Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh Tahun 2020 Paradhiba, Meutia; Rezeky, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): VOL. 6 NO. 2 OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1552

Abstract

Stunting atau pendek merupakan indikator status gizi kronis yang dapat menggambarkan pertumbuhan yang tidak optimal karena malnutrisi jangka panjang. Dinkes kota Banda Aceh menemukan prevelensi angka stunting pada balita di tahun 2016 menjadi 27,1%. stunting  pada balita di Kota banda Aceh masih menjadi masalah masyarakat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh tahun 2020.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain case control  dengan populasi yaitu seleuruh anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kopelma, total sampel adalah 53 balita sampel  case dan 53 balita sampel control. Tehnik pengambilan sampel adalah teknik matching dan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 5  april – 9 mei 2020. Cara pengumpulan data dengan metode wawancara. Selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan mencari nilai OR pada tabulasi 2x2. Ha diterima p value <0,05.Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dengan asupan energi tidak adekuat dan mengalami stunting berjumlah 13 balita (24,5%). Balita dengan asupan protein tidak adekuat dan mengalami stunting berjumlah 38 balita (71,7%). Balita yang terkena penyakit infeksi dan mengalami stunting berjumlah 24 balita (45,3%). Balita yang tidak memiliki riwayat ASI ekslusif berjumlah 35 balita (66%). Balita yang memiliki riwayat BBLR dan mengalami stunting berjumlah 12 balita (22,6%).Kesimpulan dan saran : Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah asupan protein (p value=0,000, OR= 0,103), penyakit infeksi (p value= 0,003, OR= 4,046), riwayat ASI ekslusif (p value= 0,011, OR= 2,963),BBLR (p value= 0,026, OR= 4,878). Asupan energi (p value= 0,816, OR= 0,806) bukan merupan faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kopelma Darussalam. Diharapkan Ibu balita untuk memperhatikan tumbuh kembang balita dengan pemenuhan asupan makanan sesuai kebutuhan, menjaga lingkungan dan membawa balita ke pelayanan kesehatan.  Kata Kunci        : stunting, faktor pengaruh, balita
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ULEE KARENG BANDA ACEH Paradhiba, Meutia; Rezeky, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1555

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dikalangan usia lanjut. Orang yang berusia lanjut akan mengalami penurunan beberapa fungsi organ tubuh yang dapat menyebabkan penyerapan zat gizi menurun. Beberapa faktor penyebab hipertensi pada usia lanjut antara lain adalah genetik (riwayat keluarga), aktifitas fisik yang rendah dan konsumsi natrium berlebih. untuk mengetahui hubungan riwayat keluarga, aktivitas fisik, obesitas dan konsumsi natrium dengan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling dengan jumlah 72 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 02 Februari- 20 Maret 2016 pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. Cara pengumpulan data dengan membagikan kuesioner, selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95 % dan batas kemaknaan (α=0,05) Ha diterima p value <0,05. sebagian besar lansia yang memiliki riwayat keluarga hipertensi mengalami hipertensi grade II sebanyak 66%, lansia dengan aktivitas fisik ringan menderita hipertensi grade II sebanyak 68,3%, lansia yang mengalami obesitas mengidap hipertensi grade II sebanyak 67,5% dan lansia yang mengkonsumsi natrium tinggi mengidap hipertensi grade II sebanyak 63,3%. ada hubungan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi (p=0,005), ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p=0,017), ada hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi (p=0,0021) dan ada hubungan konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi (p=0,002) pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh Tahun 2021. Diharapkan bagi lansia untuk mampu mengontrol konsumsi makanan yang dibatasi bagi penderita hipertensi misalnya makanan yang mengandung natrium, melakukan aktivitas fisik (olahraga ringan seperti jalan santai setiap hari dan bersepeda) dan rutin mengontrol tekanan darah.                                                                                                                                                                            Kata kunci : riwayat keluarga, aktivitas fisik, obesitas, konsumsi natrium, hipertensi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRUENGRAYA KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Meutia Paradhiba; Merlin Maulidiyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.1377

Abstract

Status gizi yang buruk pada ibu hamil juga memberikan kontribusi pada tiga penyebab kematian ibu yang utama yaitu perdarahan 40-60%, toxemia gravidarum 20-30% dan infeksi 20-30%.Di Indonesia sendiri masih ditemukan ibu hamil yang mengalami kurang gizi kronis diatas 30% atau sekitar 1,5 juta. Provinsi Aceh dari Januari sampai dengan Desember 2010 adalah 113.182 orang dengan prevalensi gizi kurang adalah sebanyak 3.538 orang (3,74%), Sedangkan jumlah ibu hamil di Aceh Besar dari Maret        sampai      dengan     Mei       2019   adalah   8.013   berdasarkan   hasil pemeriksaan dengan 10 orang ibu hamil di wilayah kerja puskesmas krueng raya diantarnya ditemukan 5   orang ibu hamil dengan berat badannya kurang dan   5 orang lain ditemukan ibu hamil dengan ukuran Lila < 23,5 cm. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain Crossectional, subjek penelitian ini adalah ibu-ibu hamil yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Raya Aceh Besar. Dengan besar sampel 60 orang. Pengambilan  sampel  secara  purposive  sampling  dengan  instrument  penelitian terdiri  dari  20  pertanyaan.  Analisa  dengan  uji  statistik  uji  Chi-Square  untuk melihat antar variable. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa adanya pengaruh pengetahuan  ibu  dengan  status  gizi  ibu  hamil  Menunjukkan  bahwa  dari  23 reponden (100%) dengan kategori pengetahuan sedang, mayoritas memiliki status gizi baik yaitu 19 orang (82,6%) dibandingkan yang memiliki status gizi kurang 4 0rang (17,4%) secara uji statistik (uji Chi-Square) dengan nilai P=0,025 (P<0,05), dan ada hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi ibu hamil menunjukkan bahwa  dari  33  responden  (100%)  yang  memiliki  pendapatan  sesuai  UMP, mayoritas memiliki status gizi baik yaitu berjumlah 27 orang (81,8%) dan hanya 6 orang  (18,2%)   yang  status   gizi   kurang. Disarankan kepada tempat pelayanan kesehatan untuk lebih meningkatkan program penyuluhan tentang gizi selama hamil.  Kata kunci : Status Gizi, Pengetahuan, Pendapatan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH TAHUN 2020 Meutia Paradhiba; Sahbainur Rezeki
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1859

Abstract

Stunting atau pendek merupakan indikator status gizi kronis yang dapat menggambarkan pertumbuhan yang tidak optimal karena malnutrisi jangka panjang. Dinkes kota Banda Aceh menemukan prevelensi angka stunting pada balita di tahun 2016 menjadi 27,1%. stunting pada balita di Kota banda Aceh masih menjadi masalah masyarakat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh tahun 2020.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain case control dengan populasi yaitu seleuruh anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kopelma, total sampel adalah 53 balita sampel case dan 53 balita sampel control. Tehnik pengambilan sampel adalah teknik matching dan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 april – 9 mei 2020. Cara pengumpulan data dengan metode wawancara. Selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan mencari nilai OR pada tabulasi 2x2. Ha diterima p value <0,05.Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dengan asupan energi tidak adekuat dan mengalami stunting berjumlah 13 balita (24,5%). Balita dengan asupan protein tidak adekuat dan mengalami stunting berjumlah 38 balita (71,7%). Balita yang terkena penyakit infeksi dan mengalami stunting berjumlah 24 balita (45,3%). Balita yang tidak memiliki riwayat ASI ekslusif berjumlah 35 balita (66%). Balita yang memiliki riwayat BBLR dan mengalami stunting berjumlah 12 balita (22,6%).Kesimpulan dan saran : Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah asupan protein (p value=0,000, OR= 0,103), penyakit infeksi (p value= 0,003, OR= 4,046), riwayat ASI ekslusif (p value=0,011, OR= 2,963),BBLR (p value= 0,026, OR= 4,878). Asupan energi (p value= 0,816, OR= 0,806) bukan merupan faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kopelma Darussalam. Diharapkan Ibu balita untuk memperhatikan tumbuh kembang balita dengan pemenuhan asupan makanan sesuai kebutuhan, menjaga lingkungan dan membawa balita ke pelayanan kesehatan. Kata Kunci       : stunting, faktor pengaruh, balita
HUBUNGAN FREKUENSI PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK (6-24 BULAN) DI MUKIM ATEUK KECAMATAN KUTA BARO ACEH BESAR Meutia Paradhiba; Yopita Sary
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1424

Abstract

Status gizi penting bagi pertumbuhan masa balita. Status gizi dapat dipengaruhi oleh frekuensi pemberian MP-ASI. Kekurangan MP-ASI dapat menimbulkan  gangguan pertumbuhan  seperti  stunting  atau  anak  pendek  serta kekurangan zat besi yaitu anemia. Di Provinsi Aceh pemberian MP-ASI pada anak  di atas 6 bulan  baru  mencapai  68,9%.  Data  dari  Puskesmas Kuta  Baro cakupan pemberian MP-ASI baru mencapai 75% di mana 5,9% dari total balita menunjukkan pola pertumbuhan. Untuk mengetahui Hubungan Frekuensi Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Dengan Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan di Mukim Ateuk Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross sectional, dilaksanakan pada tanggal 22  Juli s/d 16 Agustus 2019, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6-24 bulan di Mukim Ateuk Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 42 orang. Sampel diambil secara total sampling, data yang digunakan data primer dan sekunder  dengan  menggunakan  kuesioner.  Uji  analisa  menggunakan  uji  chi square. Diperoleh hasil bahwa 42 responden berdasarkan uji stastistik, ada hubungan frekuensi pemberian MP-ASI dengan status gizi anak dengan nilai P=0,021 (P<,0,05) ada hubungan frekuensi pemberian MP-ASI dengan status gizi anak di Mukim Ateuk Kecamatan  Kuta Baro Aceh Besar. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan lagi penyuluhan-penyuluhan tentang frekuensi pemberian MP-ASI yang baik pada ibu agar ibu mendapat pengetahuan yang lebih baik lagi tentang pemberian MP-ASI demi demi kelangsungan status gizi anak yang baik pula. Kata Kunci       :  Frekuensi Pemberian MP-ASI, Status Gizi anak 6-24 Bulan
HUBUNGAN PERAN AKTIF IBU DALAM KEGIATAN POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS KUTA BARO ACEH BESAR Meutia Paradhiba; Yuswita Yuswita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.1546

Abstract

Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan di desa untuk memudahkanmasyarakat mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama ibu hamil dan anakbalita. Peran aktif ibu pada setiap kegiatan posyandu tentu akan berpengaruh padakeadaan status gizi anak balitanya. Tujuan Penelitian : mengetahui Hubungan peran aktif ibu dalam kegiatan posyandu dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Metode Penelitian : Bersifat Analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik proporsional random sampling dengan populasi 167 orang dan didapatkan 93 responden. Penelitian dilakukan tanggal 7 s/d 12-7-2014. Pengumpulan melalui penyebaran kuesioner,selanjutnya dilakukan uji statistik dengan menggunakan Chi-Square test memakai program SPSS versi 13 for windows dengan tingkat kepercayaan 95% dan batas kemaknaan (α=0,05) Ho ditolak jika p value > 0,05 dan Ha diterima jika p value < 0,05. Hasil Penelitian: terdapat pengetahuan yang baik sebanyak 48 responden (72,7%) memiliki status gizi baik dengan p-value = 0,001. Dan informasi baik sebanyak 34 responden (87,2%) memiliki status gizi baik dengan p-value = 0,000. Serta mayoritas ibu berperan aktif dengan status gizi baik sebanyak 41 responden (74,5%) dengan p-value = 0,003. Kesimpulan : Hasil analisa statistik menyatakan bahwa Ada hubungan pengetahuan, informasi dan peran aktif ibu dengan status gizi balita dalam kegiatan posyandu di desa dalam wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Diharapkan kepada ibu agar dapat mengetahui dan paham tentang status gizi balita Diharapkan juga kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan konseling dan informasi kepada ibu balita agar memerhatikan status gizi balitanya dengan datang ke posyandu setiap bulannya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ULEE KARENG BANDA ACEH Meutia Paradhiba; Raodah Raodah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i1.1551

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dikalangan usia lanjut. Orang yang berusia lanjut akan mengalami penurunan beberapa fungsi organ tubuh yang dapat menyebabkan penyerapan zat gizi menurun. Beberapa faktor penyebab hipertensi pada usia lanjut antara lain adalah genetik (riwayat keluarga), aktifitas fisik yang rendah dan konsumsi natrium berlebih. untuk mengetahui hubungan riwayat keluarga, aktivitas fisik, obesitas dan konsumsi natrium dengan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling dengan jumlah 72 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 02 Februari- 20 Maret 2016 pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. Cara pengumpulan data dengan membagikan kuesioner, selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95 % dan batas kemaknaan (α=0,05) Ha diterima p value <0,05. sebagian besar lansia yang memiliki riwayat keluarga hipertensi mengalami hipertensi grade II sebanyak 66%, lansia dengan aktivitas fisik ringan menderita hipertensi grade II sebanyak 68,3%, lansia yang mengalami obesitas mengidap hipertensi grade II sebanyak 67,5% dan lansia yang mengkonsumsi natrium tinggi mengidap hipertensi grade II sebanyak 63,3%. ada hubungan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi (p=0,005), ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p=0,017), ada hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi (p=0,0021) dan ada hubungan konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi (p=0,002) pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh Tahun 2020. Diharapkan bagi lansia untuk mampu mengontrol konsumsi makanan yang dibatasi bagi penderita hipertensi misalnya makanan yang mengandung natrium, melakukan aktivitas fisik (olahraga ringan seperti jalan santai setiap hari dan bersepeda) dan rutin mengontrol tekanan darah.                                                                                                                                                                            Kata kunci : riwayat keluarga, aktivitas fisik, obesitas, konsumsi natrium, hipertensi 
Penyuluhan Untuk Meningkatkan Kewaspadaan Risiko Penyakit Tuberkulosis Pada Penderita Diabetes Mellitus Firman Firdauz Saputra; Eva Flourentina Kusumawardani; Meutia Paradhiba; Rubi Rimonda; Perry Boy Chandra Siahaan; Onetusfifsi Putra; Mardi Fadillah
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2022): September
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v2i05.159

Abstract

   Tuberculosis (TB) is still one of the infectious diseases that burden the community, and this condition is exacerbated by the increase in degenerative diseases such as Diabetes Mellitus (DM). Diabetes Mellitus as the 'mother of disease' makes people more susceptible to infectious diseases, which as TB. In addition, DM also reduces the cure rate for TB disease suffered by the community. With these conditions, the team decided to conduct health education for the people of Gebang Village to increase knowledge and public awareness of the risk of TB disease in DM patients. The counseling was conducted at the Gebang CFG Health Center. Counseling was carried out using the Lecture method and the media leaflet, discussion, and question and answer. Evaluation of the implementation of counseling was carried out by looking at the number of participants' attendance and the increase in community knowledge. The results of the evaluation carried out stated that the attendance of participants was 100%. The results of the evaluation of increasing knowledge from the results of the pre-test and post-test, where the results of the analysis showed a significant difference in knowledge between the pre-test and post-test of the participants. Increased knowledge in the community was expected to increase public awareness of the risk of TB disease in DM to create an independent community to maintain their health. 
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pemeriksaan Tuberkulosis di RSUP H. Adam Malik Medan Perry Boy Chandra Siahaan; Firman Firdauz Saputra; Mardi Fadillah; Onetusfifsi Putra; Eva Flourentina Kusumawardani; Meutia Paradhiba; Rubi Rimonda
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2022): September
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v2i05.160

Abstract

   Bacterium Mycobacterium tuberculosis is the cause of the infectious disease Tuberculosis. In adults, it is estimated that there are 2 million deaths every year, so that tuberculosis is the most infectious disease in the world. Factors that cause a person to get TB, namely when the immune system decreases and other supporting factors such as age, education level, smoking, alcohol, malnutrition, diabetes, and adherence to treatment, based on the service team, It is known that knowledge about how to prevent and treat Tuberculosis Disease is less known by patients and families. so that counseling is important to be held at H. Adam Malik Hospital Medan because it is a problem encountered by partners. This counseling was held at H. Adam Malik Hospital, Medan. The method in this service is carried out through questions and answers, discussions and lectures/counseling, The results we obtained were that the patient and patient's family were active and enthusiastic patients and their families to ask questions so they are committed to maintaining cleanliness, maintaining sanitation hygiene, and being obedient to taking medication completely increased and their knowledge will increase about Tuberculosis. 
Konseling Cinematherapy tentang Kecemasan Sosial di SMK Negeri 2 Semarang Rubi Rimonda; Onetusfifsi Putra; Eva Flourentina Kusumawardani; Meutia Paradhiba; Perry Boy Chandra Siahaan; Mardi Fadillah; Firman Firdauz Saputra
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2022): September
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v2i05.161

Abstract

Social anxiety is a problem that many students encounter; this can have an impact on hampering optimal academic or social development for them at school. Students with social anxiety will have problems forming or maintaining friendships, avoid going into group situations, and be socially isolated or bullied, and this causes them to avoid certain schools or classes. Although not all individuals who experience social anxiety consistently avoid social evaluative situations, most report an inability to interact in social gatherings. Social anxiety problems will interfere with individual activities and lives if not addressed immediately, so counseling is essential. This service is carried out at SMK Negeri 2 Semarang City. The devotion method uses cinematherapy techniques. The service results show the counselee's enthusiasm to participate in the counseling session from beginning to end. Counselees learn to dare to ask questions, discuss in groups, and try to apply the examples they get in the cinematherapy technique.
Co-Authors Alya, Mimi Amalia , Fitri Andriani, Mega Anwar, Sufyan Artika, Aulia Chandra Siahaan, Perry Boy Darmawan Darmawan Darmawan Dian Fera Duana , Maiza Duana, Maiza Eka Wahyuni Ernawati Eva Flourentina Kusumawardani Eva Flourentina Kusumawardani Fadillah, Mardi Fahlevi, Muhammad Iqbal Fanany, Irzal Fanonta, Muliane Farisnih, Teuku Nih Febriyanti Febriyanti febriyanti febriyanti Fera, Dian Firman Firdauz Saputra Fitri, Susi Hajijah, Sabul Harahap, Laila Apriani Hasanah Hutasoit, Herlina Natalina Iqbal Fahlevi , M Irawan, Dheanissa Syalwa Khabija Is, Jun Musnadi Jihad, Fikri Faidul Johannes Bastira Ginting Kiswanto Kiswanto Kusumawardani, Eva Kusumawardani, Eva Flourentina Laila Apriani Hasanah Harahap Laila Apriani Hasanah Harahap Lian Varis Riandi LUKMAN NURHAKIM, LUKMAN Maiza Duana Mardi Fadillah Marniati Marniati, Marniati Merlin Maulidiyah Musnadi Is, Jun Musnadi, Jun Nasrianti Syam NASRIANTI SYAM, NASRIANTI Nugroho, Agung Nurafiza, Nurafiza Nursia N, Lily Eky Oktaria, Yolanda Onetusfifsi Putra Perry Boy Chandra Siahaan Pratama, Rifaldi Aditiya Putra, Onetusfifsi Putri, Muda Riska Raflythenu, Abdul Gani Rahmawati, Kiki Raodah Raodah Ratnasari Hinggardipta, Ratnasari Rezeky, Sahbainur Rimonda, Rubi RR. Ella Evrita Hestiandari Rubi Rimonda Rubi Rimonda Safrizal Sahbainur Rezeki Santy Deasy Siregar Siahaan, Perry Boy Chandra Sibagariang, Ayu Sibagariang, Eva Ellya Simanullang, Andry Sinaga, Risya Yoela Siti Maisyaroh Fitri Siregar Siti Prawita Hasibuan Siti Prawitasari Br. Hasibuan SitiMaisyaroh Fitri Siregar Ssekalembe, Geofrey Susy Sriwahyuni Susy Sriwahyuni T.M. Rafsanjani Trianisya, Medinda Wardah Iskandar Wintah Wiwik Widiyawati Yarmaliza Yarmaliza, Yarmaliza Yopita Sary Yulizar Yusnidar, Naidatul Ullmaziarikhaza Yuswita Yuswita Zakiyyudin, Zakiyyudin Zakria, Restu