Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan Komunitas UMKM ‘Usaha Mandiri Sakinah’ Nogotirto, Gamping, Sleman DIY Menuju UMKM Yang Berdaya Saing: Pemberdayaan Komunitas UMKM ‘Usaha Mandiri Sakinah’ Nogotirto, Gamping, Sleman DIY Menuju UMKM Yang Berdaya Saing Nur Faidati; Muhammad Khozin
Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2020): Berdikari: jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.581 KB)

Abstract

The fourth industrial revolution has taken a big leap for the industrial sector, where information and communication technology is fully utilized. MSME as an affected part of the industrial revolution needs to be prepared properly so that the products it produces can compete. MSME Community Independent Business Sakinah ’Nogotirto, Gamping, Sleman DIY is a MSME community that is fostered by oleh Aisyiyah University, Yogyakarta. This community still has obstacles in utilizing technology in developing its business in the industrial revolution era 4.0. Community service activities for the Community Empowerment of MSMEs 'Sakinah Independent Business' Nogotirto, Gamping, Sleman DIY Towards Competitive MSMEs are carried out with the aim of introducing a digital platform to members of the MSME community to market their products. The method used in this community empowerment activity is a workshop. The workshop was held 3 times. The first workshop was related to the common vision of business development of women entrepreneurs. The second workshop was related to the industrial revolution 4.0 and the use of online media for marketing (marketplace and social media). The third workshop, sharpening material on the use of technology as a marketing medium and making sales accounts in the Tokopedia marketplace. A number of advanced programs are still needed to equip members of the MSME community to produce quality products that are able to compete in the online market.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN STUNTING DI KABUPATEN SLEMAN Sukanti Sukanti; Nur Faidati
Jurnal Caraka Prabu Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Caraka Prabu
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v5i1.418

Abstract

Kasus stunting di Kabupaten Sleman setiap tahunnya mengalami penurunan, tahun 2015 sebesar 12,86%, tahun 2016 sebesar 11,88%, tahun 2017 sebesar 11,99%, tahun 2018 sebesar 11%, dan ditahun 2019 sebesar 8,38%. Permasalahan stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak, melainkan perlu campur tangan dari pihak lain. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model collaborative governance, peran setiap stakeholder, dan desain kelembagaan dalan upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan collaborative governance yang diukur dengan dinamika kolaborasi yakni keterlibatan berprinsip, motivasi bersama, dan kapasitas aksi bersama secara keseluruhan sudah cukup baik, namun beberapa indikator belum berjalan dengan baik, yaitu belum tersedia forum komunikasi secara khusus di tingkat Pemerintah Kabupaten dan masih kurangnya peran swasta. Tindakan kolaborasi berbentuk inovasi kegiatan dalam penanggulangan stunting pelaksanaannya terdapat faktor penghambat seperti penolakan dari masyarakat, kondisi lingkungan kurang sehat, dan pekerjaan orang tua yang mempengaruhi pola asuh. Faktor pendukung sendiri seperti sumber daya manusia, sumber daya alam, dan anggaran. Dampak collaborative governance ini adalah menurunnya angka stunting dan masyarakat lebih teredukasi. Kolaborasi ini menghasilkan desain kelembagaan berupa pola akuntabilitas. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis memberikan saran kepada Pemerintah Kabupaten Sleman berupa perlunya melakukan monitoring dan evaluasi, meningkatkan peran swasta, seluruh stakeholder memperkuat komitmen, dan meningkatkan koordinasi antar stakeholder.
PENINGKATAN KAPASITAS MARKETING ONLINE BAGI PEREMPUAN PELAKU UMKM Tri Hastuti Nur R; Nur Faidati
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v6i1.2171

Abstract

Dalam kondisi pandemi saat ini pelaku UMKM perempuan mengalami berbagai tantangan yaitu menurunnya omzet dan perkembangan dunia digital yang menjadikan pasar lebih kompetitif. Perempuan pelaku UMKM secara kuantitas cukup besar dan merupakan penopang ekonomi keluarga sekaligus penopang ekonomi nasional. Di tengah tantangan perkembangan dunia digital ini, perempuan pelaku UMKM belum memahami secara komprehensif bagaimana pemasaran online. Untuk merespon kebutuhan peningkatan kebutuhan pemasaran online ini, menjadi signifikan melakukan pendampingan dan pelatihan pemasaran online untuk perempuan pelaku UMKM. Pelatihan pemasaran online ini merupakan program pengabdian masyarakat (PKM) kolaborasi UMY dan Unisa Yogyakarta dalam meningkatkan daya saing produk-produk pelaku UMKM perempuan. Peserta dari program pengabdian adalah perempuan pelaku UMKM pengrajin Batik Shibori di Kecamatan Gamping. Di masyarakat, minat terhadap wastra (kain) Nusantara sedang tinggi, salah satunya adalah Batik Shibori. Shibori adalah teknik membuat motif kain serupa batik yang dilakukan di Jepang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diwujudkan dengan peningkatan keterampilan pemasaran online dengan materi antara lain pengenalan fotografi untuk pemasaran online, workshop foto produk, dan strategi pemasaran online menggunakan media sosial. Dalam pelatihan ini, perempuan pelaku UMKM Shibori belajar bagaimana pemilihan kamera untuk fotografi, mulai dari yang sederhana sampai paling canggih, konsep, dan teknik fotografi. Selanjutnya untuk materi pemasaran online, para peserta belajar bersama bagaimana langkah-langkah membangun bisnis secara online. Peserta PKM harus menetapkan posisi mana yang diinginkan yaitu peran dropship atau makelar, reseller, businnes owner atau produsen, dan investor. Harapannya perempuan pelaku UMKM mampu bertahan di tengah pandemic dan tantangan dunia digital ini.
PPPK Sebagai Solusi Pemenuhan Kebutuhan SDM Profesional Dalam Birokrasi Rina Iswandari; Nur Faidati
Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Vol. 3 No. 2 (2021): Journal of Social Politics and Governance (Desember)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/JSPG.2021v3i2.566

Abstract

Seiring dengan dicanangkannya program reformasi birokrasi dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 yang saat ini  telah memasuki fase ketiga Road Map 2020-2025, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Untuk menunjang upaya tersebut, dibutuhkan tenaga professional yang mampu bekerja dengan lebih adaptif, inovatif, efektif dan efisien. SDM professional merupakan unsur yang sangat penting untuk menciptakan birokrasi kelas dunia. Pemerintah telah membuat perubahan mendasar dalam pengadaan ASN dengan menambahkan skema perekrutan PPPK. Tulisan ini dibuat untuk menganalisa skema perekrutan PPPK dengan metode deskriptif. Kesimpulannya, PPPK belum efektif sebagai solusi untuk pemenuhan kebutuhan SDM professional dalam birokrasi.
Pengembangan UMKM di Era Revolusi Industri 4.0 Nur Faidati; Muhammad Khozin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sosial Humaniora dan Ekonomi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.521 KB)

Abstract

Berbagai upaya dilakukan oleh sejumlah stakeholder agar UMKM dapat terus bertumbuh dan berkembang di era revolusi industri ini. Salah satunya dilakukan staf pengajar Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta melalui kegiatan Pengabdian masyarakat . Pelaku UMKM yang dibina oleh BWM UNISA ini masih terkendala dengan pemanfaatan teknologi, yaitu pemanfaatan platform online untuk pemasaran produk. Kegiatan pengabdian masyarakat Pemberdayaan pelaku UMKM binaan BWM UNISA Nogotirto, Gamping, Sleman DIY Menuju UMKM Yang Berdaya Saing ini dilakukan dengan tujuan memperkenalkan platform digital kepada anggota komunitas UMKM untuk memperluas pemasaran produknya.
Dampak Pandemi Covid-19 : Studi Kasus Kemiskinan dan Ganggunan Kesehatan Mental di Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY Nur Faidati; Suci Iriani Sinuraya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang MIPA dan SOSHUM
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.448 KB)

Abstract

This study intends to analyze the impact of the Covid-19 pandemic on poverty and mental health. Covid-19 has been going on for almost 2 years. This condition has an impact on the community's economy and other social problems, just like mental health . Some people have lost their livelihoods, their businesses have declined and some have even failed. This further worsens the condition of Kapanewon Seyegan which has the highest poverty rate in Sleman Regency. The research method used in this study is a qualitative research method. This research was conducted in Kapanewon Seyegan, Sleman Regency, between June – August 2021. Based on the research conducted, the pandemic has worsened poverty conditions in Kapanewon Seyegan. Furthermore, the pandemic also causes other problems such as the addition of ODGJ cases and a number of other problems. To respond to this problem, it is necessary to carry out community empowerment activities that can have an economic impact as well as community empowerment related to providing support to the ODGJ community and farmer groups.
Dampak Pandemi Covid-19 : Studi Kasus Kemiskinan dan Ganggunan Kesehatan Mental di Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY Nur Faidati; Suci Iriani Sinuraya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang MIPA dan SOSHUM
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.448 KB)

Abstract

This study intends to analyze the impact of the Covid-19 pandemic on poverty and mentalhealth. Covid-19 has been going on for almost 2 years. This condition has an impact on thecommunity's economy and other social problems, just like mental health . Some peoplehave lost their livelihoods, their businesses have declined and some have even failed. Thisfurther worsens the condition of Kapanewon Seyegan which has the highest poverty ratein Sleman Regency. The research method used in this study is a qualitative researchmethod. This research was conducted in Kapanewon Seyegan, Sleman Regency, betweenJune – August 2021. Based on the research conducted, the pandemic has worsened povertyconditions in Kapanewon Seyegan. Furthermore, the pandemic also causes other problemssuch as the addition of ODGJ cases and a number of other problems. To respond to thisproblem, it is necessary to carry out community empowerment activities that can have aneconomic impact as well as community empowerment related to providing support to theODGJ community and farmer groups.
Dampak Transformasi Jabatan pada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Permenpan Nomor 25 Tahun 2021 Herlina Herlina; Nur Faidati
Jurnal Ranah Publik Indonesia Kontemporer (Rapik) Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rapik.v2i2.26

Abstract

Struktur birokrasi Indonesia terlalu panjang. Presiden Jokowi menghendaki penyederhanaan. Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dibuat hanya berdasarkan jabatan fungsional yang lebih menuntut keahlian dan kompetensi. Tujuannya untuk memindahkan jabatan struktural ke jabatan fungsional dan Juga bertujuan mengubah pola pikir ASN yang selama ini cenderung mengejar jabatan tanpa melaksanakan tugasnya secara maksimal. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif yaitu teknik memperoleh dan mencari informasi atau data tanpa melakukan kuantifikasi dalam menganalisi dan menyimpulkan informasi yang sifatnya primer maupun sekunder yang digunakan dalam penyusunan laporan penelitian. Tidak semua jabatan eselon IV dihapuskan dalam pemerintahan, ada jabatan yang dipertahankan, melihat manfaatnya dalam suatu organisasi, Kebijakan yang ditargetkan selesai lebih awal ini tidak dapat dipastikan selesai tepat waktu, dikarenakan tidak semua organisasi siap dengan kebijakan tersebut, melainkan masih tahap transisi menyesuaikan kebijakan tersebut dengan situasi objek kebijakan, namun terdapat satu instansi yang belum menerapkan kebijakan nasional tersebut, karena masih dalam tahap transisi, menyesuaikan diri dengan kondisi instansinya. dapat disimpulkan, bahwa dalam penerapan kebijakan penyederhanaan organisasi sebagaimana yang tercantum dalam Permenpan No. 25 Tahun 2021 ini, setiap pemda memang wajib diterapkan, termasuk DIY. Namun demikian, Permenpan tersebut memberi peluang bagi daerah untuk menyesuaikannya dengan situasi dari organisasi pemerinatah daerah setempat dalam rangka membentuk sistem pemerintahan yang baik, efektif, inovatif dan agile.
Pembuatan website untuk media promosi produk UMKM Nur Faidati Faidati; Nur Fitri Mutmainah
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v3i2.103

Abstract

Penyebaran virus corona covid-19 masih terus berjalan masif hingga saat ini. Kondisi tersebut cukup memberikan hantaman keras bagi perekonomian global. UMKM terpukul paling depan karena ketiadaan kegiatan di luar rumah oleh seluruh masyarakat, daya beli menurun serta munculnya banyak gejolak sosial sebagai dampak dari ketakutan masyarakat terhadap virus ini. , 70% UMKM menyatakan berhenti produksi akibat Covid-19. Bank Wakaf Mikro ‘Usaha Mandiri Sakinah’ merupakan lembaga yang membina dan memberdayakan UMKM perempuan di wilayah Nogotirto, Gamping, Sleman Yogyakarta. Komunitas ini terdiri dari 365 anggota pengusaha perempuan yang tersebar di Kecamatan Gamping. Bank Wakaf Mikro Usaha Mandiri Sakinah menghadapi persoalan serius di era pandemi ini. Sebagian besar anggota komunitas terancam tidak bisa melanjutkan produksinya karena hambatan pasar. Perlu diupayakan satu media yang mewadahi promosi online dari produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM yang dibina oleh Bank Wakaf Mikro yang dikelola sendiri oleh Bank Wakaf Mikro Usaha Mandiri Sakinah. Media tersebut adalah website yang berisi produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM yang dibina oleh Bank Wakaf Mikro Usaha Mandiri Sakinah, sehingga dapat diakses semakin banyak khalayak.
IMPLEMENTASI PROGRAM LONG INTERDISCIPLINARY COMMUNITY CARE (PoLICe) DIMASA PANDEMIK COVID-19 DI KOTA YOGYAKARTA Wantonoro Wantonoro; Suri Salmiyati; Nur Faidati
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i2.945

Abstract

The Special Region of Yogyakarta has the highest proportion of elderly population in Indonesia, accompanied by a very high prevalence of various chronic diseases. COVID-19 positive patients who have comorbidities such as diabetes mellitus (DM) pneumonia, kidney failure and hypertension have a poor prognosis and a high mortality rate. Health service assistance is needed that is long-term care directly in the community to reach and maintain and improve conditions, prevent further severity and complications during the COVID-19 pandemic. The Long Interdisciplinary Community Care Program at 'Aisyiyah University Yogyakarta (PoLICE_Unisa) provides information on the need to improve long-term care services specifically based on the principles of patient centered care in the community. (1) forming and optimizing village health cadres that are integrated with the PoLICE_Unisa team, (2) screening educational needs in the community (3) comprehensive education about chronic disease management. The evaluation was carried out by evaluating the condition of the community individually, such as the absence of complications and the severity of the disease, both objectively and subjectively. after going through general health screening, in the end there were six patients/families who were identified as having chronic disease problems; stroke, diabetes mellitus and hypertension who are then willing to be directly involved in this activity. The involvement of all components, namely health cadres, families and patients as well as teams consisting of several professions, has provided integration and collaboration that can be continuously improved to improve the level of health for people in need. this activity provides things that are felt to be meaningful for the health status of families/patients directly, especially in the management of chronic diseases.