Rika Septiana
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Hukum Terhadap Kekerasan Berbasis Gender: Upaya Perlindungan Perempuan di Desa Merak Batin Wujud Pencapaian Goal 5 Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Fristia Berdian Tamza; Rika Septiana; Dona Raisa Monica; Budi Rizki Husin; Diah Gustiniati Maulani; Firganefi Firganefi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1172

Abstract

Kekerasan berbasis gender (KBG) merupakan permasalahan serius yang terus meningkat di Indonesia, dengan laporan Komnas Perempuan menyebutkan kenaikan 50% pada tahun 2022, mencapai 339.782 kasus. Desa Merak Batin menghadapi tantangan serupa akibat kurangnya kesadaran masyarakat dan dominasi budaya patriarki yang melekat pada masyarakat dan kurangnya pemahaman mengenai KGB. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman hukum dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan perempuan dari KGB. Pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman hukum dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan perempuan dari KBG. Melalui serangkaian penyuluhan, pelatihan, dan diskusi kelompok yang melibatkan berbagai elemen masyarakat desa, terjadi peningkatan kesadaran mengenai KBG dan upaya perlindungan perempuan. Pengabdian ini memiliki kebaruan berupa integrasi pendekatan hukum dengan pemberdayaan sosial yang belum banyak diadopsi dalam pengabdian serupa di wilayah pedesaan di Bandar Lampung. Melalui serangkaian penyuluhan, pelatihan, dan diskusi kelompok yang melibatkan berbagai elemen masyarakat desa, terjadi pemberdayaan perempuan dan masyarakat kemudian di ikuti dengan peningkatan kesadaran mengenai KBG dan upaya perlindungan perempuan di Desa Merak Batin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kekerasan berbasis gender masih rendah, terutama akibat budaya patriarki yang kuat. Namun, dengan adanya interaksi aktif melalui pengabdian ini, masyarakat mulai berkomitmen untuk melakukan tindakan preventif dan melibatkan diri dalam upaya pencegahan KGB. Kedepannya, tim pengabdi berencana melanjutkan program pemberdayaan perempuan secara ekonomi dan sosial untuk meminimalisir kerentanan terhadap kekerasan berbasis gender di masa mendatang.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Margasari Lampung Timur Dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim: Pendekatan Sosial Humaniora Berfokus Pada Kesadaran Dan Ketahanan Kebencanaan Eko Raharjo; Rika Septiana; Gunawan Jatmiko; Muhammad Iqbal Adani
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1182

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Margasari, yang berlangsung dari April hingga Agustus 2024, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai perubahan iklim dan ketahanan kebencanaan melalui program pemberdayaan yang komprehensif. Proses dimulai dengan tahapan persiapan yang melibatkan komunikasi intensif dengan mitra dan pihak terkait untuk memastikan pemahaman bersama mengenai tujuan dan strategi yang akan diterapkan. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup penyuluhan, workshop, dan diskusi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Penyuluhan memberikan pemahaman mendalam tentang perubahan iklim dan langkah-langkah adaptasi, sedangkan workshop berfokus pada pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan. Metode pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur efektivitas program, yang menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan mengenai ketahanan kebencanaan. Selain itu, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk mengembangkan rencana tanggap darurat, serta menciptakan forum diskusi untuk bertukar ide dan pengalaman. Dengan demikian, pengabdian ini berhasil memberdayakan masyarakat untuk bertindak proaktif dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, serta memberikan referensi bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini mencerminkan prinsip pembangunan berkelanjutan yang diamanatkan oleh SDGs, dengan tujuan menciptakan komunitas yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan di masa depan.