p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Hawa Fadillah Islami
Universitas Negeri Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika Adaptasi Sosial dan Budaya Mahasiswa Perantau Asal Pedesaan Program Studi Pendidikan Sosiologi di UNP Ratu Fitri Aisyah; Rani Kartika; Metra Alvionita; Shilva Putri Mahendra; Hawa Fadillah Islami; Tasya Martasari; Fatimah Azzahra
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.326

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika adaptasi sosial dan budaya mahasiswa perantau asal pedesaan yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang. Latar belakang penelitian berangkat dari perbedaan karakteristik lingkungan desa dan kota yang menimbulkan tantangan adaptif bagi mahasiswa ketika harus menyesuaikan diri dengan budaya Minangkabau serta pola interaksi masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan menggambarkan motif urbanisasi mahasiswa perantau, bentuk-bentuk tantangan yang mereka hadapi, strategi adaptasi yang dikembangkan, transformasi diri yang terjadi, serta peran dukungan sosial dalam proses adaptasi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan sembilan informan kunci, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif urbanisasi didominasi oleh kebutuhan pendidikan berkualitas, keterbatasan program studi di desa, dorongan kemandirian, dan dukungan keluarga. Tantangan adaptasi terutama muncul dari perbedaan bahasa, gaya komunikasi, nilai sosial, serta budaya pergaulan masyarakat kota yang lebih longgar. Mahasiswa merespons tantangan tersebut melalui strategi penyesuaian perilaku, pembelajaran sosial, dan selektivitas terhadap budaya kota. Proses adaptasi juga menghasilkan transformasi signifikan berupa peningkatan kemandirian, kemampuan tanggung jawab, dan sikap toleransi. Dukungan sosial dari teman, keluarga, organisasi kampus, dan dosen berperan penting dalam memperlancar proses penyesuaian diri. Temuan ini menegaskan bahwa adaptasi mahasiswa perantau merupakan proses kompleks yang melibatkan interaksi antara faktor individual, sosial, dan budaya dalam konteks kehidupan perkotaan.
Transformasi Fungsi Ruang Pesisir dan Dinamika Ekonomi Lokal Pascabanjir Bandang di Pantai Parkit Kelurahan Air Tawar Barat Kota Padang Ratu Fitri Aisyah; Hawa Fadillah Islami; Tasya Martasari; Fatimah Azzahra; Habibi Bil Ma'ruf; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana transformasi fungsi ruang pesisir terjadi pascabanjir bandang, bagaimana dinamika ekonomi lokal berkembang, serta bagaimana masyarakat beradaptasi dalam mempertahankan kehidupan mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan nelayan, pedagang, masyarakat sekitar, serta pengunjung Pantai Parkit. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pascabanjir bandang terjadi perubahan fungsi ruang pesisir dari kawasan yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi wisatawan karena perubahan bentang alam yang dianggap menarik. Perubahan tersebut turut memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Aktivitas perikanan mengalami berbagai kendala akibat sedimentasi dan kerusakan alat tangkap, tetapi di sisi lain muncul peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan kayu sisa banjir, aktivitas jasa, dan meningkatnya kunjungan wisatawan. Selain itu, masyarakat juga melakukan berbagai bentuk adaptasi, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengatur aktivitas pengunjung, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa banjir bandang telah mendorong terjadinya transformasi ruang pesisir yang berdampak pada perubahan sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus melahirkan berbagai strategi adaptasi untuk mempertahankan keberlangsungan kehidupan di tengah kondisi pascabencana.
Surau Sebagai Pedagogi Indigenous dalam Pembentukan Karakter dan Identitas Lokal Minangkabau Aget Sapriadi; Gusmira Wita; Hawa Fadillah Islami; Fatimah Azzahra; Daffa Febryan; Habibi Bil Maruf; Ikhsanul Ikhwan
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.585

Abstract

Pendidikan berbasis surau memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan pelestarian identitas lokal masyarakat Minangkabau di tengah tantangan modernisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendidikan surau sebagai model pedagogi indigenous dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam, adat Minangkabau, dan pembentukan karakter peserta didik di MDTA Mukhlisin Muhammadiyah Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan pengurus lembaga, guru, santri, orang tua, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau berfungsi sebagai ruang pedagogi indigenous yang menghubungkan pendidikan Islam dengan nilai budaya Minangkabau melalui pembelajaran Al-Qur’an, akidah, akhlak, fikih, sejarah kebudayaan Islam, dan bahasa Arab. Pembentukan karakter dilakukan melalui pembiasaan adab, sopan santun, penghormatan kepada orang tua dan guru, keteladanan, serta pengenalan nilai lokal seperti Sumbang Duo Baleh. Di tengah pengaruh modernisasi dan budaya digital, gerakan Kembali ke Surau menjadi strategi sosial-keagamaan untuk memperkuat identitas lokal generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan surau memerlukan sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat agar nilai Islam dan budaya Minangkabau tetap diwariskan secara berkelanjutan.
Makna Simbol Budaya dalam Pembentukan Identitas Mahasiswa di Kota Padang: Studi Kualitatif pada Mahasiswa Multikultural Ratu Fitri Aisyah; Hanafi Saputra; Hawa Fadillah Islami; Husnul Hayati; Aisyah Sri Ramadhani; Tasya Martasari
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.685

Abstract

Dalam lingkungan kampus yang multikultural, simbol budaya tidak hanya berfungsi sebagai penanda asal-usul budaya, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun hubungan sosial, mempertahankan identitas budaya, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna simbol budaya yang dimiliki mahasiswa serta menjelaskan peran simbol budaya dalam pembentukan identitas mahasiswa multikultural di Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa Universitas Negeri Padang yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah dan logat merupakan simbol budaya yang paling dominan dimaknai mahasiswa sebagai penanda identitas diri dan asal-usul budaya. Selain itu, adat istiadat, nilai kesopanan, dan kebiasaan yang diwariskan keluarga juga menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas mahasiswa. Interaksi dengan mahasiswa dari latar belakang budaya yang berbeda mendorong terjadinya proses negosiasi identitas, di mana mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial tanpa meninggalkan budaya asal yang dimilikinya. Temuan penelitian menegaskan bahwa identitas mahasiswa terbentuk melalui proses pemaknaan simbol budaya yang berlangsung dalam interaksi sosial sehari-hari, sehingga simbol budaya tidak hanya berfungsi sebagai representasi budaya, tetapi juga menjadi unsur penting dalam pembentukan identitas dan penguatan hubungan sosial di lingkungan kampus multikultural.