Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : REKAYASA

Klasifikasi Diabetes Mellitus Menggunakan Support Vector Machine (Studi Kasus: Puskesmas Modopuro, Mojokerto) Andharini Dwi Cahyani; Ari Basuki
Rekayasa Vol 12, No 2: Oktober 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i2.19763

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit dimana tubuh seorang pasien tidak dapat mengontrol tingkat konsentrasi gula (glukosa). Ada beberapa indikator kondisi tubuh pasien yang menunjukkan adanya penyakit diabetes. Pada penelitian ini dilakukan pengelompokan pasien DM dengan menggunakan metode Machine Learning. Algoritma yang digunakan adalah Support Vector Machine (SVM) yang merupakan metode klasifikasi supervised learning. SVM bekerja dengan membagi dataset menjadi 2 bagian dengan menggunakan garis linear (hyperplane) yang optimal. Target dari klasifikasi digunakan untuk memprediksi apakah pasien dengan indikator kondisi tubuh tertentu merupakan pasien DM yang terdeteksi atau tidak. Dari data yang diperoleh dari Puskesmas Modopuro, terdapat beberapa missing value. Pada penelitian ini, missing value diatasi dengan cara melakukan imputasi. Ada 3 kernel yang digunakan pada metode SVM, yaitu linear, polynomial, dan sigmoid. Pengukuran kinerja 3 jenis kernel tersebut akan menggunakan 5 subset cross validation. Nilai akurasi cross validation terbaik yang didapatkan menggunakan kernel linear, polynomial, dan sigmoid masing-masing yaitu 62%, 64%, dan 54%. Berdasarkan hasil pengamatan kernel polynomial mendapatkan hasil akurasi yang lebih baik dari kernel lainnya
Rekomendasi Pemilihan Supplier pada UMKM Produsen Tas menggunakan metode AHP – PROMETHEE Ari Basuki; Andharini Dwi Cahyani
Rekayasa Vol 12, No 2: Oktober 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i2.19764

Abstract

UD Sumber Rejeki merupakan UMKM yang memproduksi tas handbag sebagai produk utama. Dalam proses produksi, salah satu kendala utama yaitu keterlambatan bahan baku. Keterlambatan bahan baku diakibatkan oleh kesalahan dalam pemilihan supplier. Pemilihan supplier merupakan salah satu faktor penting berjalannya sebuah perusahaan. Ketika bahan baku sudah terpenuhi dengan baik, maka proses produksi bisa berjalan. Pemilihan supplier memerlukan kriteria dalam mendukung keputusan di dalamnya. Maka dari itu digunakan metode AHP dalam menentukan kriteria dan bobot di dalamnya. Dan digunakan metode PROMETHEE untuk mendapatkan perangkingan hasil kinerja supplier. Didapatkan dari lima supplier langganan, Supplier yang menjadi rekomendasi kepada UD Sumber Rejeki adalah supplier dengan kinerja terbaik yang sudah dinilai dengan AHP dan PROMETHEE. Supplier tersebut adalah supplier 3 (Aini) dengan nilai net flow sebesar 0,5438, S2 (Prima) sebesar 0,4099, S4 (Akbar) sebesar 0,0438. Ketiga supplier ini merupakan supplier prioritas yang diusulkan kepada UD Sumber Rejeki dan Supplier 3 memiliki kinerja terbaik yang akan dijadikan prioritas utama.
Metode Line Balancing Heuristik untuk Penyeleseian Masalah Terjadinya Bottleneck pada Lintasan Produksi Ari Basuki; Andharini Dwi Cahyani
Rekayasa Vol 13, No 3: December 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v13i3.19765

Abstract

Meningkatnya jumlah Work In Process (WIP) pada lantai produksi atau bottleneck merupakan salah satu permasalahan yang bisa menyebabkan terjadinya keterlambatan suplai produk kepada konsumen. Dampak lain dari terjadinya bottleneck yaitu dapat menyebabkan penumpukan bahan baku setengah jadi pada lantai produksi sehingga WIP menjadi tinggi. Kondisi ini merupakan kondisi merugikan yang harus dihindari oleh perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan pada permasalahan terjadinya bottleneck di lintasan produksi dengan menggunakan beberapa metode line balancing heuristik, yaitu metode Helgesson-Birnie / Ranked Positional Weight (RPW), metode Region Approach, metode Largest Candidate Rule dan metode J-Wagon yang diterapkan di perusahaan manufaktur (PT.’X’) yang memproduksi pallet. Hasil penelitian diketahui bahwa pada penerapannya metode J-Wagon terpilih sebagai metode yang paling optimal diantara metode lainnya tersebut. Rekomendasi untuk PT.’X’ dalam mengatasi permasalahan bottleneck yaitu dengan pembentukan stasiun kerja yang awalnya memiliki jumlah 5 stasiun kerja diubah menjadi 4 stasiun kerja. Ini menghasilkan perbaikan lini lintasan kerja yang awalnya memiliki line efficiency sebesar 69%, balance delay sebesar 31%, smoothness index sebesar 9.22 dan total waktu menganggur sebesar 3.60 menit menjadi line efficiency sebesar 86%, balance delay sebesar 14%, smoothness index sebesar 0.80 dan total waktu menganggur sebesar 1.28 menit.