Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Desain Kurikulum Pendidikan Islam Integratif Berbasis Masalah untuk Penguatan Karakter dan Fokus Belajar Siswa Munawaroh, Saidah; Laisaan, Rasti Astuti; Fahim, Ali Masdar; Acetylena, Sita
Borneo Journal of Islamic Education Vol 5 No 2 (2025): Borneo Journal of Islamic Education, 5 (2), November 2025
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjie.v5i2.11928

Abstract

This study examines the decline in student engagement and attention in Islamic Religious Education (IRE) classes, a trend associated with excessive gadget use and the continued dominance of rote-based instruction. Using a sequential mixed-methods design, this research develops and examines a Problem-Centered Design with Emotional Intelligence (PCD+EI) framework. The initial conceptual phase constructs the PCD+EI model through an integrative review of relevant literature. The quantitative phase tests the model using a quantitative one-group pretest–posttest design, the study implements a Problem-Centered Design with Emotional Intelligence (PCD+EI) learning model in IRE lessons. The sample comprises 90 students, selected using the Isaac and Michael sampling formula with a 5% margin of error to ensure representativeness. Data were analysed using paired-samples t-tests. The results show a highly significant improvement in student engagement and cognitive learning outcomes (p < 0.001), with relatively consistent gain scores across all participating schools. These findings indicate that shifting from subject-centered instruction to a problem-centered, emotionally supportive approach can enhance students’ critical thinking and participation in learning. The study underscores the potential of integrating real-life problems, interactive instructional strategies, and emotional-intelligence components into IRE curricula. Further research involving larger and more diverse samples is recommended to validate the broader applicability of the PCD+EI model.
ETIKA KEGURUAN SEBAGAI JIHAD AL-NAFS: ANALISIS PSIKO-SPIRITUAL HADITS TARBAWI Fahim, Ali Masdar; Mabrur, Ahmad Sirojul; Anwar, Agus Nuril; Abdurrahman, Abdurrahman
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6378

Abstract

This study examines teacher ethics in Islamic tradition through the lens of jihad al-nafs (struggle against ego) as a psycho-spiritual framework to address contemporary issues of teacher burnout and professional meaning crisis. The prevalence of chronic exhaustion among educators necessitates an ethical model that transcends administrative compliance and engages internal spiritual transformation. Using qualitative library research with tahlīlī (analytical) approach, this study analyzes seven primary prophetic hadith related to teaching, complemented by classical exegetical works and Islamic psychology literature. Content analysis reveals four psycho-spiritual dimensions of teacher ethics: internal (sincerity and intentional awareness), emotional (patience and anger management), relational (humility and adab toward students), and transcendental (teaching as worship). The findings demonstrate that teacher ethics in the hadith tradition represents a continuous mujahadah process involving the transformation of nafs from al-ammārah (ego-driven) through al-lawwāmah (self-critical) to al-muṭma'innah (spiritually tranquil). The study proposes an implementable model integrating spiritual formation into teacher training programs, pre-service curriculum, and mentoring systems. This model offers religious self-regulation framework that enhances teacher resilience and spiritual well-being, positioning professional ethics not merely as external norms but as an ongoing journey of inner purification relevant to modern educational challenges.
ETIKA PENDIDIK ANAK USIA DINI (PAUD) DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADITS fahim, ali masdar
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5522

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan moral. Penelitian ini berfokus pada etika pendidik, khususnya bagi anak usia dini (PAUD), mengingat masa kanak-kanak adalah tahap krusial dalam penanaman moral. Isu ini mendesak karena adanya kasus pelanggaran etika yang dilakukan oleh pendidik, yang dapat menurunkan kualitas pendidikan dan menodai nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar etika pendidik dalam tinjauan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman moral. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), di mana data dianalisis secara mendalam dari sumber-sumber Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika pendidik telah diatur dalam Islam melalui tiga dimensi: etika yang berkaitan dengan diri sendiri (seperti zuhud dan bersih dari sifat tercela), etika yang berkaitan dengan siswa (seperti bijaksana, pemaaf, dan sabar), dan etika terkait tugasnya (seperti tulus ikhlas, kompeten, dan komunikatif). Selain itu, pendidik dituntut menjadi teladan (uswah hasanah) dan mengamalkan sifat profetik, termasuk siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Disimpulkan bahwa menginternalisasi nilai-nilai etika ini merupakan landasan vital untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang kondusif dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.
ETIKA PENDIDIK ANAK USIA DINI (PAUD) DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADITS fahim, ali masdar
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5522

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan moral. Penelitian ini berfokus pada etika pendidik, khususnya bagi anak usia dini (PAUD), mengingat masa kanak-kanak adalah tahap krusial dalam penanaman moral. Isu ini mendesak karena adanya kasus pelanggaran etika yang dilakukan oleh pendidik, yang dapat menurunkan kualitas pendidikan dan menodai nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar etika pendidik dalam tinjauan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman moral. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), di mana data dianalisis secara mendalam dari sumber-sumber Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika pendidik telah diatur dalam Islam melalui tiga dimensi: etika yang berkaitan dengan diri sendiri (seperti zuhud dan bersih dari sifat tercela), etika yang berkaitan dengan siswa (seperti bijaksana, pemaaf, dan sabar), dan etika terkait tugasnya (seperti tulus ikhlas, kompeten, dan komunikatif). Selain itu, pendidik dituntut menjadi teladan (uswah hasanah) dan mengamalkan sifat profetik, termasuk siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Disimpulkan bahwa menginternalisasi nilai-nilai etika ini merupakan landasan vital untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang kondusif dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.
Pendampingan Epistemologis dalam Perumusan Hukum Kekerasan Pendidikan: Studi PAR Pada Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur Fahim Ali Masdar; Muhammad Husni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Violence in education often occurs due to a misunderstanding of the concept of ta'dib (right to discipline) in Islam. This Community Service Program (PKM) aims to provide epistemological assistance in the Bahtsul Masail PWNU East Java forum to formulate clear legal boundaries regarding physical and verbal violence. Using the Participatory Action Research (PAR) method through participatory observation techniques, this assistance records and analyzes the dynamics of legal formulation. The results show that the forum succeeded in reactualizing fiqh with three main findings. First, the classification of verbal/psychological violence as a criminal act (jinayah) if it hurts feelings, equivalent to physical violence. Second, the codification of seven strict conditions for ta'dib oriented towards salamat al-‘aqibah (safety), including the crucial debate regarding the urgency of parental permission. Third, the affirmation of the obligation of victim rehabilitation and compensation (daman) for perpetrators. These findings confirm that pesantren epistemology is capable of adapting to the Child Protection Law and modern psychology without abandoning its turats traditions. Kekerasan di dunia pendidikan seringkali terjadi karena kesalahpahaman terhadap konsep ta'dib (hak mendidik) dalam Islam. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan melakukan pendampingan epistemologis dalam forum Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur untuk merumuskan batas hukum yang jelas terkait kekerasan fisik dan verbal. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui teknik observasi partisipatoris, pendampingan ini merekam dan menganalisis dinamika perumusan hukum yang terjadi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa forum berhasil melakukan reaktualisasi fiqh dengan tiga temuan utama. Pertama, pengklasifikasian kekerasan verbal/psikis sebagai tindak pidana (jinayah) jika melukai perasaan, setara dengan kekerasan fisik. Kedua, kodifikasi tujuh syarat ketat ta'dib yang berorientasi pada salamat al-‘aqibah (keselamatan), termasuk perdebatan krusial mengenai urgensi izin wali. Ketiga, penegasan kewajiban rehabilitasi korban dan ganti rugi (daman) bagi pelaku. Temuan ini menegaskan bahwa epistemologi pesantren mampu beradaptasi dengan UU Perlindungan Anak dan psikologi modern tanpa meninggalkan akar tradisi turats.
UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan: Telaah Kritis Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap Eksistensi Madrasah Swasta Fahim, Ali; Bisyarotul Masfufah; Muhammad Zaironi
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art13

Abstract

Madrasah swasta di Indonesia telah lama bergantung pada yayasan sebagai wadah hukum dan kelembagaan utamanya. UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, yang diubah dengan UU No. 28 Tahun 2004, lazim dipandang sebagai regulasi yang memberikan kerangka hukum jelas bagi lembaga-lembaga tersebut dalam sistem pendidikan dasar dan menengah. Penelitian ini menelaah secara kritis apakah kejelasan normatif itu benar-benar berimplikasi pada keterjaminan eksistensi madrasah swasta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis dokumen hukum, regulasi kebijakan, dan literatur akademik yang diterbitkan antara 2013 hingga 2025, melalui analisis isi dan triangulasi sumber. Temuan menunjukkan kesenjangan nyata antara tuntutan normatif UU, meliputi struktur organ tiga lapis, pelaporan keuangan formal, dan pengesahan Kemenkumham, dengan kapasitas kelembagaan aktual mayoritas yayasan penyelenggara madrasah. Banyak pengurus yayasan mengetahui keberadaan UU namun tidak memahami kewajiban substantifnya. Madrasah yang bertahan justru mengandalkan modal sosial dan spiritual, bukan kepastian hukum. Penelitian ini membantah secara parsial kesimpulan Muliadi dan Nasri (2025), dengan berargumen bahwa ketentuan UU 16/2001 lebih tepat dipahami sebagai beban kepatuhan daripada perlindungan eksistensi bagi madrasah swasta berskala kecil berbasis komunitas.
ETIKA PENDIDIK ANAK USIA DINI (PAUD) DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADITS ali masdar fahim
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5522

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan moral. Penelitian ini berfokus pada etika pendidik, khususnya bagi anak usia dini (PAUD), mengingat masa kanak-kanak adalah tahap krusial dalam penanaman moral. Isu ini mendesak karena adanya kasus pelanggaran etika yang dilakukan oleh pendidik, yang dapat menurunkan kualitas pendidikan dan menodai nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar etika pendidik dalam tinjauan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman moral. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), di mana data dianalisis secara mendalam dari sumber-sumber Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika pendidik telah diatur dalam Islam melalui tiga dimensi: etika yang berkaitan dengan diri sendiri (seperti zuhud dan bersih dari sifat tercela), etika yang berkaitan dengan siswa (seperti bijaksana, pemaaf, dan sabar), dan etika terkait tugasnya (seperti tulus ikhlas, kompeten, dan komunikatif). Selain itu, pendidik dituntut menjadi teladan (uswah hasanah) dan mengamalkan sifat profetik, termasuk siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Disimpulkan bahwa menginternalisasi nilai-nilai etika ini merupakan landasan vital untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang kondusif dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.
ETIKA PENDIDIK ANAK USIA DINI (PAUD) DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADITS ali masdar fahim
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5522

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan moral. Penelitian ini berfokus pada etika pendidik, khususnya bagi anak usia dini (PAUD), mengingat masa kanak-kanak adalah tahap krusial dalam penanaman moral. Isu ini mendesak karena adanya kasus pelanggaran etika yang dilakukan oleh pendidik, yang dapat menurunkan kualitas pendidikan dan menodai nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar etika pendidik dalam tinjauan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman moral. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), di mana data dianalisis secara mendalam dari sumber-sumber Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika pendidik telah diatur dalam Islam melalui tiga dimensi: etika yang berkaitan dengan diri sendiri (seperti zuhud dan bersih dari sifat tercela), etika yang berkaitan dengan siswa (seperti bijaksana, pemaaf, dan sabar), dan etika terkait tugasnya (seperti tulus ikhlas, kompeten, dan komunikatif). Selain itu, pendidik dituntut menjadi teladan (uswah hasanah) dan mengamalkan sifat profetik, termasuk siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Disimpulkan bahwa menginternalisasi nilai-nilai etika ini merupakan landasan vital untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang kondusif dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.