Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analysis of Runoff Coefficient Value on Retention Ponds in Flores Island Krisnayanti, Denik Sri; Bunganaen, Wilhelmus; E. Hangge, Elsy; Munaisyah, Farah; A. Nursyam, Nurul; Khaerudin, Dian Noorvy
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2019.00102

Abstract

Flores Island is one of four big islands in NTT province with an area ±13,540 km divided into 8 districts. The area is included in areas with unequal distribution of rainfall. Therefore, the amount of water availability during the dry season is relatively low then require to attempts of rainwater harvesting. One of the alternatives is by building a retention pond. The important parameter in the calculation of water availability is the value of runoff coefficient. The purpose of this research is to invent the runoff coefficient value of 30 retention ponds in 8 districts of Flores Island. In this study use rainfall data, climatology and technical of retention basin for the analysis of run off coefficient. The analysis method uses the Penman modification for evapotranspiration calculation and method F.J. Mock for discharge calculation. The result in graphical model uses monthly rainfall data and land slope data. Based on the analytical calculation method, the value of run off coefficient for each district in Flores was ranging 0.00 - 0.72. The minimum value of runoff coefficient happened in November was ranging from 0.00 - 0.39, and the maximum value of runoff coefficient happened in January was ranging from 0.48 - 0.72.
STUDY PERILAKU RESPON STRUKTUR SDOF AKIBAT BEBAN INPUT GETAR HARMONIK HORISONTAL REMIGILDUS CORNELIS; ANDI HIDAYAT RIZAL; WILHELMUS BUNGANAEN; ELSY HANGGE
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 21, No 2 (2020): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v21i2.366

Abstract

 AbstrakPenggunaan sistim struktur bangunan gedung berlantai banyak (highrise building) dan langsing menyebakan sistem struktur berperilaku lebih fleksibel walaupun redaman internalnya relatif kecil. Potensi kegagalan dapat terjadi ketika goncangan besar disebabkan oleh gempa atau angin. Untuk itu diperlukan pemahaman perilaku getar struktur baik sistem SDOF atau MDOF. Penelitian ini bertujuan menganalisa secara numerik respon struktur SDOF terhadap input getaran horizontal harmonik. Informasi perilaku respon struktur ini selanjutnya sebagai informasi awal perancangan sistem peredam pada bangunan.Dalam penelitian ini, model struktur SDOF memiliki dimensi real yaitu ukuran balok 30 x 40, ukuran kolom 20 x 30, Modulus Elastisitas adalah 2,2 x 105 cm4, tinggi struktur adalah 3 m, rasio redaman yaitu 5% dan beban merata adalah 2,5 t/m. Beban input dinamik harmonik berupa beban sinusoidal bekerja pada pondasi. Untuk mengetahui respon struktur maka dilakukan variasi terhadap kekakuan yaitu (1) kekakuan struktur SDOF dikalikan 0.5 kekakuan acuan, (2) kekakuan struktur SDOF  dua kali kekakuan acuan, variasi terhadap  massa yaitu (3) massa struktur SDOF dikalikan 0.5 kekakuan acuan, (4) massa struktur SDOF  dua kali massa acuan. Parameter yang dikaji adalah respons struktur yaitu defleksi, kecepatan dan percepatan lantai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa defleksi lantai semakin besar ketika massa struktur semakin besar berbanding terbalik dengan peningkatan kekakuan struktur. Defleksi yang terjadi ketika kekakuan struktur semakin kecil (langsing) atau massa struktur diperbesar menunjukkan pola bergelombang pada puncak defleksi menyebabkan trend peningkatan defleksi mengikuti pola eksponensial atau tidak linier.  Hal ini karena efek inersia dari massa struktur yang semakin besar menambah defkleksi pada struktur. Respon kecepatan dan percepatan juga menunjukan pola yang sama dan memiliki nilai negatif atau berlawanan dengan arah datangnya beban getar.  Luaran dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi para perancangan struktur tahan gempa terutama didaerah NTT.Kata Kunci: Respon dinamik, SDOF, Getaran Horisontal
Perencanaan Embung Wae Lerong untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi di Daerah Irigasi Wae Lerong Ruteng Provinsi NTT Denik Sri Krisnayanti; Elsy E. Hangge; Tri M.W. Sir; Eugenius Nino Mbauth; Alvine C. Damayanti
Jurnal Irigasi Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Teknik Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31028/ji.v15.i1.15-30

Abstract

Wae Lerong Small dam is located in Ruteng City, Manggarai District which has a catchment area of 0,606 km2 and the annual rainfall ranges from 2,500-3,000 mm/year. But in some locations still having water shortages, so it needs rainwater harvesting to get increase agricultural potential during the dry season. This study aims to design the Wae Lerong Small dam as a rainwater reservoir during the rainy season and used in utilization to fulfill the needs of irrigation water. The method used is a quantitative method with empirical data analysis. The rainfall analysis used the Log Pearson III method and flood discharge analysis using the rational method. Evapotranspiration calculations using the Penman Modification method and the dependable discharge analysis using the F.J. Mock method. The analysis of slope stability using the Limit Equilibrium Method aided by the GeoStudio Slope / W 2007 Program. The results showed that the average monthly rainfall ranged from 28.87 - 511.99 mm/month. The rainfall for 50-year return period of 249.28 mm, and flood discharge for 50-year return period of 12.094 m3/s. The design of Wae Lerong dam is height of 13.5 m, a width of 5 m, length of 81.50 m, the upstream slope of 1:3, and downstream slope 1:2.25. For the stability of the reservoir body safety value > 1.10 so it is still in a safe condition. Wae Lerong Small dam storage capacity is 86,540.96 m3 with an inundation surface area of 19,855.69 m2 at a normal water level of 1,204.00 m.  The value of dependable flow is 0.001 - 0.793 m3 /s and the water requirements for planting pattern I (Paddy-Paddy-Palawija) increase up to 0.176 m3/s. The water balance values deficit in May - September which ranged from 0.017 to 0.13 m3/s.
Metode Erosivitas Hujan dan Model Sediment Delivery Ratio untuk Prakiraan Erosi dan Sedimentasi pada Bendungan Tilong Judi Nasjono; Elsy Hangge; Maria Kelen
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (Juni 2021)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.554 KB) | DOI: 10.56860/jtsda.v1i1.15

Abstract

Tulisan ini menjabarkan teknik dan ilmu dalam memperoleh Sediment Delivery Ratio (SDR) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendungan Tilong. Besar erosi lereng yang terjadi dalam daerah aliran sungai diperkirakan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE), dengan indeks erosivitas menggunakan metode Bols, Utomo dan Lenvain, erodibilitas tanah  ditetapkan bedasarkan karakteristik tiga jenis tanah dalam DAS, indeks topografi berupa kemiringan lereng beserta indeks vegetasi penutupan lerang dianalisis memanfaatkan metode Geographic Information System (GIS), besar sedimentasi diperoleh dari hasil pengukuran echosounding di waduk Bendungan Tilong yang telah dilaksanakan sebanyak dua kali. Hasil pengukuran echosounding dan perkiraan erosi dari tahun 2002 – 2006 dipergunakan untuk menghasilkan SDR, sedangkan keandalan model diperiksa memakai data pengukuran tahun 2007 – 2015. Terdapat tiga nilai SDR hasil analisis menggunakan tiga metode erosivitas, dengan relatif bias terkecil bila menggunakan metode Bols dan relatif bias terbesar menggunakan metode Lenvain.
Pengaruh Fly Ash pada Stabilisasi Lempung Ekspansive Terhadap Nilai Tegangan Geser dan CBR Elsy E. Hangge; Remigildus Cornelis; Antonius Y. Dom
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.367 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i1.6702

Abstract

Expansive clay soils are categorized as poor as subgrades because of their low capacity for bearing soil. Therefore, it needed to stabilize with added lime and fly ash materials. This study aimed to determine the effect of adding lime and fly ash on the bearing capacity of expansive clay in the form of shear stress and CBR values. The research method used is observation, namely testing of physical and mechanical properties in the laboratory. The tests were carried out on the original soil, and soil was stabilized using 5% lime, and the fly ash content was 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%. The biggest change in the value of the CBR test occurred in the CBR value that was not submerged after seven days of curing on a variation of a mixture of 5% lime (fixed) and 50% fly ash, which was 11.74% of the original soil CBR value of 1.39%. The largest increase in soil bearing capacity (qu) and undrained soil cohesion (cu) was obtained in the composition of the original soil mixture, 5% lime and 50% fly ash, namely 0.368 kg/cm2 and 0.184 kg/cm2. The results showed that the stabilization of expansive clay using lime and fly ash increased the bearing capacity of the soil.
Pengaruh Karakteristik Tanah Dasar Terhadap Tingkat Kerusakan Jalan (Studi Kasus Ruas Jalan Naioni Kecamatan Alak Kota Kupang) Jeanne Elvira Da Costa Soares; Tri M.W. Sir; Elsy E. Hangge
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.10545

Abstract

Ruas jalan Naioni merupakan ruas jalan yang mempunyai tingkat kerusakan jalan yang bervariasi mulai dari kerusakan ringan, sedang, sampai berat. Kerusakan-kerusakan ini dapat diakibatkan oleh sifat dari tanah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisik dan mekanis tanah dasar serta pengaruhnya terhadap tingkat kerusakan jalan. Metode pengujian yang digunakan yaitu metode observasi melalui pengujian sifat fisik dan mekanis. Hasil penelitian menunjukkan tanah untuk semua tingkat kerusakan jalan termasuk kelompok CH. Tanah untuk semua tingkat kerusakan jalan termasuk kelompok A-7-6 , yaitu tanah lempung yang dikategorikan buruk sebagai bahan untuk tanah dasar. Dari hasil penelitian, tingkat kerusakan jalan berbanding lurus dengan meningkatnya nilai indeks plastisitas, batas cair, batas plastis, kadar air optimum dan nilai pengembangan tanah. Sebaliknya, berbanding terbalik dengan penurunan nilai batas susut, berat volume kering maksimum dan CBR. Hasil pengujian CBR di laboratorium menunjukkan nilai CBR terendam untuk semua tingkat kerusakan jalan tidak memenuhi syarat nilai CBR terendam (>3%), dengan nilai CBR terendah pada kerusakan berat, sebesar 1,22%. CBR tak terendam untuk semua tingkat kerusakan jalan tidak memenuhi syarat nilai CBR tak terendam (>6%), dengan nilai CBR terendah pada kerusakan berat, sebesar 2,12%. Nilai pengembangan tanah terbesar terjadi pada kondisi jalan rusak berat yaitu sebesar 4,08%.
Analisis Variasi Jarak Stiffener pada Balok Baja WF Terhadap Tekuk Lokal Baja Menggunakan Software Abaqus V.20 Ando, Gerald Pratama Oktoleano; Simatupang, Partogi H.; Hangge, Elsy E.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No. 2 September 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i2.13306

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak stiffener terhadap tekuk lokal baja yang disebabkan oleh gaya aksial atau gaya yang bekerja pada sumbu utama penampang struktur. Stiffener diposisikan bervariasi dengan jarak simetris (a) pada profil yang akan dianalisis. Stiffener dianalisis secara tiga dimensi menggunakan software Abaqus V.20 dengan pemodelan elemen balok baja yang menggunakan WF 350 x 350. Analisis dibagi menjadi 6 pemodelan dengan 1 pemodelan balok tanpa penggunakan stiffener dan 5 variasi dengan jarak stiffener 800 mm,900 mm,1000 mm,1100 mm dan 1200 mm. Dari analisa struktur yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Stiffener memberikan kontribusi pada balok baja dalam menahan beban yang diberikan,stiffener juga efektif dalam menahan tekuk lokal pada baja. variasi jarak pengaku (stiffener) 1200 mm, karena memiliki nilai interaksi geser lentur dan juga lendutan yang paling kecil dibandingkan dengan variasi jarak pengaku (stiffener) 800 mm,900 mm,1000 mm dan 1100 mm.
PKM Penggunaan Limbah Plastik Untuk Akuaponik Pada Yayasan Tabor Mulia Kelurahan Lasiana Bunganaen, Wilhelmus; Cornelis, Remigildus; Krisnayanti, Denik Sri; Simatupang, Partogi H.; Pah, Jusuf J.S; Hangge, Elsy E.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 19 No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v19i1.18857

Abstract

Kupang merupakan ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur, yang memiliki kondisi iklim kering, karena musim hujan berlangsung hanya kurang lebih empat bulan dan delapan bulan musim kemarau. Ketersediaan air yang tidak cukup, menyebabkan pengolahan tanah dan tanaman sayur untuk skala rumah tangga terbatas. Begitupula untuk pemeliharaan ikan (kolam ikan) skala rumah tangga mengalami kesulitan. Sehingga diperlukan inovasi untuk pemenuhan kebutuhan, dengan cara pembudidayaan sayur mayur dan ikan air tawar melalui pembuatan akuaponik. Budidaya sayuran dan ikan air tawar melalui teknologi akuaponik dapat dilakukan dengan pemanfaatan limbah plastik. metode yang digunakan dalam pengabdian yakni Metode Diskusi atau Metode Ceramah, Metode Demonstrasi dan Metode Pendampingan. Pada pengabdian ini, sasaran kegiatan yakni para kaum difable di Yayasan Tabor Mulia (YTM) yang terletak di RT. 26 RW 07, Bimoku Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil dari pelatihan dan demonstrasi yang dilakukan oleh Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai pemahaman pada kaum difable Yayasan Tabor Mulia (YTM) terkait materi yang diberikan, melalui demonstrasi. Kata kunci: teknologi akuaponik, limbah plastik, kolam ikan, tanaman sayur.
Stability Analysis of Dam with Asphalt Core in Static and Pseudo-Static Conditions Krisnayanti, Denik Sri; Sir, Tri M. W.; Hangge, Elsy E.; Megonondo, Batara Doa; Klau, Ralno R.; Galla, Andrea Z.
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 6 (2025): June
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-06-024

Abstract

Manikin Dam was constructed to address the issue of raw water shortage in Kupang Regency and Kupang City. However, there were challenges due to clay materials that did not meet the required specifications. Therefore, this study aimed to use asphalt core design as an alternative by analyzing the stability of the embankment body under both static and pseudo-static conditions. To achieve the aim, the Bishop method was applied using the GeoStudio SLOPE/W application, along with manual calculations. The results showed that the safety factor (SF) at the end of construction without seismic loads met the minimum value of 1.300. Under various water level conditions (FWL, NWL, LWL), SF consistently met the minimum required value of 1.500. Furthermore, the seismic analysis considered both operational base earthquakes (OBE) with a return period of 100 years and maximum design earthquakes (MDE), which had a return period of 5,000 years. Even under OBE and MDE seismic loading conditions, SF exceeded the minimum required value. This implied that the use of an asphalt core could be considered safe in terms of preventing potential landslides under both static and pseudo-static conditions. Based on this outcome, asphalt core became a practical alternative for future dam construction, particularly in areas where clay could be scarce or unstable for technical reasons.
Perilaku Sifat Fisik-Mekanik dan Mikrostruktur Tanah Lempung Ekspansif yang Distabilisasi Menggunakan Kapur Hangge, Elsy; Pah, Jusuf J.S.; Bei, Angelina F.D.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 No. 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v5i1.20227

Abstract

Tanah lempung ekspansif adalah tanah lempung yang memiliki aktifitas yang tinggi dalam perubahan volume akibat adanya perubahan kadar air. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mengetahui pengaruh stabilitasi tanah lempung ekspansif menggunakan kapur terhadap sifat fisik-mekanik dan sifat mikrostruktur tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode eksperimental, dimana tanah dicampur dengan kapur pada variasi campuaran kapur 0 % (TA) , 3 %(V1) , 6 % (V2), dan 9 % (V3), kemudian dilanjutkan dengan uji sifat fisik-mekanik dan mikrostruktur. Hasil pengujian menunjukkan penurunan nilai indeks plastisitas, dan potensi pengembangan Seiring penambahan kapur dengan potensi pengembangan terendah pada V3 yaitu 0,395% . Sedangkan untuk nilai batas susut dan berat volume kering maksimum tanah mengalami peningkatan. Pengujian XRD dan SEM menunjukkan penurunan mineral montmorillonite dari 45,4 % menjadi 39,9 % serta perubahan strukktur menjadi struktur kristal, dan ukuran partikel tanah lebih besar akibat adanya rekasi pozzolanic. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan 9% kapur pada tanah lempung ekspansif dapat meningkatkan daya dukung tanah untuk tanah dasar pada suatu konstruksi.