Risna Andara Kusuma
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DI SDN WIYUNG I SURABAYA BERDASARKAN TEORI GEORGE R. TERRY Fitriya Helen Anggraeni; Risna Andara Kusuma; Shaka Sekar Arum; Bunga Aurellia Safitri; Ima Widiyanah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan implementasi pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka di SDN Wiyung 1 Surabaya, menggunakan kerangka teori manajemen George R. Terry yaitu, Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Penelitian kualitatif ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning diintegrasikan melalui tiga konsep: Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning, yang bertujuan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan. Penerapan teori George R. Terry terwujud dalam empat tahap. Pertama Planning, kepala Sekolah, koordinator kurikulum dan guru mengikuti pelatihan untuk memperdalam pemahaman tentang Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka. Kedua Organizing, Sekolah menerapkan struktur organisasi, seperti program Guru Belajar rutin setiap hari JUmat. Ketiga Actuating, penerapan Deep Learning didukung oleh tiga prinsip utama yakni, Joyful, Meaningful, dan Mindful Learning. Keempat Controlling, kepala Sekolah dan coordinator kurikulum secara rutin mengawasi dan memberikan arahan kepada guru untuk memastikan pemahaman yang optimal. Penelitian ini menekankan pentingnya supervisi aktif dari kepala Sekolah dan koordinator kurikulum, serta kolaborasi, kerjasama, dan kesadaran guru dalam menggali pengetahuan terkait Deep Learning. Rekomendasi utama penelitian ini adalah pentingnya Hubungan baik antar sesama dan dukungan aktif dari kepala Sekolah
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI DAN PARTISIPASI GURU DI SMP TERPADU DARUL MUTTAQIN SURABAYA Najwa Akmalia Ramadhani; Risna Andara Kusuma; Galih Rachmad Pratama; Maharani Desita Eka Cahyani; Dian Ramadhani; Likfatmawati Maslakah; Ayasha Nabila Audya Nency; Erny Roesminingsih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49733

Abstract

This study aims to analyze the leadership system of the principal at SMP Terpadu Darul Muttaqien based on Likert’s leadership theory in fostering effective communication and enhancing teacher participation. The study employs a qualitative-descriptive approach, focusing on the principal’s communication patterns, the level of teacher engagement, working relationships among school community members, and barriers to policy implementation. The research findings indicate that school principals’ leadership styles tend to follow a consultative approach that is beginning to shift toward a participatory approach. School principals practice clear and open communication and involve teachers in the decision-making process. Teachers are also given the opportunity to express their opinions, criticisms, and suggestions regarding various school activities. The working relationships that have been established are collaborative and foster a conducive organizational climate. However, there are still challenges in the form of differences in teachers’ understanding of the information provided, resulting in policy implementation that is not yet fully consistent. From a Likert perspective, the principal’s leadership has moved toward a participatory system, but strategic decisions are still dominated by the principal. Therefore, it is necessary to strengthen feedback-based communication and enhance collaboration in order to optimize teacher participation.