Muhammad Faisal
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEMAMPUAN SISWA  KELAS XI SMK NEGERI 1 HU’U KECAMATANHU’U KABUPATEN DOMPU DALAM MENGGAMBAR BENTUK Sudarlin; Muhammad Faisal; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 14 No 1 (2024): Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/75vgb285

Abstract

Masalah utama dalam penelitian yaitu bagaimana kemampuan menggambar bentuk  untuk  pelajaran  seni  budaya  pada  siswa  kelas  XI  SMK Negeri 1 Hu’u Kabupaten Dompu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Hu’u Kabupaten Dompu. Jenis   penelitian  ini   adalah   penelitian  tindakan  kelas   (Class   Action Reasech)  yang  terdiri  dari  dua  siklus  dimana  setiap  siklus  dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Prosedur penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah murid kelas XI SMK Negeri 1 Hu’u Kabupaten Dompu sebanya 30 orang. Hasi  penelitian  menunjukan  bahwa  pada  siklus  pertama  yang  tuntas secara individual dari 30 murid hanya 13 orang atau 43,33% yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KMM) atau berada pada kategori sangat rendah. Secara  klasikal  belum  terpenuhi  karena  nilai   rata-rata  diperoleh  sebesar 56,50%. Sedangkan pada siklus II dimana dari 30 murid terdapat 26 orang atau 86,66% telah memenuhi KKM dan secara klasikal sudah terpenuhi yaitu nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 73,00% atau berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, dapat disimpulkan hasil belajar menggambar bentuk pelajaran seni budaya pada siswa kelas XI SMK Negeri 1  Hu’u Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu melalui penerapan model pembelajaran langsung mengalami peningkatan.
MAKNA SIMBOLIK GAPURA  PERB ATASAN GOWA  MAKASSAR DI HERTASNING BARU Fatahuddin; Tangsi; Muhammad faisal
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 14 No 2 (2024): Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/v7ha0014

Abstract

The purpose of this study is to determine the symbolic meaning of the Gowa–Makassar border gate located on Hertasning Baru Street. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. This research aims to provide a clear, accurate, and comprehensive description of the “Symbolic Meaning of the Gowa–Makassar Border Gate at Hertasning Baru.” The method employed in this study was a survey method conducted through direct observation. Data analysis was carried out by collecting the results of observations, interviews, and documentation (photographs), followed by data categorization and interpretation. Important data were summarized, organized into sections, verified for accuracy, and then interpreted. The samples in this study consisted of several photographs of the Gowa–Makassar border gate at Hertasning Baru. Based on the research findings, it can be concluded that the visual form of the Gowa–Makassar border gate emphasizes the shape of the badik, which is a traditional weapon characteristic of the Gowa community.
KAJIAN RAGAM HIAS MAKAM TUA KARAENG PALENGKEI (RAJA KE-18 BINAMU) DI KELURAHAN BONTORAMBA, KECAMATAN BONTORAMBA, KABUPATEN JENEPONTO Jupri; Muhammad Rapi; Muhammad Faisal
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 14 No 2 (2024): Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/rvvy6z50

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna ragam hias pada makam tua Karaeng Palengkei (Raja ke-18 Binamu) di Kelurahan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi, klasifikasi, dan interpretasi data berdasarkan perspektif estetika arkeologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur makam berbentuk segi empat berundak empat yang merepresentasikan status sosial dan legitimasi kekuasaan raja. Ragam hias yang ditemukan meliputi motif fauna (macan, ayam, kuda), flora (bunga parenreng), serta geometris yang disusun secara repetitif dan variatif. Motif-motif tersebut memiliki representasi mimetik dan simbolik yang mencerminkan keberanian, kepemimpinan, kekuatan, serta relasi sosial raja dengan masyarakatnya. Ornamen tidak hanya berfungsi dekoratif, tetapi juga menjadi media naratif yang merepresentasikan nilai historis dan kearifan lokal masyarakat Binamu. Dengan demikian, makam ini memiliki signifikansi estetis, simbolik, dan kultural sebagai warisan budaya Sulawesi Selatan.
STUDI TENTANG KERAJINAN ANYAMAN DAUN LONTARDI DESA MAHAL KECAMATAN OMESURI KABUPATEN LEMBATA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Jamaludin Husen; Andi Baetal Mukaddas; Muhammad Faisal
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 14 No 2 (2024): Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/7ah6ar38

Abstract

Kerajinan anyam merupakan karya seni rupa dua dan tiga dimensi yang memiliki nilai estetis serta makna simbolik dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan, bentuk dan motif, serta fungsi kerajinan anyaman daun lontar di Desa Mahal, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan pada 3–28 Desember 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan anyaman daun lontar melalui tahap pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga proses penganyaman. Produk yang dihasilkan antara lain edu, waya’, dese’, hoa, liwang, dan woyong. Bentuk dan motif anyaman tergolong sederhana serta tidak mengalami perkembangan karena minimnya kreativitas dan inovasi pengrajin. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kreativitas agar kualitas bentuk, ragam hias, dan fungsi produk menjadi lebih optimal.