Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Narasi Kebencian di Era Digital: Studi Kasus Hujatan Netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari dalam Kontroversi Remake K-Drama Business Proposal Ade Yustina; Devi Apyunita; Aritiastary Aritiastary; Sri Mei Maharani Putri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ujaran kebencian, faktor penyebab kemunculannya, serta dampak sosial yang ditimbulkan pada kasus hujatan netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari dalam kontroversi remake Business Proposal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa komentar netizen pada akun Instagram Abidzar yang diperoleh melalui teknik dokumentasi. Data dianalisis melalui klasifikasi bentuk ujaran, pengelompokan tema, serta interpretasi konteks sosial-budaya yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama ujaran kebencian, yaitu sarkasme, kritik kasar, dan ujaran provokatif, dengan sarkasme sebagai bentuk yang paling dominan. Munculnya hujatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pernyataan kontroversial aktor terkait proses adaptasi drama, sensitivitas penggemar K-Drama terhadap karya asli, nilai budaya kolektif yang menjunjung kesopanan, anonimitas pengguna media sosial, serta framing negatif oleh media daring. Ujaran kebencian tersebut berdampak pada munculnya cancel culture, pembentukan stigma negatif terhadap Abidzar, dan potensi kerugian bagi industri hiburan. Penelitian ini menegaskan bahwa dinamika komunikasi digital memiliki peran signifikan dalam membentuk opini publik dan menentukan konstruksi citra figur publik di era media sosial.
EFEKTIVITAS WEBTOON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA BUGIS KLASIK DI SMA Ade Yustina; Dedi Risaldi
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84727

Abstract

Abstract:  This study aims to describe the effectiveness of webtoons as a learning medium for classical Bugis literature. The research method used is quantitative with a pretest-posttest control group design model. Trials with a quasi-experimental design produce webtoons as learning media. Based on the results of the effectiveness test, the mean difference in the experimental class and control class was 5.6. After that, a t-test was carried out and a significant value of 0.000 was obtained in all the ability tests that were carried out. The results of the significance test below 0.01 indicate that there is an effect on the experimental class. Thus, it can be concluded that webtoons are effectively used as a medium for learning story texts for class X SMA students.Keyword: learning media, webtoon, I la galigo, fable text Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas webtoon sebagai media pembelajaran sastra Bugis klasik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan model pretest-posttest control group design.Uji coba dengan desain kuasi eksperimen menghasilkan webtoon sebagai media pembelajaran. Berdasaekan hasil uji efektivitas diperoleh selisih rerata pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 5,6. Setelah itu, dilakukan uji-t dan diperoleh nilai signifinaski 0,000 pada semua uji kemampuan yang dilakukan. Hasil uji signifikansi di bawah 0,01 menunjukkan bahwa adanya pengaruh terhadap kelas eksperimen. Dengan demikian, dapat disimpilkan bahwa webtoon efektif digunakan sebagai media pembelajaran teks hikayat pada siswa kelas X SMA.Kata kunci: media pembelajaran, webtoon, I la galigo, teks hikayat
POTRET BUDAYA BUGIS DALAM PELAYARAN SAWERIGADING KE TANAH DUSUNG DALAM NASKAH I LA GALIGO: KAJIAN SASTRA MARITIM Dedi Risaldi; Ade Yustina
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84653

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui makna tujuan Sawerigading melakukan pelayaran menggunakan analisis pendekatan edukasi kemaritiman atau kajian kelautan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil yang ditemukan menunjukkan terdapat edukasi kemaritiman berupa keterampilan teknis dunia maritime, peningkatan hubungan antar Negara, kejaraan, dan wilayah untuk hubungan kerjasama, dan peningkatan penyediaan sumber daya manusia berkualitas dan terlatih. Sehingga diketahui bahwa pada naskah karya sastra I La Galigo pada episode pelayaran sawerigading terdapat edukasi maritime atau kajian kelautan yang dapat diketahui dan menjadi sumber informasi bagi masyarakat saat ini.Kata kunci: sawerigading, sastra maritim, I la galigo
PEMBELAJARAN SASTRA BUGIS KLASIK DI ERA DIGITAL: ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA WEBTOON PADA MATERI HIKAYAT DI SMA SULAWESI SELATAN Ade Yustina
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran sastra Bugis klasik berbasis webtoon dengan memanfaatkan cerita I La Galigo sebagai materi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket analisis kebutuhan yang melibatkan guru Bahasa Indonesia dan peserta didik kelas X SMA Negeri 9 Gowa. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sastra, khususnya materi hikayat, masih menghadapi kendala dalam penggunaan media yang mampu menarik perhatian peserta didik dan membantu pemahaman terhadap karya sastra klasik. Guru membutuhkan media yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik, sedangkan peserta didik cenderung menyukai media yang memadukan unsur visual dan digital. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, media webtoon dinilai relevan untuk dikembangkan sebagai alternatif media pembelajaran yang mendukung pembelajaran sastra sekaligus pelestarian budaya lokal di era digital.Kata kunci: analisis kebutuhan, media pembelajaran, webtoon, sastra Bugis klasik, I La Galigo.