Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Potensi Bahaya Terhadap Program Kerja Departemen Maintenance Di Stasiun Sterilizer Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) di PT. X Nagan Raya Devhani Nainggolan; Jun Musnadi Is; Firman Firdauz Saputra; Wintah Wintah; Rubi Rimonda
An Idea Health Journal Vol 4 No 03 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i03.354

Abstract

The Sterilizer Station at PT X Nagan Raya is a company facility that requires regular maintenance by the maintenance department to ensure its smooth operation. This facility has potential hazards that need to be analyzed in detail. This study aims to evaluate each potential hazard associated with the maintenance department's work programs at the Sterilizer Station using the Job Safety Analysis (JSA) method, where these potential hazards will be evaluated for the associated risk levels, namely low risk, medium risk, high risk, and extreme risk. The research approach used is qualitative with a descriptive design. Data was collected from the maintenance department's work program for the July-December 2023 period at the Sterilizer Station through direct observation and interviews using the JSA form. The informants in this study were 6 informants consisting of maintenance employees, maintenance assistants, HSE officers and Assistant Mill Managers. The results of this study state that there are several potential hazards that can occur during the implementation of the maintenance department work program, such as the danger of falling on work equipment, slipping, electric shock, exposed to sparks, exposed to mesingerinda, iron cutters and electric welding machines. Based on the JSA analysis, several risk control measures are suggested, such as the use of appropriate and correct Personal Protective Equipment (PPE), routine maintenance of equipment, monitoring of the work program.
Penguatan Kapasitas Ibu Balita Melalui Edukasi Pemberian Makanan Tambahan di Posyandu Gampong Suak Ribee Laila Apriani Hasanah Harahap; Firman Firdauz Saputra; Nasrianti Syam; Irzal Fanany; Meutia Paradhiba; Rubi Rimonda; Eva Flourentina Kusuma Wardhani; Sri Wahyuni Muhsin; Cukri Rahma
Jurnal Pengabdian Mitra Indonesia Vol 2 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Mitra Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67380/jpmina.v2i1.26

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis pada balita yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi dan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita serta memperkenalkan PMT berbasis pangan lokal berupa abon hati ayam sebagai sumber zat besi dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Post 2 Mekar Gampong Suak Ribee dengan sasaran ibu yang memiliki balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan abon hati ayam, serta pemberian PMT kepada balita. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai pentingnya PMT dan pencegahan stunting, serta penerimaan yang baik terhadap abon hati ayam sebagai alternatif makanan tambahan bergizi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi berbasis masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah diakses dan bernilai gizi tinggi.
Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN PG) melalui Pemanfaatan Udang Rebon sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil, Balita dan Anak-Anak Darmawan; Yulizar Kasma; Siti Maisyaroh Fitri Siregar; Marniati; Ernawati; Meutia Paradhiba; Rubi Rimonda; Lily Eky Nursia; Safrizal; Zakiyuddin; TM Rafsanjani; Wardah Iskandar; Rinawati; Sri Wahyuni Muhsin; Ihsan Murdani
Jurnal Pengabdian Mitra Indonesia Vol 2 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Mitra Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67380/jpmina.v2i2.38

Abstract

Permasalahan gizi pada ibu hamil, balita, dan anak-anak masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya terkait kurang optimalnya pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Desa Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat memiliki potensi pangan lokal berupa udang rebon/sabu yang mudah diperoleh dan memiliki kandungan gizi yang baik, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan udang rebon/sabu sebagai sumber pangan bergizi dalam mendukung kesehatan ibu hamil, balita, dan anak-anak melalui pelaksanaan sosialisasi Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG). Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif berupa penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab kepada masyarakat. Sasaran kegiatan meliputi ibu hamil, ibu balita, ibu yang memiliki anak usia sekolah, kader posyandu, kader kesehatan desa, serta aparatur desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi serta tanya jawab. Kegiatan sosialisasi ini memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan udang rebon/sabu sebagai alternatif pangan bergizi untuk mendukung kesehatan ibu dan anak serta mendukung implementasi RAN-PG di tingkat desa.
Preliminary Phytochemical Screening of Moringa Leaves (Moringa oleifera): An Ethnomedicinal Investigation in Kaway XVI, West Aceh Irzal Fanany; Nasrianti Syam; Cukri Rahma; Laila Apriani Hasanah Harahap; Ravi Masitah; Rubi Rimonda; Mardi Fadillah
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 12, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus June 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v12i2.9163

Abstract

Background: Moringa oleifera Lam. represents a crucial botanical asset globally, yet its localized phytochemical expressions under specific coastal microclimates remain under-explored, threatening the standardization of community-based traditional medicine. M. oleifera Lam. is a versatile, multipurpose tree species that holds significant importance in the ethnomedicine of the West Aceh community. While previous studies heavily rely on dried extracts, this study establishes the baseline phytochemical integrity of fresh, unextracted coastal specimens, bridging the gap between empirical local preparation methods and laboratory validation. This study aimed to characterize the qualitative phytochemical profile of M. oleifera leaves sourced from Kaway XVI Subdistrict and to document their traditional applications as a basis for scientific validation. Methodology:  Employing a qualitative experimental, phytochemical screening was performed directly on fresh leaf samples using standardized assays-including Mayer’s, Wagner’s, and Dragendorff’s tests for alkaloids, the Shinoda test for flavonoids, and the ferric chloride test for phenolics—thereby minimizing the degradation of secondary metabolites often associated with intensive solvent extraction processes. Findings: The qualitative analysis revealed the presence of alkaloids, flavonoids, phenolic compounds, saponins, tannins, and steroids, while terpenoids were notably absent. The identification of these bioactive constituents provides scientific substantiation for the local ethnomedicinal use of M. oleifera as both a nutritional supplement and a galactagogue agent. This study provides a baseline phytochemical profile derived from fresh, non-extracted plant material, offering a more ecologically relevant representation of bioactive compounds as utilized in traditional practices. Contribution: The findings contribute to bridging the gap between empirical ethnomedicine and laboratory validation, and support the standardization of Moringa as material for nutraceutical, and functional food development