Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : REKAYASA

PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PEMASOK DENGAN PENDEKATAN FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (FUZZY AHP) Basuki, Ari
Rekayasa Vol 3, No 1: April 2010
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.99 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v3i1.2289

Abstract

Salah satu faktor yang memengaruhi performansi perusahaan adalah keberadaan pemasok (supplier) yang berperan sebagai pemasok bahan baku. Keberadaan pemasok ini sangat menentukan kelancaran proses produksi dan produk yang akan dihasilkan. Suatu perusahaan harus bisa memilih pemasok terbaiknya. Pemilihan pemasok merupakan sebuah Multi- Criteria Decison Problem (MCDP), karena banyak faktor yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif dapat memengaruhi performansi pemasok. Fuzzy AHP adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam penyelesaian MCDP. Pada penelitian ini dibangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan menggunakan PHP dan MySQL untuk pemilihan pemasok terbaik dengan menggunakan 6 kriteria yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan. Kriterianya adalah quality, delivery performance history, warranties and claim policies, price, order fullfillment lead time, dan total logistic management cost. Masing-masing kriteria tersebut akan dibobotkan dengan menggunakan metode Fuzzy AHP. Pada implementasinya dihasilkan bobot kriteria quality sebesar 50,7634%, price 47,1425%, order fulfillment lead time 1,8737%, delivery performance history 1,4860%, total logistic management cost 0,0392%, warranties and claim policies 0,0326%. Kriteria hasil pembobotan ini akan digunakan untuk mendukung penilaian kinerja pemasok. Hasilnya, akan diperoleh nilai kinerja masing-masing pemasok sehingga bisa diketahui pemasok terbaiknya. Sistem pemilihan pemasok dengan metode ini mampu memberikan hasil yang lebih objektif dibandingkan dengan pemilihan secara manual. Kata kunci: pemasok, sistem pendukung keputusan, fuzzy AHP AbstractOne of the factors that influence the company performance is the presence of suppliers which supplies raw materials. The existence of these suppliers are very determine the smoothness of the production processes and products that will be generated. A company must be able to choose the best suppliers. Selection of suppliers is a Multi-Criteria Decison Problem (MCDP), because many factors are qualitative and quantitative data can affect the performance of suppliers. Fuzzy AHP is a method that can be used to solve MCDP. In this study, we developed a decision support system (DSS) using PHP and MySQL for the selection of the best suppliers by using 6 criteria. These criteria are tailored related to the company’s conditions and needs. They are quality, delivery performance history, warranties and claim policies, price, order fullfillment lead time, and total logistics management cost. Each of these criteria are weighted using fuzzy AHP method. The implementation using given data show that weight of each criteria as follows: quality 50.7634%, 47.1425% price, order fulfillment lead times 1.8737%, 1.4860% delivery performance history, total logistics management cost 0.0392%, warranties and claim policies 0.0326%. These weighted criteria is used to support suppliers performance evaluation. As a result, it would obtained the value of each supplier performance so the company know the best suppliers. This supplier selection method gives objective result compared to manually supplier selection. Keywords: supplier, decision support system, fuzzy AHP
FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING (FUZZY MCDM) UNTUK PEMILIHAN LOKASI GUDANG DISTRIBUSI Basuki, Ari
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.663 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i1.2329

Abstract

Persaingan bisnis yang semakin ketat mendorong perusahaan yang memiliki jaringan pasar yang luas untuk mengefisienkan penggunaan biaya, dan memaksimalkan layanan terhadap konsumen. Salah cara yang bisa dilakukan yaitu memilih lokasi gudang distribusi secara tepat, karena hal ini dapat memberikan pengaruh besar terhadap biaya transportasi, biaya investasi, waktu dan layanan distribusi kepada konsumen, serta pangsa pasarnya. Penelitian ini mengkaji pemilihan lokasi gudang distribusi di tiga lokasi (A, B, C) di wilayah kabupaten Sidoarjo dengan mempertimbangkan multikriteria yang menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process dengan Extent Analysis (FAHP Extent Analysis). Berdasarkan studi literatur dan survei terhadap pelaku bisnis dibeberapa lokasi pergudangan di wilayah kabupaten Sidoarjo, diperoleh 5 kriteria yang dijadikan pertimbangan dalam pemilihan lokasi gudang, yaitu: kondisi transportasi, kedekatan dengan konsumen, biaya investasi, kondisi pasar, luas lokasi. Dengan menggunakan kuesioner, setiap kriteria ini diberi bobot oleh beberapa investor, sedangkan penilaian tiap alternatif dilakukan melalui konsensus. Bobot kriteria kemudian dihitung menggunakan FAHP Extent Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria ’kedekatan dengan konsumen’ merupakan kriteria yang paling dipertimbangkan dalam memilih lokasi pergudangan, disusul dengan kriteria ’biaya investasi’, ’luas lokasi pergudangan’, ’kondisi transportasi’, ’kondisi pasar’. Dan, lokasi yang paling baik (paling direkomendasikan) untuk gudang distribusi adalah lokasi B, disusul dengan lokasi A dan C. Kata kunci: Pemilihan lokasi gudang distribusi, Multikriteria, FAHP Extent Analysis. AbstractNowadays, business competition is getting more competitive forcing companies with wide-range of market network to use their cost efficiently and their services to customers maximally. One thing that they can do to cope this problem is by choosing the location of distribution warehouse correctly. However, it can give majority impact on the transportasion cost, investment cost, delivery time and services to customers, also to their market share size. This research examines the selection of the location of distribution warehouse in three different locations (A,B,C) locating in Sidoarjo region, and also considering the use of multicriteria method, which is Fuzzy Analytical Hierarchy Process with Extent Analysis (FAHP Extent Analysis). Based on the literature studies and survey on several businessmen in several locations in Sidoarjo region, it can be obtained five criterias that are considered in the selection of the location of distribution warehouse. These criterias are transportation condition, closeness to demand market, investment cost, market environment, size of facilities. In addition, by using questionnaires, each criterias is weighted by the experts (investors/businessman), while the scoring of each alternative is done through consencus. The weight of each criterias is then calculated by using FAHP Extent Analysis. As a result, the criteria “closeness to demand market” is the most considered criteria for selecting the distributuion warehouse, followed by criteria “investment cost” as the second highest consideration, and then criteria “size of the facilities”, criteria “transportation condition”, criteria “market environment” in that order. Furthermore, the most appropriate location (most recommended) for distribution warehouse is location B, followed by location A, and C. Key words: Selection of location of distribusion warehouse, multicriteria, FAHP Extent Analysis
Pemilihan Pemasok dan Penentuan Jumlah Optimal Pembelian Bahan Baku di PT. X Andharini Dwi Cahyani; Ari Basuki
Rekayasa Vol 13, No 3: December 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v13i3.19766

Abstract

Dalam konsep manajemen rantai pasok, kelancaran pemenuhan permintaan konsumen dipengaruhi oleh pemasok. Kinerja pemasok akan mempengaruhi ketepatan pemenuhan kuantitas dan kualitas produk yang dipesan oleh konsumen. PT. X merupakan sebuah gudang beras yang membeli gabah dari berbagai pemasok dan kemudian memproses gabah tersebut menjadi beras. Beras ini kemudian dikemas dan dijual kepada konsumennya. Akan tetapi, proses aliran material ini tidak berjalan lancar, beberapa kali terjadi ketidaksesuaian jumlah dan kualitas barang yang dikirim oleh pemasok, sehingga berpengaruh terhadap jadwal pemenuhan permintaan konsumennya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menilai dan memilih sejumlah pemasok yang terbaik dan menentukan jumlah pesanan yang optimal agar kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan baik. Terdapat 3 jenis komoditas gabah yang dipasok dari 10 pemasok. Ke-10 pemasok ini yang akan dinilai dengan menggunakan kriteria: harga, kualitas, kemampuan pemasok dalam menyediakan bahan baku, pelayanan dalam bentuk pengiriman. Metode yang digunakan yaitu Simple Additive Weighting (SAW) dan Linier Programming. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 6 pemasok yang dinilai memiliki kinerja baik yang disarankan kepada PT. X untuk dijadikan sebagai pensuplai 3 jenis gabah. Dengan menggunakan 6 pemasok ini, PT. X diperkirakan mampu melakukan penghematan biaya pembelian gabah sebesar Rp. 32.124.136,- per bulan.
Klasifikasi Diabetes Mellitus Menggunakan Support Vector Machine (Studi Kasus: Puskesmas Modopuro, Mojokerto) Andharini Dwi Cahyani; Ari Basuki
Rekayasa Vol 12, No 2: Oktober 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i2.19763

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit dimana tubuh seorang pasien tidak dapat mengontrol tingkat konsentrasi gula (glukosa). Ada beberapa indikator kondisi tubuh pasien yang menunjukkan adanya penyakit diabetes. Pada penelitian ini dilakukan pengelompokan pasien DM dengan menggunakan metode Machine Learning. Algoritma yang digunakan adalah Support Vector Machine (SVM) yang merupakan metode klasifikasi supervised learning. SVM bekerja dengan membagi dataset menjadi 2 bagian dengan menggunakan garis linear (hyperplane) yang optimal. Target dari klasifikasi digunakan untuk memprediksi apakah pasien dengan indikator kondisi tubuh tertentu merupakan pasien DM yang terdeteksi atau tidak. Dari data yang diperoleh dari Puskesmas Modopuro, terdapat beberapa missing value. Pada penelitian ini, missing value diatasi dengan cara melakukan imputasi. Ada 3 kernel yang digunakan pada metode SVM, yaitu linear, polynomial, dan sigmoid. Pengukuran kinerja 3 jenis kernel tersebut akan menggunakan 5 subset cross validation. Nilai akurasi cross validation terbaik yang didapatkan menggunakan kernel linear, polynomial, dan sigmoid masing-masing yaitu 62%, 64%, dan 54%. Berdasarkan hasil pengamatan kernel polynomial mendapatkan hasil akurasi yang lebih baik dari kernel lainnya
Rekomendasi Pemilihan Supplier pada UMKM Produsen Tas menggunakan metode AHP – PROMETHEE Ari Basuki; Andharini Dwi Cahyani
Rekayasa Vol 12, No 2: Oktober 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i2.19764

Abstract

UD Sumber Rejeki merupakan UMKM yang memproduksi tas handbag sebagai produk utama. Dalam proses produksi, salah satu kendala utama yaitu keterlambatan bahan baku. Keterlambatan bahan baku diakibatkan oleh kesalahan dalam pemilihan supplier. Pemilihan supplier merupakan salah satu faktor penting berjalannya sebuah perusahaan. Ketika bahan baku sudah terpenuhi dengan baik, maka proses produksi bisa berjalan. Pemilihan supplier memerlukan kriteria dalam mendukung keputusan di dalamnya. Maka dari itu digunakan metode AHP dalam menentukan kriteria dan bobot di dalamnya. Dan digunakan metode PROMETHEE untuk mendapatkan perangkingan hasil kinerja supplier. Didapatkan dari lima supplier langganan, Supplier yang menjadi rekomendasi kepada UD Sumber Rejeki adalah supplier dengan kinerja terbaik yang sudah dinilai dengan AHP dan PROMETHEE. Supplier tersebut adalah supplier 3 (Aini) dengan nilai net flow sebesar 0,5438, S2 (Prima) sebesar 0,4099, S4 (Akbar) sebesar 0,0438. Ketiga supplier ini merupakan supplier prioritas yang diusulkan kepada UD Sumber Rejeki dan Supplier 3 memiliki kinerja terbaik yang akan dijadikan prioritas utama.
Metode Line Balancing Heuristik untuk Penyeleseian Masalah Terjadinya Bottleneck pada Lintasan Produksi Ari Basuki; Andharini Dwi Cahyani
Rekayasa Vol 13, No 3: December 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v13i3.19765

Abstract

Meningkatnya jumlah Work In Process (WIP) pada lantai produksi atau bottleneck merupakan salah satu permasalahan yang bisa menyebabkan terjadinya keterlambatan suplai produk kepada konsumen. Dampak lain dari terjadinya bottleneck yaitu dapat menyebabkan penumpukan bahan baku setengah jadi pada lantai produksi sehingga WIP menjadi tinggi. Kondisi ini merupakan kondisi merugikan yang harus dihindari oleh perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan pada permasalahan terjadinya bottleneck di lintasan produksi dengan menggunakan beberapa metode line balancing heuristik, yaitu metode Helgesson-Birnie / Ranked Positional Weight (RPW), metode Region Approach, metode Largest Candidate Rule dan metode J-Wagon yang diterapkan di perusahaan manufaktur (PT.’X’) yang memproduksi pallet. Hasil penelitian diketahui bahwa pada penerapannya metode J-Wagon terpilih sebagai metode yang paling optimal diantara metode lainnya tersebut. Rekomendasi untuk PT.’X’ dalam mengatasi permasalahan bottleneck yaitu dengan pembentukan stasiun kerja yang awalnya memiliki jumlah 5 stasiun kerja diubah menjadi 4 stasiun kerja. Ini menghasilkan perbaikan lini lintasan kerja yang awalnya memiliki line efficiency sebesar 69%, balance delay sebesar 31%, smoothness index sebesar 9.22 dan total waktu menganggur sebesar 3.60 menit menjadi line efficiency sebesar 86%, balance delay sebesar 14%, smoothness index sebesar 0.80 dan total waktu menganggur sebesar 1.28 menit.