yang lebih komprehensif, seimbang dan bernilai etis.
Analisis Bibliometrik Penelitian Artificial Intelligence dalam Islamic Education Menggunakan Vosviewer pada Tahun 2020–2025 Ahmad, Arbi Salam; Kustati, Martin; Bashori, Bashori
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 8 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i8.4812

Abstract

This study aims to analyze the development of scientific publications related to Artificial Intelligence in Islamic Education. The analysis was conducted using a bibliometric approach with the assistance of the VOSviewer application. Publication data were collected from the Google Scholar database using the Publish or Perish application. The data consisted of 200 articles published between 2020 and 2025. In 2020, there were 22 articles; in 2021, 35 articles; in 2022, the number increased to 46 articles; in 2023, it further increased to 49 articles; in 2024, there were 36 articles; and in 2025, there were 12 articles. Data analysis was conducted using descriptive quantitative methods and bibliometric mapping through network, overlay, and density visualizations to identify research trends, topic novelty, and thematic density. The results indicate that research on Artificial Intelligence in Islamic Education has shown significant development over the past six years, with a relatively stable increase in publications and a peak in 2023. The most frequently discussed topics are related to technology integration, digital learning, and the development of artificial intelligence-based learning systems in Islamic education. In addition, several topics remain relatively underexplored, providing opportunities for future research in the field of Artificial Intelligence and Islamic Education