Mamad, Firdaus ST
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Islam di Kesultanan Aceh: Ulama, Meunasah, Rangkang, dan Dayah Wandrianto, Wandrianto; Samad, Duski; Mamad, Firdaus ST
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27186

Abstract

Islam masuk ke Nusantara sebagaimana diuangkapkan oleh (Hasyimi, 1975) pertama kali ke Perlak dibawa oleh tim dakwah pimpinan nahkoda khalifah. Mereka terdiri dari orang-orang yang mempunyai ilmu pengetahuan. Sampai di Perlak mereka melakukan dakwah bil hal. Mereka mengajarkan rakyat cara bertani yang baik, cara berdagang yang berhasil, cara bertukang yang menguntungkan, cara berumah tangga yang bahagia dan sebagainya. Akhirnya rakyat sadar bahwa apa yang diberikan kepada mereka adalah dari ajaran Islam. Maka para penguasa dan rakyat dengan sukarela masuk Islam, dan pada tahun 225 H (840 M) berdirilah kerajaan Islam Perlak dengan Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah menjadi raja Islam yang pertama dan bergelar Sultan Alaidin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah, putra seorang anggota tim dakwah khalifah yang bernama Ali bin Muhammad bin Ja`far Shadiq yang dinikahkan dengan Makhdum Tansyuri, adik dari Syahir Nuwi. Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh, sekitar tahun 1267. Keberadaan kerajaan ini juga tercantum dalam kitab Rihlah ilal Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304– 1368), musafir Maroko yang singgah ke negeri ini pada tahun 1345. Kesultanan Pasai akhirnya runtuh setelah serangan Portugal pada tahun 1521.
Diskursus Kontemporer tentang Pendidikan Islam: Dikotomi, Islamisasi, Integrasi dan Interkoneksi Abrar, Khairul; Samad, Duski; Mamad, Firdaus ST
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27522

Abstract

Pendidikan Islam merupakan institusi peradaban yang telah memainkan peran sentral dalam membentuk identitas umat Islam sepanjang sejarah. Dari masa klasik hingga kontemporer, sistem pendidikan Islam mengalami dinamika yang kompleks seiring dengan perubahan sosial, politik, dan epistemologis yang melingkupinya. Dalam konteks Indonesia, transformasi pendidikan Islam tidak hanya bersifat struktural-institusional, melainkan juga ideologis dan paradigmatik, sebagaimana terlihat dari berbagai diskursus yang berkembang: mulai dari dikotomi ilmu, proyek Islamisasi ilmu pengetahuan, hingga wacana integrasi dan interkoneksi antara ilmu agama dan ilmu umum.Salah satu problem epistemologis utama yang masih mewarnai wajah pendidikan Islam kontemporer adalah dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, warisan dari kolonialisme Barat yang memisahkan otoritas keilmuan spiritual dan rasional. Bahwa dualisme ini telah menyebabkan keterputusan antara nalar keislaman dan perkembangan ilmu pengetahuan modern, sehingga menciptakan keterbelakangan epistemik di kalangan institusi pendidikan Islam. Dikotomi tersebut tidak hanya memengaruhi struktur kurikulum, tetapi juga menciptakan keraguan identitas akademik di kalangan pelajar dan pendidik Muslim.
Implementasi Hadis dalam Pembentukan Etika Sosial dan Profesi Ahmad, Arbi Salam; Samad, Duski; Mamad, Firdaus ST
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan peradaban manusia di era modern membawa kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan profesi. Namun, di balik kemajuan tersebut muncul berbagai tantangan sosial seperti menurunnya solidaritas, melemahnya kepedulian, serta meningkatnya pelanggaran etika profesional. Fenomena ini menunjukkan adanya krisis moral yang memerlukan pedoman etik berlandaskan nilai spiritual dan kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan implementasi nilai-nilai hadis dalam pembentukan etika sosial dan profesi di era modern. Metode penelitian yang digunakan ialah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah terhadap hadis-hadis sahih dan literatur terkait etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis menekankan kejujuran, amanah, empati, dan tanggung jawab sebagai dasar pembentukan integritas sosial dan profesional. Implementasi nilai-nilai profetik tersebut terbukti relevan untuk memperkuat karakter individu dan menumbuhkan budaya kerja yang bermoral, sehingga mampu menjadi solusi strategis dalam menghadapi krisis etika di tengah arus globalisasi.