Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ENGLISH EDUCATION STUDENTS’ PERCEPTIONS OF WRITING THEIR FIRST RESEARCH PROPOSAL Ika Yuli Wahyuni; Geminastiti Sakkir; Rini Isnaeni Sakkir
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 3 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i3.1561

Abstract

This study investigates English Education students’ perceptions of writing their first research proposal, focusing on the cognitive, linguistic, emotional, and instructional challenges they experience. A qualitative descriptive design was employed, involving twenty undergraduate students, ten third-semester students enrolled in the Academic Writing course, and ten fifth-semester students enrolled in Research Methodology. Data were collected through an open-ended Google Form questionnaire and were analyzed thematically following Braun and Clarke’s (2006) six-phase framework. Findings reveal six major themes: (1) limited prior knowledge and conceptual uncertainty, (2) difficulties understanding research components, (3) academic writing challenges, (4) emotional reactions including anxiety, low confidence, and overwhelm, (5) need for clearer guidance, examples, and support, and (6) expectations for improving proposal-writing instruction. Third-semester students commonly expressed confusion and unfamiliarity with basic research concepts, while fifth-semester students demonstrated greater theoretical understanding but still struggled to apply these concepts to actual writing tasks. Students also reported linguistic challenges such as organizing ideas, paraphrasing, using appropriate academic vocabulary, and applying APA formatting rules. Emotionally, students experienced anxiety and fear of making mistakes, which hindered their ability to engage confidently in the writing process. They consistently emphasized the need for step-by-step instruction, practical examples, writing workshops, and constructive feedback. Overall, this study highlights the importance of strengthening research literacy instruction in English Education programs by integrating conceptual understanding, academic writing support, process-based guidance, and emotional scaffolding. Enhancing these areas can help students develop the confidence and competence necessary to complete their research proposals effectively.
SPENDUS WISE: MEDIA PEMBELAJARAN YANG KREATIF UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DI SMPNEGERI 2 SUNGGUMINASA La Sunra; Nurdin Noni; Murni Mahmud; Fauzan Hari Sudding Sally; Ika Yuli Wahyuni; Khalimatu Saddiyah; Andi Zahra Nurul Afia
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris yang berlangsung secara formal sering menyebabkan siswa menjadi pasif, kurang percaya diri, dan kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, fleksibel, dan interaktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris melalui program Spendus Wise sebagaimedia pembelajaran kreatif di SMP Negeri 2 Sungguminasa. Kegiatan dilaksanakan selama Februari hingga Mei 2025 dengan melibatkan siswa kelas VII dan VIII yang mengikuti kegiatan English Meeting Club. Metode yang digunakan meliputi training, pendidikan berkelanjutan, dan pendampingan (mentoring) dengan memanfaatkan media pembelajaran kreatif berbasis digital seperti Quizizz, Wordwall, dan Padlet. Selain itu, kegiatan juga dikombinasikan dengan pendekatan game-based learning melalui language games, role play, diskusi kelompok, dan mini presentation. Pelaksanaan kegiatan ini juga mengacu pada konsep Flow Theory yang dikemukakan oleh Mihaly Csikszentmihalyi, yaitu kondisi ketika siswa merasa nyaman, fokus, dan menikmati aktivitas belajar sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan tidak menegangkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Spendus Wise mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, berbicara, dan mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran. Selain itu, suasana belajar yang santai dan interaktif membantu siswa lebih nyaman dalam menggunakan Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari. Dengan demikian, program Spendus Wise terbukti efektif sebagai media pembelajaran kreatif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
PKM PENDAMPINGAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BERBASIS AI BERETIKA BAGI GURU BAHASA INGGRIS SMA DI MAROS Geminastiti Sakkir; Himala Praptami Adys; Ika Yuli Wahyuni; Fatimah Hidayahni Amin; Seny Luhriyani Sunusi
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84084

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru-guru Bahasa Inggris tingkat SMA di Kabupaten Maros dalam menulis artikel ilmiah berbasis Artificial Intelligence (AI) secara beretika. Mitra kegiatan ini adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMA Kabupaten Maros dengan jumlah peserta sebanyak 19 orang. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya pemahaman struktur artikel ilmiah, keterbatasan pengalaman publikasi, serta minimnya literasi penggunaan AI secara etis dalam penulisan akademik. Kegiatan dilaksanakan pada April 2026 melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik, dan pendampingan. Rangkaian kegiatan diawali dengan penerimaan tim pengabdi oleh Bupati Maros di Kantor Bupati Maros sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan di SMAN 3 Maros sebagai pusat kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap struktur artikel ilmiah serta kemampuan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dalam proses penulisan. Faktor pendukung utama adalah antusiasme tinggi peserta, sedangkan hambatan utama adalah keterbatasan waktu pelatihan. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru serta penguatan budaya publikasi ilmiah di tingkat sekolah menengah.
ENGLISH CREATIVE COMPETITION: PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMK MELALUI KOMPETISI BAHASA INGGRIS Asriati; Mardiyanah Nasta; Yunitari Mustikawati; Ika Yuli Wahyuni; Agung Rinaldy Malik; Nurhuzaifah; Andi Isti Fatirah; Tazkiatun Nafs; Miftahul Jannah; Silkiah Ramadani Ridwan
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada peserta didik, khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja global. Namun, proses pembelajaran bahasa Inggris di sekolah sering kali masih berfokus pada aspek teoritis sehingga kesempatan siswa untuk mengekspresikan kemampuan bahasa secara kreatif masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, dan keterampilan berbahasa Inggris siswa melalui program English Creative Competition. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2026 di UPT SMK Negeri 10 Makassar dengan menghadirkan tiga cabang perlombaan, yaitu Spelling Bee, Story Telling, dan Reading Poetry. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan lomba, sosialisasi kegiatan, pelaksanaan kompetisi, serta evaluasi kegiatan berdasarkan respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif dengan antusiasme yang tinggi selama perlombaan berlangsung. Siswa menunjukkan semangat berkompetisi yang baik dan mengikuti setiap cabang lomba dengan sungguh-sungguh. Kegiatan ini mampu menciptakan suasana pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik.