Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Desain Kolam Retensi untuk Optimalisasi Pengendalian Banjir di Kawasan Kampus Undana Kota Kupang Lempadeli, David Rival; Udiana, I Made; Sir, Tri M. W.; Hangge, Elsy E.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 No. 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v5i1.20236

Abstract

Genangan air yang sering terjadi di Universitas Nusa Cendana (Undana) mengganggu aktivitas dan operasional kampus, dengan ketinggian genangan yang mencapai 0,07 m. Penyebab utama genangan ini adalah saluran drainase eksisting yang tidak dirancang dengan baik dan mengalami kerusakan parah, serta ketiadaan sistem pembuangan akhir yang memadai. Salah satu solusi untuk mengendalikan genangan dan banjir adalah melalui pembangunan kolam retensi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain kolam retensi yang efektif dan mendukung keberlanjutan di kawasan kampus Undana. Pengukuran lapangan dan pengolahan data dilakukan untuk menghasilkan desain kolam retensi yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan desain kolam retensi berbentuk elips dengan dimensi panjang (L) 50 m, lebar (B) 30 m, dan kedalaman (H) 8 m mampu menampung air sebanyak 37.699,112 m³. Kolam retensi ini dapat mengurangi potensi genangan dan banjir, serta meningkatkan efisiensi sistem drainase eksisting di kawasan kampus Undana. Desain ini memberikan solusi teknis yang berkelanjutan bagi permasalahan genangan air di lingkungan kampus.
Analisis Kinerja Saluran Drainase Jalan H. R. Koroh Kota Kupang Menggunakan EPA SWMM 5.2 Collazo, Cece; Bunganaen, Wilhelmus; Hangge, Elsy E.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 No. 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v5i1.20835

Abstract

Kurangnya fasilitas pendukung jalan berakibat pada kerusakan Jalan H. R. Koroh, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan genangan yang mengganggu pemukiman sekitar karena air limpasan permukaan pada ruas jalan tidak teralirkan melalui drainase yang ada. Evaluasi saluran berdasarkan kondisi eksisting drainase, analisa dilakukan menggunakan pemodelan EPA SWMM 5.2 dengan kala ulang hujan 5 dan 10 tahun. Penampang saluran drainase yang dimiliki ruas jalan H.R Koroh memiliki variasi bentuk dan ukuran. Dimensi maksimum yang dimiliki saluran trapesium adalah kedalaman 1.42 meter, lebar atas 1.92 meter dan lebar bawah 1.56 meter, saluran trapesium dengan tutup dengan kedalaman 1.30 meter, lebar atas 1.70 meter dan lebar bawah 1.58 meter, U-ditch ukuran 100 x 100 cm dan gorong-gorong berbentuk modified baskethandle dengan kedalaman 1.50 meter, lebar 1.43 meter dan radius lingkaran 7.1 meter. Hasil simulasi pada EPA SWMM 5.2 menunjukkan saluran masih mampu menampung kapasitas air hujan. Kesimpulannya permasalahan masih terjadi luapan air banjir pada area aliran jalan H.R Koroh adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah sembarangan, sedimen yang terbawa melalui aliran air, tertutup tanpa inlet atau jalur air masuk dan lubang pemeliharaan atau manhole yang sulit dibuka sehingga tidak dapat dilakukannya perawatan saluran secara berkala
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin Sereh, David Peterson; Krisnayanti, Denik Sri; Hangge, Elsy E.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 No. 2 September 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v5i2.23949

Abstract

Bendungan Manikin merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Struktur bendungan ini terdiri dari beberapa zona material, seperti inti kedap, transisi, dan pelindung, yang berfungsi menahan aliran air serta menjaga kestabilan tubuh bendungan. Stabilitas lereng merupakan faktor penting dalam menjamin keamanan bendungan, terutama saat menghadapi kondisi ekstrem seperti gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng hulu dan hilir Bendungan Manikin pada berbagai kondisi muka air, yaitu selesai konstruksi, muka air minimum (MAM), normal (MAN), dan banjir (MAB), dengan mempertimbangkan pengaruh beban gempa tanpa gempa, OBE (Operating Basis Earthquake), dan MDE (Maximum Design Earthquake). Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio 2018 R2 melalui modul SLOPE/W dan SEEP/W. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa gempa dan gempa OBE, faktor keamanan lereng memenuhi kriteria aman. Namun, pada kondisi gempa MDE, nilai faktor keamanan tidak memenuhi kriteria stabilitas, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap desain geometrik dan properti material bendungan.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK TEKNOLOGI AKUAPONIK PADA KUB Sta. MARIA IMAKULATA KELURAHAN LASIANA Bunganaen, Wilhelmus; Ramang, Ruslan; Sina, Dantje; Kumalawati, Andi; Simatupang, Partogi H.; Bella, Rosmiyati A.; Hangge, Elsy E.; Krisnayanti, Denik Sri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 17 No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v17i2.13389

Abstract

Kupang merupakan ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur, yang memiliki kondisi iklim kering, karena musim hujan berlangsung hanya kurang lebih empat bulan dan delapan bulan musim kemarau. Ketersediaan air yang tidak cukup, menyebabkan pengolahan tanah dan tanaman sayur untuk skala rumah tangga terbatas. Begitupula untuk pemeliharaan ikan (kolam ikan) skala rumah tangga mengalami kesulitan. Oleh karena itu, adanya inovasi untuk pemenuhan kebutuhan, dengan cara pembudidayaan sayur mayur (hidroponik) dan ikan air tawar (akuakultur) melalui pembuatan akuaponik. Budidaya sayuran dan ikan air tawar melalui teknologi akuaponik dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya pemanfaatan limbah plastik. metode yang digunakan dalam pengabdian yakni Metode Diskusi atau Metode Ceramah, Metode Demonstrasi dan Metode Pendampingan. Adapun sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah warga KUB Sta. Maria Imakulata, yang terletak di RT. 026, RT. 029, RT. 31 dan RT. 32, Bimoku Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil dari pelatihan dan demonstrasi yang dilakukan oleh Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai keberhasilan 100%. Hasil yang dicapai : meningkatnya pemahaman Kelompok Umat Basis Sta. Maria Imakulata akan materi yang diberikan, melalui demonstrasi.
Pengaruh Fasilitas Kelengkapan Jalan dan Geometrik Jalan Terhadap Keselamatan Lalu Lintas Di Daerah Rawan Kecelakaan Fajar, Hendrikus Juliano; Ku, Andi; Hangge, Elsy E.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 No.2 September 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v4i2.16098

Abstract

Pada Jalan Timor Raya terdapat terminal bayangan dan pedagang kaki lima yang menggunakan ruang milik jalan sehingga menyebabkan terhambatnya pergerakkan arus lalu lintas yang dapat menyebabkan kecelakaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui letak daerah rawan kecelakaan, mendeskripsikan daerah rawan kecelakaan dan mengetahui keselamatan lalu lintas daerah rawan kecelakaan. Berdasarkan hasil analisis Jalan Timor Raya KM 10 tergolong daerah rawan kecelakaan, karena angka kecelakaan (EAN) di lokasi tersebut lebih besar dari batas kontrol atasnya (BKA dan UCL). Dari tahun 2018-2022 kecelakaan lalu lintas paling banyak terjadi pada tahun 2018, di hari Minggu, pada jam 18.00-23.59. Tipe tabrakan yang sering terjadi tabrakan depan-depan, yang melibatkan sepeda motor dan mengakibatkan korban luka ringan. Penyebab kecelakaan karena pengendara tidak menggunakan lampu, lengah, dan masuk ke lajur berlawanan. Terdapat permasalahan geometrik jalan dan fasilitas kelengkapan jalan di Jalan Timor Raya KM 10, yaitu :lebar bahu jalan, kedalaman saluran drainase, jarak lampu penerangan jalan dan rambu lalu lintas. Maka dari itu, perlu pemasangan median, perbaikan bahu jalan, pembuatan trotoar, penataan ulang letak lampu penerangan jalan dan rambu lalu lintas dan pemasangan rambu daerah rawan kecelakaan.