Ridzky, Axel Ramadhan
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

VISUALISASI PERASAAN KESEPIAN EMOSIONAL MELALUI KARYA SENI DRAWING Nurdin, Nabila Octaviani; Wiguna, Iqbal Prabawa; Ramadhan, Axel Ridzky
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesepian adalah sebuah kondisi di mana seseorang merasakan kurangnyakoneksi emosional dengan orang lain. Perasaan ini sering muncul ketika perhatianatau kepedulian yang diterima dirasa tidak mencukupi, sehingga seseorang merasatidak memiliki ruang yang aman untuk mengungkapkan pikiran dan emosinya. Karyaini mengeksplorasi kesepian dan berbagai bentuk kesedihan melalui bahasa visualyang ekspresif. Charcoal dipilih sebagai media utama karena karakteristiknya yangkasar dan bertekstur, yang secara simbolis mencerminkan kekosongan, beratnyaperasaan, dan intensitas dramatis dari keterasingan emosional. Melalui karya “KraosSepi Wonten ing Manah” penulis ingin menyampaikan bahwa dampak dari kesepianyang terjadi pada diri sendiri dapat berpengaruh pada orang-orang terdekat tanpadisadari. Melalui karya ini, seniman ingin menciptakan ruang bagi perasaan-perasaanyang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pada saat yang sama, karya ini jugamengajak para penonton untuk lebih peduli terhadap perjuangan diam-diam yangmungkin dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka dan menyadari bahwakesepian emosional jauh lebih umum daripada yang tampak di permukaan.Kata Kunci: ekspresionisme, emosional, kesepian, seni drawing.
VISUALISASI PROKRASTINASI AKIBAT SIFAT PERFEKSIONIS MELALUI KARYA FOTOGRAFI KONSEPTUAL Azmi, Dafa’tsabitul; Rachmawanti, Ranti; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku menunda-nunda atau prokrastinasi sering kali muncul sebagai responsterhadap tekanan psikologis, salah satunya karena dorongan perfeksionisme. Penelitianini berupaya mempresentasikan fenomena prokrastinasi akibat perfeksionisme melaluikarya fotografi konseptual. Proses penciptaan karya melibatkan eksplorasi simbol-simbol,pengaturan komposisi, penerapan teknik fotografi, serta manipulasi visual gunamerefleksikan konflik batin, kecemasan, dan tekanan emosional yang dialami olehindividu perfeksionis. Diharapkan, karya fotografi yang dihasilkan dapat menjadi saranarefleksi dan edukasi, sehingga audiens memahami bahwa prokrastinasi bukan sekadarmasalah pengelolaan waktu, melainkan berkaitan erat dengan aspek psikologis yangmendalam. Melalui pendekatan visual yang artistik dan interpretatif, karya ini jugabertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola sifat perfeksionisagar tidak menghambat produktivitas maupun kesehatan mental.Kata kunci: Prokrastinasi, Perfeksionisme, Fotografi Konseptual, Kesehatan Mental,Tekanan Psikologis
Visualisasi Tabur Tuai dalam Seni Instalasi Televisi Analog dan Video Digital Makkarumpa, Humaira Basrah; Rachmawanti, Ranti; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tindakan yang kita lakukan hari ini ibarat benih yang ditanam dan akanmenentukan hasil yang dituai di masa depan. Konsep “tabur tuai” menggambarkanprinsip sebab-akibat yang berlaku dalam kehidupan, di mana setiap pilihan membawakonsekuensi di kemudian hari. Dalam karya instalasi ini, penulis mengajak audiensmerenungkan pentingnya kesadaran akan dampak dari setiap keputusan. Media televisianalog, video digital, dan teknologi hologram digunakan sebagai metafora visual untukmenyoroti hubungan pola pikir kolektif dalam masyarakat. Motion graphic memperkuatpesan visual sehingga penonton dapat merasakan bagaimana keputusan kecil dapatmemicu rangkaian peristiwa yang lebih besar. Karya ini diharapkan menjadi ruangrefleksi bersama yang mendorong audiens untuk bertindak lebih bijaksana danbertanggung jawab. Dengan demikian, instalasi ini bukan hanya ekspresi artistik, tetapijuga sarana edukasi dan ajakan membangun masa depan yang lebih baik.Kata kunci: Tabur Tuai, Refleksi, Motion Graphic, Hologram.
VISUALISASI TEKANAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM FILM EKSPERIMENTAL PRESSURE Nathaniel, Sibyl; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pressure adalah film eksperimental menggambarkan tentang tekananpsikologis yang dialami anak akibat ekspektasi, tuntutan, dan kontrol berlebihan dariorang tua. Dalam masyarakat yang menjunjung tinggi kesuksesan konvensional,anak kerap dijadikan proyeksi harapan tanpa memikirkan kondisi emosionalnya.Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana pola asuh yang menekandapat menimbulkan dampak psikologis yang tersembunyi, seperti ketakutan,keterasingan, dan ketidakpercayaan diri. Tujuan film ini adalah mengedukasi danmembuka ruang refleksi tentang pentingnya empati dan komunikasi dalam keluarga.Melalui pendekatan non-naratif dan simbolis, film ini menggunakan elemen visualseperti pencahayaan kontras, warna gelap, serta pergerakan kamera yang tidakterlalu stabil untuk menggambarkan ketidakstabilan emosin anak. Audioinstrumental, suara repetitive, dan momen keheningan dipakai untuk menimbulkanketidaknyamanan yang mencerminkan kecemasan batin. Temuan umum darieksplorasi ini menunjukan bahwa tekanan dari orang tua seringkali tidak tampaksecara fisik, namun berdampak besar terhadap Kesehatan mental anak.Kesimpulannya, Pressure bukan hanya karya visual, tetapi juga media reflektif yangbermanfaat bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam memahami pentingnyamendukung perkembangan emosional anak.Kata kunci : Tekanan psikologis, pola asuh, kesehatan mental anak, filmeksperimental.