Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF BHEE FRUIT (MELASTOMA Sp) WATER EXTRACT ON BLOOD GLUCOSE LEVELS Rinawati; Sri Wahyuni Muhsin; Nasrianti Syam; Cukri Rahma
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 6 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.3430

Abstract

Diabetes is a non-communicable disease with a prevalence that is increasing globally and nationally. Diabetes is characterized by blood glucose levels exceeding normal limits (>200 mg/dl). Blood glucose levels must be controlled to prevent serious complications in the human body. One method of controlling blood glucose levels is to use herbal medicines derived from plants. Exploration of herbal plants as antidiabetic agents remains limited. The Bhee fruit (Melastoma sp) is a widely distributed plant in Aceh, particularly in West Aceh, yet it has not been extensively utilized. The Bhee fruit holds potential as a herbal medicine; however, research confirming its antidiabetic properties remains scarce, necessitating further studies on its potential. This study aimed to determine the effectiveness of Bhee fruit water extract in lowering blood glucose levels in STZ-induced diabetic mice. The research method was a laboratory experiment using a completely randomized design. A total of 24 mice were divided into six groups with four replicates. The groups consisted of a normal control, a diabetic control, a drug control, a 100 mg/kg body weight extract dose, a 200 mg/kg body weight extract dose, and a 400 mg/kg body weight extract dose. The results showed that administration of Bhee fruit extract could lower blood glucose levels, particularly at the 400 mg/kg body weight dose.
Penguatan Kapasitas Ibu Balita Melalui Edukasi Pemberian Makanan Tambahan di Posyandu Gampong Suak Ribee Laila Apriani Hasanah Harahap; Firman Firdauz Saputra; Nasrianti Syam; Irzal Fanany; Meutia Paradhiba; Rubi Rimonda; Eva Flourentina Kusuma Wardhani; Sri Wahyuni Muhsin; Cukri Rahma
Jurnal Pengabdian Mitra Indonesia Vol 2 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Mitra Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67380/jpmina.v2i1.26

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis pada balita yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi dan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita serta memperkenalkan PMT berbasis pangan lokal berupa abon hati ayam sebagai sumber zat besi dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Post 2 Mekar Gampong Suak Ribee dengan sasaran ibu yang memiliki balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan abon hati ayam, serta pemberian PMT kepada balita. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai pentingnya PMT dan pencegahan stunting, serta penerimaan yang baik terhadap abon hati ayam sebagai alternatif makanan tambahan bergizi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi berbasis masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah diakses dan bernilai gizi tinggi.
Preliminary Phytochemical Screening of Moringa Leaves (Moringa oleifera): An Ethnomedicinal Investigation in Kaway XVI, West Aceh Irzal Fanany; Nasrianti Syam; Cukri Rahma; Laila Apriani Hasanah Harahap; Ravi Masitah; Rubi Rimonda; Mardi Fadillah
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 12, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus June 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v12i2.9163

Abstract

Background: Moringa oleifera Lam. represents a crucial botanical asset globally, yet its localized phytochemical expressions under specific coastal microclimates remain under-explored, threatening the standardization of community-based traditional medicine. M. oleifera Lam. is a versatile, multipurpose tree species that holds significant importance in the ethnomedicine of the West Aceh community. While previous studies heavily rely on dried extracts, this study establishes the baseline phytochemical integrity of fresh, unextracted coastal specimens, bridging the gap between empirical local preparation methods and laboratory validation. This study aimed to characterize the qualitative phytochemical profile of M. oleifera leaves sourced from Kaway XVI Subdistrict and to document their traditional applications as a basis for scientific validation. Methodology:  Employing a qualitative experimental, phytochemical screening was performed directly on fresh leaf samples using standardized assays-including Mayer’s, Wagner’s, and Dragendorff’s tests for alkaloids, the Shinoda test for flavonoids, and the ferric chloride test for phenolics—thereby minimizing the degradation of secondary metabolites often associated with intensive solvent extraction processes. Findings: The qualitative analysis revealed the presence of alkaloids, flavonoids, phenolic compounds, saponins, tannins, and steroids, while terpenoids were notably absent. The identification of these bioactive constituents provides scientific substantiation for the local ethnomedicinal use of M. oleifera as both a nutritional supplement and a galactagogue agent. This study provides a baseline phytochemical profile derived from fresh, non-extracted plant material, offering a more ecologically relevant representation of bioactive compounds as utilized in traditional practices. Contribution: The findings contribute to bridging the gap between empirical ethnomedicine and laboratory validation, and support the standardization of Moringa as material for nutraceutical, and functional food development
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP KONSUMSI SUPLEMEN DALAM UPAYA MENCEGAH TERPAPAR COVID- 19 PADA MAHASISWA AKADEMI KESEHATAN SUMENEP TAHUN 2022 Nasrianti Syam; Firman Firdauz Saputra; Meutia Paradhiba; Eva Flourentina Kusumawardani; Laila Apriani Hasanah Harahap; Rifaldi Aditiya Pratama
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.4826

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) disebabkan oleh virus Corona yang penyebarannya meluas keseluruh penjuru dunia dengan kasus terkonfirmasi mencapai > 507 juta jiwa. Kasus Covid-19 di Indonesia mencapai > 6 juta kasus dan kasus di Provinsi Jawa Timur cukup tinggi yaitu hampir 400 ribu jiwa, diantaranya Kabupaten Sumenep dengan jumlah kasus 6386 jiwa. Salah satu upaya untuk mencegah terpapar atau terinfeksinya Covid-19 dapat mengkonsumsi suplemen kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap konsumsi Suplemen pada mahasiswa Akademi Kesehatan Sumenep. Metode penelitian yaitu menggunakan kuantitatif analitik, studi cross sectional. Populasi mahasiswa Akademi Kesehatan Sumenep, sampel penelitian sebanyak 37 mahasiswa. Variabel independen  yaitu pengetahuan tentang suplemen sedangkan variabel dependen perilaku konsumsi suplemen dianalisis dengan uji Chi Square. Terdapat 12 mahasiswa (32.4 %) yang memiliki pengetahuan cukup akan fungsi Suplemen dan 25 mahasiswa (67.6 %) yang memiliki tingkat pengetahuan baik akan fungsi suplemen. Sedangkan mahasiswa yang mengkonsumsi Suplemen 23 mahasiswa (62.2 %) dan 14 mahasiswa (37.8 %) tidak mengkonsumsi Suplemen. Hasil uji statistik menunjukan ? = 0,012 atau < 0,10. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan terhadap konsumsi suplemen. Instansi terkait diharapkan dapat membuat program-program penyuluhan kepada masyarakat luas sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan fungsi suplemen terhadap pencegahan Covid-19
THE RELATIONSHIP BETWEEN DIETARY INTAKE PATTERNS OF PROTEIN, ZINC, VITAMIN A AND VITAMIN C AND THE INCIDENCE OF ACUTE RESPIRATORY INFECTIONS (ARI) AMONG TODDLERS IN THE WORKING AREA OF MEUKEK COMMUNITY HEALTHCENTER Iza Nur Alief; Sufyan Anwar; Khairunnas; Nasrianti Syam
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, no 1, 2026, (Januari - Maret 2026)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v11i1.8012

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit infeksi yang paling banyak dialami balita dan menjadi penyebab kesakitan serta kematian tertinggi di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi protein, zink, vitamin A dan vitamin C terhadap penyakit ISPA pada balita di wilayah Kerja Puskesmas Meukek. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jenis survey analitik. Sampel penelitian berjumlah 89 balita berusia 2-5 tahun yang dipilih menggunakan Teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi protein dengan kejadian ISPA (p = 0,024), vitamin A dengan kejadian ISPA (p = 0,002), dan vitamin C dengan kejadian ISPA (p = 0,022). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi zink dengan kejadian ISPA dengan P=value= 1,000.
THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND PHYSICAL ACTIVITY WITH THE NUTRITIONAL STATUS OF FINAL STUDENTS OF THE 2021 CLASSIFICATION AT THE FACULTY OF HEALTH SCIENCES, TEUKU UMAR UNIVERSITY Cut Nela Yulisa; Nasrianti Syam; Cukri Rahma; Ravi Masitah
MEDALION Journal: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59733/medalion.v6i3.222

Abstract

Nutritional problems remain a significant public health challenge, encompassing both undernutrition and overnutrition, which affect quality of life and productivity. Stress levels and physical activity are factors that may influence nutritional status, particularly among final-year students who often face high academic pressure. This study aimed to analyze the relationship between stress levels and physical activity with nutritional status among final-year students of the 2021 cohort at the Faculty of Health Sciences, Teuku Umar University. This research employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. A total of 142 respondents were selected using a simple random sampling technique from a population of 220 students. Stress levels were measured using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), physical activity using the Physical Activity Level (PAL), and nutritional status based on Body Mass Index (BMI). The data were analyzed using Spearman correlation with a significance level of p<0.05. The results showed that most respondents had normal nutritional status (64.1%), experienced severe stress (38%), and had light physical activity (35.2%). Statistical analysis revealed no significant relationship between stress levels and nutritional status (r = -0.068, p = 0.425), nor between physical activity and nutritional status (r = 0.030, p = 0.722). These findings suggest that nutritional status among students may be influenced by other factors beyond stress and physical activity. Therefore, it is recommended that students maintain healthy eating habits and balanced lifestyles despite academic pressures, while further research should explore additional determinants of student nutritional status.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP KONSUMSI SUPLEMEN DALAM UPAYA MENCEGAH TERPAPAR COVID- 19 PADA MAHASISWA AKADEMI KESEHATAN SUMENEP TAHUN 2022 Nasrianti Syam; Firman Firdauz Saputra; Meutia Paradhiba; Eva Flourentina Kusumawardani; Laila Apriani Hasanah Harahap; Rifaldi Aditiya Pratama
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.4826

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) disebabkan oleh virus Corona yang penyebarannya meluas keseluruh penjuru dunia dengan kasus terkonfirmasi mencapai > 507 juta jiwa. Kasus Covid-19 di Indonesia mencapai > 6 juta kasus dan kasus di Provinsi Jawa Timur cukup tinggi yaitu hampir 400 ribu jiwa, diantaranya Kabupaten Sumenep dengan jumlah kasus 6386 jiwa. Salah satu upaya untuk mencegah terpapar atau terinfeksinya Covid-19 dapat mengkonsumsi suplemen kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap konsumsi Suplemen pada mahasiswa Akademi Kesehatan Sumenep. Metode penelitian yaitu menggunakan kuantitatif analitik, studi cross sectional. Populasi mahasiswa Akademi Kesehatan Sumenep, sampel penelitian sebanyak 37 mahasiswa. Variabel independen  yaitu pengetahuan tentang suplemen sedangkan variabel dependen perilaku konsumsi suplemen dianalisis dengan uji Chi Square. Terdapat 12 mahasiswa (32.4 %) yang memiliki pengetahuan cukup akan fungsi Suplemen dan 25 mahasiswa (67.6 %) yang memiliki tingkat pengetahuan baik akan fungsi suplemen. Sedangkan mahasiswa yang mengkonsumsi Suplemen 23 mahasiswa (62.2 %) dan 14 mahasiswa (37.8 %) tidak mengkonsumsi Suplemen. Hasil uji statistik menunjukan ? = 0,012 atau < 0,10. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan terhadap konsumsi suplemen. Instansi terkait diharapkan dapat membuat program-program penyuluhan kepada masyarakat luas sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan fungsi suplemen terhadap pencegahan Covid-19