Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Islamic Values and Digital Media Ethics in Santri-Family Communication in the Digital Era Susri Adeni; Machyudin Agung Harahap
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i1.4536

Abstract

This study explores how parents of Islamic boarding school students (santri) communicate and instill ethical values in their children's digital media use. Utilizing a qualitative narrative approach with 22 parent informants from PPQ Nahwa Nur, the research uncovers various parental communication patterns, Islamic values, challenges, and strategies in navigating digital parenting. The findings show a blend of restrictive and active mediation, rooted in Islamic teachings and dialogic approaches. Challenges include peer influence, digital addiction, and parental digital illiteracy. This study contributes to understanding family communication in religious boarding school contexts and suggests pathways for Islamic-based digital literacy programs.
TRANSFORMASI DAKWAH: KONTEN DIGITAL DAKWAH PADA INSTAGRAM SEBAGAI RUANG KOMUNIKASI RELIGIUS Harahap, Machyudin Agung; Adeni, Susri
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dakwah digital di platform Instagram sebagai representasi Islam melalui komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap unggahan dakwah dari akun @pemuda_hijrah_org selama periode Januari–September 2025. Analisis difokuskan pada konstruksi pesan dakwah, strategi komunikasi visual, dan bentuk interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital di Instagram memadukan unsur-unsur spiritual melalui estetika visual dan pemanfaatan algoritma untuk menjangkau khalayak yang luas. Fenomena ini menandai pergeseran otoritas keagamaan dari lembaga formal ke dakwah keagamaan digital. Lebih lanjut, ditemukan dialektika, di mana pesan-pesan keagamaan dikemas dengan tetap mempertahankan makna Islam. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital di Instagram bukan hanya sebagai bentuk komunikasi keagamaan, tetapi juga memperluas ruang publik Islam dalam ekosistem digital global.
Literasi Digital Orang Tua dalam Mengantisipasi Kecanduan Gadget pada Anak Susri Adeni; Machyudin Agung Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3801

Abstract

Penggunaan gadget yang tidak terkontrol pada anak-anak telah menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti gangguan komunikasi keluarga, penurunan interaksi sosial, dan masalah kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital orang tua sebagai upaya preventif mengatasi kecanduan gadget pada anak. Melalui metode Kuliah WhatsApp (Kulwap) yang melibatkan 240 peserta dari grup Taklim Keluarga Sakinah, dilakukan edukasi dengan memberikan informasi terkait topik kegiatan, diskusi interaktif, dan evaluasi pre-post test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman orang tua mengenai literasi digital, strategi penggunaan gadget yang sehat, serta kesadaran akan pentingnya peran orang tua sebagai role model. Selain itu, kurangnya peran ayah, perlunya strategi konkret, serta tantangan teknis dan emosional dalam pengasuhan digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis komunitas dapat membentuk komunitas belajar orang tua dan budaya digital yang sehat di rumah. Rekomendasi lanjutan meliputi pengembangan modul praktis dan keterlibatan aktif ayah dalam edukasi digital keluarga.
TRANSFORMASI DAKWAH: KONTEN DIGITAL DAKWAH PADA INSTAGRAM SEBAGAI RUANG KOMUNIKASI RELIGIUS Machyudin Agung Harahap; Susri Adeni
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 16 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dakwah digital di platform Instagram sebagai representasi Islam melalui komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap unggahan dakwah dari akun @pemuda_hijrah_org selama periode Januari–September 2025. Analisis difokuskan pada konstruksi pesan dakwah, strategi komunikasi visual, dan bentuk interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital di Instagram memadukan unsur-unsur spiritual melalui estetika visual dan pemanfaatan algoritma untuk menjangkau khalayak yang luas. Fenomena ini menandai pergeseran otoritas keagamaan dari lembaga formal ke dakwah keagamaan digital. Lebih lanjut, ditemukan dialektika, di mana pesan-pesan keagamaan dikemas dengan tetap mempertahankan makna Islam. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital di Instagram bukan hanya sebagai bentuk komunikasi keagamaan, tetapi juga memperluas ruang publik Islam dalam ekosistem digital global.
Construction of Leadership Values through Digital Family Communication: A Study of Santri in Islamic Pesantren: Machyudin Agung Harahap; Susri Adeni
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v11i1.16582

Abstract

Purpose − Pesantren are currently facing the dynamics and dilemmas of the development of digital communication technology, which can have various negative impacts on santri. On the other hand, the presence of digital communication technology can also facilitate santri in maintaining communication with their families. Subsequently, a series of rules emerges regarding the use of digital communication technology. This then creates patterns of digital communication and leadership values between santri and their families. The study aims to analyze leadership values through family digital communication among santri. Method − This research employs a fenomenology qualitative approach through structured interviews with eight male santri using a purposive sampling technique. The study also utilizes NVivo 15 and Microsoft Visio 365 to obtain themes, data descriptions, data visualization, and to draw conclusions. Findings − The results show that there are variations in digital communication patterns between santri and their families, such as protective, pluralistic, and laissez-faire. Family digital communication also provides leadership values to santri, including responsibility, cooperation, mutual respect, honesty, optimism, self-confidence, patience, and critical thinking. Furthermore, the leadership values provided develop into practices that are actualized through actions to verify truth and coordination. In this regard, pesantren play a role as mediators that regulate and shape digital communication between santri and their families through ethical rules and limitations on the use of technology.
Sinergi Komunikasi Keluarga, Kader, dan Pemerintah dengan Pendekatan Ekologi Sosial untuk Pencegahan Stunting Susri Adeni; Sarwititi Sarwoprasodjo; Mudrikatul Jannah Djibu; Ivone Mada Injili Papuani Bisararisi
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 4 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0704.1417-1421

Abstract

Penurunan stunting memerlukan lebih dari sekadar intervensi gizi, salah satunya dibutuhkan perubahan perilaku sosial yang dimulai dari komunikasi yang efektif. Hasil penelitian di Desa Gedepangrango, Sukabumi, menunjukkan bahwa keluarga dengan komunikasi terbuka dan kader dengan pendekatan empatik lebih berhasil membentuk perilaku pengasuhan sehat. Namun, pesan kesehatan sering terhenti di tingkat individu karena lemahnya koordinasi sosial dan kebijakan yang belum mendukung komunikasi lintas level. Pendekatan Social Ecological Model menawarkan solusi dengan membangun sinergi antara keluarga, kader, komunitas, dan kebijakan desa. Pemerintah daerah dan desa perlu mengintegrasikan strategi komunikasi multilevel ke dalam Rencana Aksi Stunting, memperkuat pelatihan komunikasi bagi kader, serta mendorong terbentuknya forum komunikasi komunitas sehat. Dengan menempatkan komunikasi sebagai inti kebijakan, percepatan penurunan stunting dapat berlangsung lebih partisipatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan anak-anak Indonesia.
Sustainability Literacy in Families: A Review of the Literature on Values, Understanding, and Practices Ismayanti Pratiwi; Susri Adeni; Machyudin Agung Harahap
JURNAL PENDIDIKAN DAN KELUARGA Vol 17 No 02 (2025): Jurnal Pendidikan dan Keluarga
Publisher : Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpk/vol17-iss02/1397

Abstract

This study aims to examine sustainability literacy within families using a Systematic Literature Review (SLR) approach, focusing on three key dimensions: values, understanding, and sustainable practices. Following the PRISMA protocol, 23 scholarly articles published between 2016 and 2025 were analyzed thematically. The findings indicate that sustainability values—such as social responsibility, simplicity, and ecological justice—are transmitted intergenerationally through role modeling and family interactions. Sustainability understanding is shaped through discussion, communication, and shared learning experiences, which enhance critical awareness and reflective thinking on environmental issues. Sustainable practices in households manifest in energy management, conscious consumption, waste reduction, and green financial behavior. These three dimensions are interconnected and form an intergenerational cycle of sustainability education. This review highlights the strategic role of the family as an agent of transformation toward environmentally conscious societies. The findings also suggest future research opportunities related to family-based sustainability communication and time management within sustainable living practices.
Pembelajaran Berbasis Permainan Integratif untuk Meningkatkan Kesiapan Calistung Anak Usia Dini di SIT PG dan TK Al Hikmah BBS Bogor Jauza Nur Azizah; Susri Adeni; Ranita Anggraeni
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 9 (2026): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/fw96dm24

Abstract

Pembelajaran calistung pada anak usia dini sering kali masih menggunakan lembar kerja yang kurang memberi pengalaman belajar aktif, padahal anak usia dini dapat optimal dalam belajar melalui kegiatan yang melibatkan eksplorasi dan interaksi langsung. Program Calistung Quest hadir sebagai strategi pembelajaran berbasis permainan integratif (play-based learning) yang bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung pada anak usia 5-7 tahun di SIT PG & TK Al Hikmah BBS Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran 10 anak dari kelompok B2 dan mencakup tiga fokus utama calistung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil observasi awal dan akhir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek calistung, yaitu membaca dari 60% menjadi 83,33%, menulis dari 85% menjadi 100%, dan berhitung dari 80% menjadi 96,67%. Tingkat partisipasi anak juga menunjukkan hasil yang positif dengan rata-rata keterlibatan 87,5%, antusiasme 83,75%, kemandirian 85%, dan kehadiran 87,5%. Program ini menyimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis permainan yang terstruktur dan bertahap efektif dalam meningkatkan kesiapan literasi dan numerasi anak usia dini.
Sekolah Keluarga Menikah Dini (Siaga Dini): Program Penyuluhan Kehidupan Berkeluarga pada Keluarga Penyintas Perkawinan Anak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Tin Herawati; Susri Adeni; Risda Rizkillah; Ismayanti Pratiwi; Iseu Siti Aisyah; Octaria Intan Cahayani; Firyal Azahrin Putri Nareswari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2532

Abstract

Perkawinan anak merupakan permasalahan sosial yang banyak terjadi di Indonesia dan berdampak terhadap aspek sosial, ekonomi, serta psikologis keluarga. Pasangan yang menikah di usia anak umumnya rentan mengalami konflik, perceraian, serta pengasuhan yang kurang optimal. Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah dengan angka dispensasi nikah dan perceraian tertinggi di Jawa Barat, sehingga diperlukan upaya penguatan kapasitas keluarga penyintas perkawinan anak agar mampu menjalankan fungsi keluarga secara optimal. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan yang berisi materi mengenai komunikasi dan interaksi keluarga, manajemen keuangan, pengasuhan dan stimulasi, gizi untuk tumbuh kembang anak, implementasi fungsi keluarga, dan merawat kesehatan reproduksi.  Kegiatan dilakukan dengan media modul, diskusi, dan sesi tanya jawab untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui pre-test dan post-test serta diskusi dan tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan Oktober 2025 dengan melibatkan 50 keluarga penyintas perkawinan anak. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai post-test sebesar 14.9 poin. Peserta berpartisipasi aktif selama kegiatan serta pada sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas keluarga penyintas perkawinan anak dalam memahami peran dan fungsi keluarga sebagai bagian dari upaya untuk penguatan kualitas keluarga dan tumbuh kembang anak.