This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Sandro J.O Tampubolon
Universitas Negeri Padang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Zero Tawuran: Membangun Generasi Muda Kota Padang Bebas Kekerasan Sandro J.O Tampubolon; Syiva Rezki; Shilva Putri Mahendra; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.83

Abstract

Tawuran adalah perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau kelompok masyarakat, khususnya antar pelajar atau geng sekolah di lingkungan perkotaan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pelaksanaan Zero Tawuran untuk mencegah tawuran yang terjadi pada anak muda kota Padang. Penelitian ini berfokus pada program "Zero Tawuran" yang diinisiasi oleh Polda Sumatera Barat, bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang bebas dari kekerasan melalui pendekatan preventif dan edukatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Polsek Padang Utara, Jalan Khatib, Lubuk Begalung, Jembatan Andalas, dan Jalan Bypass. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan 6 orang yang terdiri dari 2 orang POLRI, 2 orang masyarakat sekitar dan 2 orang pelaku tawuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi dari zero tawuran sudah dilakukan dengan baik dengan dijalankan program tersebut dan di bantu oleh peran orang tua dan Masyarakat sekitar. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menyoroti faktor individu dan upaya penanggulangan tawuran tersebut, penelitian ini lebih spesifik dalam membahas program zero tawuran secara mendalam.
Evaluasi Kebijakan Program “Kota Solok Menuju 0% Kemiskinan” Melalui Pengembangan UMKM Sebagai Penanggulangan Kemiskinan Aisyah Zahra; Adzmy Altha Azkiya; Riva Nasrila; Sandro J.O Tampubolon; Syiva Rezki; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program “Kota Solok Menuju 0% Kemiskinan” melalui pengembangan UMKM sebagai strategi penanggulangan kemiskinan. Kajian ini penting dilakukan karena meskipun UMKM diposisikan sebagai sektor yang mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat dan menurunkan kemiskinan, keberadaannya di tingkat lapangan seringkali menghadapi kendala administratif, keterbatasan modal, serta rendahnya literasi digital dan informasi bantuan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Pasar Raya Kota Solok. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak delapan pelaku UMKM yang menjalankan usaha pada sektor informal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program UMKM sebagai alat penanggulangan kemiskinan belum berjalan optimal. Hambatan yang ditemukan terdiri dari birokrasi bantuan yang rumit, ketidakmerataan akses program, rendahnya pengetahuan mengenai administrasi usaha, serta keterbatasan modal yang menghambat pengembangan usaha. Selain itu, literasi digital yang rendah membuat sebagian besar pelaku UMKM tidak mampu memanfaatkan peluang pemasaran online. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan program masih belum menyentuh kebutuhan nyata pelaku UMKM, sehingga diperlukan perbaikan dalam pendampingan, sosialisasi, serta penyederhanaan prosedur bantuan agar UMKM dapat berkembang dan berfungsi sebagai instrumen efektif dalam penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi kajian lanjutan mengenai pembangunan ekonomi lokal berbasis UMKM serta evaluasi kebijakan intervensi sektor informal di masa mendatang.
Pendidikan Berbasis Surau di MDTA Nurul ‘Ulya dalam Pembentukan Karakter dan Ketahanan Budaya Minangkabau Eva Dwi Iswari; Gusmira Wita; Metra Alvionita; Shilva Putri Mahendra; Sandro J.O Tampubolon; Tasya Martasari; Hendra Wahyudi
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.577

Abstract

Pendidikan berbasis surau memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak dan pelestarian nilai budaya Minangkabau di tengah perubahan sosial masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk pendidikan berbasis surau, proses pembentukan karakter anak, serta peran MDTA Nurul ‘Ulya dalam menjaga nilai budaya Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada Mei 2026 dengan melibatkan tujuh informan yang terdiri atas guru mengaji, pengelola surau, peserta didik, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MDTA Nurul ‘Ulya merepresentasikan bentuk modernisasi surau tradisional melalui penerapan kurikulum Kementerian Agama, pembiasaan ibadah, penguatan disiplin, kegiatan Didikan Subuh, serta keteladanan guru dalam aktivitas pembelajaran. Proses pembentukan karakter berlangsung melalui interaksi harian antara guru, siswa, dan orang tua, termasuk pemanfaatan grup WhatsApp sebagai media komunikasi untuk memantau tugas dan perkembangan belajar anak. Selain itu, MDTA Nurul ‘Ulya turut menjaga nilai budaya Minangkabau melalui pembiasaan sopan santun, penghormatan kepada orang yang lebih tua, etika berpakaian, serta penguatan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis surau masih relevan sebagai ruang pendidikan agama, pembentukan karakter, dan ketahanan budaya lokal di tengah tantangan modernisasi.
Tansformasi Kehidupan Sosial Masyarakat Pasca Bencana Banjir Bandang di Kawasan Gunung Nago Kota Padang Riva Nasrila; Delmira Syafrini; Shilva Putri Mahendra; Metra Alvionita; Sandro J.O Tampubolon; Ratih Haifa Putri
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.578

Abstract

Penelitian ini menganalisis transformasi kehidupan sosial masyarakat pasca bencana di kawasan Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Penelitian ini dilakukan karena masih terbatasnya kajian yang secara khusus membahas transformasi kehidupan sosial masyarakat pasca bencana di kawasan Gunung Nago, terutama yang mencakup perubahan kondisi sosial, ekonomi, solidaritas sosial, dan strategi adaptasi masyarakat secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perubahan kondisi sosial masyarakat, perubahan ekonomi dan mata pencaharian, bentuk solidaritas sosial, serta strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi kondisi pasca bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Informan penelitian berjumlah 8 (delapan) orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas masyarakat terdampak bencana, pedagang, pencari pasir dan batu, serta warga yang memahami kondisi sosial masyarakat pasca bencana. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan perspektif teori struktural fungsional AGIL Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana telah menyebabkan transformasi kehidupan sosial masyarakat yang ditandai oleh menurunnya aktivitas sosial, munculnya trauma dan kewaspadaan kolektif, terganggunya kondisi ekonomi akibat berkurangnya mata pencaharian utama, serta berubahnya pola interaksi sosial masyarakat. Di sisi lain, solidaritas sosial masyarakat mengalami penguatan melalui kegiatan gotong royong, saling membantu, dan kerja sama dalam proses pemulihan pasca bencana. Masyarakat juga menunjukkan kemampuan adaptasi melalui pencarian sumber penghasilan alternatif, penguatan jaringan sosial, dan peningkatan kesadaran terhadap kesiapsiagaan bencana. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mendorong terjadinya transformasi sosial yang membentuk pola kehidupan masyarakat yang baru.
Budaya Penggunaan Tiktok dan Konstruksi Stres Digital di Kalangan Mahasiswa Sosiologi, Universitas Negeri Padang Sandro J.O Tampubolon; Hanafi Saputra; Putri Rahma Dani; Restian Oktavia; Sabrina Asyifa U Nabila; Rahma Okta Rini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.595

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan terhadap pola komunikasi dan interaksi sosial mahasiswa, terutama melalui penggunaan aplikasi TikTok. Penggunaan TikTok yang intensif tidak hanya membentuk budaya digital baru, tetapi juga memunculkan berbagai tekanan sosial dan psikologis yang dikenal sebagai stres digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya penggunaan TikTok serta konstruksi stres digital di kalangan mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa sebagai media hiburan, sumber informasi, sarana mengikuti tren, dan tempat menghilangkan rasa jenuh. Tingginya intensitas penggunaan TikTok membentuk pola interaksi sosial baru seperti kebiasaan mengikuti tren viral, membahas konten FYP, serta munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Selain itu, penggunaan TikTok secara berlebihan juga berkontribusi terhadap munculnya stres digital berupa kecemasan, overthinking, insecure, kelelahan mental, dan gangguan fokus akibat tekanan sosial di media digital. Dalam perspektif Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, stres digital terbentuk melalui proses interaksi sosial dan budaya digital yang terus direproduksi dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari.