Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efffect Of Atraumatic Care On Preschool Children Anxiety During Hospitalization Hotmaria Julia Dolok Saribu
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawat inap dapat menyebabkan kecemasan pada anak-anak prasekolah. Ketika seorang anak sakit dan dirawat di rumah sakit adalah pengalaman yang tidak menyenangkan, anak tersebut akan dihadapkan pada situasi dan lingkungan baru dan melakukan kontak dengan orang asing selain keluarga. Sebagian besar proses keperawatan membuat anak-anak takut dan bahkan mengalami trauma, meskipun tindakan ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan anak. Layanan perawatan atraumatic adalah suatu bentuk layanan perawatan terapeutik dalam pengaturan layanan kesehatan anak melalui penggunaan langkah-langkah yang mengurangi tekanan fisik dan tekanan psikologis yang dialami oleh anak-anak dan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan perawatan Atraumatic dengan kecemasan anak-anak prasekolah selama proses rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu, populasi 78 dan sampel 16 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Desain penelitian menggunakan pre dan post test tanpa kelompok kontrol. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi perawatan atraumatik mayoritas anak prasekolah memiliki kecemasan ringan (43,75%) dan setelah intervensi kecemasan anak prasekolah menunjukkan penurunan, 5 anak (31,25%) tidak mengalami kecemasan, 8 anak (50 %) mengalami kecemasan ringan, 3 anak (18,75%) mengalami kecemasan sedang dan tidak ada yang mengalami kecemasan parah. Hasil analisis statistik lebih lanjut menunjukkan ada signifikansi perawatan atraumatic pada kecemasan anak prasekolah selama dirawat di rumah sakit dengan nilai p 0,000 <α = 0,05. Disarankan bagi perawat untuk memberikan perawatan atraumatic sebagai intervensi keperawatan untuk mengurangi kecemasan pada anak-anak selama dirawat di rumah sakit.
Pengaruh Atraumatic Care Terhadap Kecemasan Anak Prasekolah Selama Rawat Inap Hotmaria Julia Dolok Saribu
Jurnal Keperawatan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawat inap dapat menyebabkan kecemasan pada anak-anak prasekolah. Ketika seorang anak sakit dan dirawat di rumah sakit adalah pengalaman yang tidak menyenangkan, anak tersebut akan dihadapkan pada situasi dan lingkungan baru dan melakukan kontak dengan orang asing selain keluarga. Sebagian besar proses keperawatan membuat anak-anak takut dan bahkan mengalami trauma, meskipun tindakan ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan anak. Layanan perawatan atraumatic adalah suatu bentuk layanan perawatan terapeutik dalam pengaturan layanan kesehatan anak melalui penggunaan langkah-langkah yang mengurangi tekanan fisik dan tekanan psikologis yang dialami oleh anak-anak dan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan perawatan Atraumatic dengan kecemasan anak-anak prasekolah selama proses rawat inap. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu, populasi 78 dan sampel 16 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Desain penelitian menggunakan pre dan post test tanpa kelompok kontrol. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi perawatan atraumatik mayoritas anak prasekolah memiliki kecemasan ringan (43,75%) dan setelah intervensi kecemasan anak prasekolah menunjukkan penurunan, 5 anak (31,25%) tidak mengalami kecemasan, 8 anak (50 %) mengalami kecemasan ringan, 3 anak (18,75%) mengalami kecemasan sedang dan tidak ada yang mengalami kecemasan parah. Hasil analisis statistik lebih lanjut menunjukkan ada signifikansi perawatan atraumatic pada kecemasan anak prasekolah selama dirawat di rumah sakit dengan nilai p 0,000 <α = 0,05. Kesimpulan: Disarankan bagi perawat untuk memberikan perawatan atraumatic sebagai intervensi keperawatan untuk mengurangi kecemasan pada anak-anak selama dirawat di rumah sakit.
Pengaruh Pijat Oksitosin dan Perawatan Payudara Terhadap Pengeluaran ASI pada Primigravida Trimester III Hotmaria Julia Dolok Saribu; Wasis Pujiati
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa nifas ibu terjadi pengeluaran ASI merupakan suatu proses perlepasan hormon oksitosin untuk mengalirkan air susu yang sudah diproduksi melalui saluran dalam payudara. Perawatan payudara merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan untuk menyusui nantinya, hal ini dikarenakan payudara merupakan organ esensial penghasil ASI pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifitasan Pijat Oksitosin dan Perawatan Payudara terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest yaitu rancangan tanpa kelompok pembanding (kontrol) tetapi sudah dilakukan observasi pertama (Pretest) yang memungkinkan menguji perubahan–perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu nifas di RB Kasih Murni berjumlah 36 orang. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara Non Random dengan cara Consecutive Sampling. Pengumpulan data yang digunakan berupa self report, lembar observasi, gelas ukur, dan SOP. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil uji Wilcoxon pada perawatan payudara menunjukkan bahwa P value<α (0,001 < 0,05), sedangkan pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu nifas dmemiliki nilai p value 0,000. Dapat dilihat Perbedaan Analisa Nilai Pre Test dan Post Test maka Pijat Oksitosin lebih efektif terhadap kelancaran pengeluaran ASI. Dan diharapkan terapi komplementer ini dikembangkan menjadi suatu trend kesehatan.
PIJAT OKSITOSIN DAN PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS Saribu, Hotmaria Julia Dolok; Pujiati, Wasis
MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i1.1821

Abstract

Latar Belakang: Pada masa nifas ibu terjadi pengeluaran ASI, merupakan suatu proses perlepasan hormon oksitosin untuk mengalirkan air susu yang sudah diproduksi melalui saluran dalam payudara. Perawatan payudara merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan untuk menyusui nantinya, hal ini dikarenakan payudara merupakan organ esensial penghasil ASI pada bayi. Faktor kelancaran ASI selain diberikannya perawatan payudara yang berkembang salah satunya dalam memicu pengeluaran hormon oksitosin yaitu melalui pijat oksitosin yang dilakukan pada ibu masa nifas dan menyusui. Tujuan: Mengetahui efektifitas pijat oksitosin dengan perawatan payudara terhadap kelancaran pengeluaran ASI. Metode:Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest yaitu rancangan tanpa kelompok pembanding (kontrol) tetapi sudah dilakukan observasi pertama (Pretest) yang memungkinkan menguji perubahan – perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu nifas di RB Kasih Murni Kelurahan Batu IX Kota Tanjungpinang yang berjumlah 36 orang. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara Non Random dengan cara Consecutive Sampling. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Test. Hasil : Uji Wilcoxon pada perawatan payudara menunjukkan bahwa p value < α (0,001
Aromaterapi Kenanga Dibanding Lavender terhadap Nyeri Post Sectio Caesaria Wasis Pujiati; Meily Nirnasari; Hotmaria Julia Dolok Saribu; Daratullaila Daratullaila
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.454 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i1.534

Abstract

This study aims to compare the effect of cananga and lavender aromatherapy on pain intensity in postoperative patients with Sectio caesaria . This research method uses true experimental design, randomized pretest posttest design. Sampling technique with simple random sampling. intervention group I was given aromatherapy cananga and group II was given lavender aromatherapy. Changes in pain intensity are measured using a Numerical Rating Scale. The pain felt by patients before inhaling cananga aromatherapy is an average of 5.00 (moderate pain) and after therapy of 3.25 (mild pain). Pain that was felt by patients before inhaling lavender aromatherapy was an average of 4.83 (moderate pain) and after therapy of 3.25 (mild pain). The results of the analysis with the Wilcoxon test (p value 0,000) showed that there was an influence of cananga and lavender aromatherapy interventions using inhalation techniques to the intensity of pain in post sectio caesaria patients. Mann Whitney Test results obtained p value 0.054. Conclusions There is no significant difference in the effect of intervention from the two groups, meaning that both interventions have the same effective effect in reducing the intensity of pain in post-sectional cesarean patients. Keywords: Aromatherapy Canangium Odoratum, Lavandula, Pain, Sectio caesaria
Self Care Berhubungan dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Zakiah Rahman; Wasis Pujiati; Hotmaria Julia Dolok Saribu
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.447 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.2883

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 diabetes patients. This research method uses quantitative research with the analytic observational process with a cross-sectional approach. The study results showed a relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients at Rumkital Dr. Midiyato Suratani, Tanjungpinang City, with the Chi-Square analysis test obtained a p-value of 0.002 (≤0.05). In conclusion, there is a relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients at Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2, Blood Sugar Levels, Self-Care
Menopause Readiness in Perimenopausal Women in Tanjungpinang Region Komala Sari; Hotmaria Julia Dolok Saribu; Linda Widiastuti
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 7 No. 2 (2024): Vol 7, No 2, 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v7i2.272

Abstract

Menopause is a natural phase in a woman's life that is faced with various physical and psychological changes. However, many women are not fully prepared for this transition. Lack of education and social support often affect their readiness to face menopause, especially in areas with low health literacy rates. Limited knowledge about perimenopause symptoms and how to manage them can impact a woman's quality of life during this time. This study aims to determine the level of preparedness of women in Tanjungpinang in facing menopause. Method: This study used a quantitative descriptive design. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 51 women in the perimenopause age range. Data were collected through a questionnaire related to readiness to face menopause. Data analysis was carried out using descriptive statistics to describe the frequency distribution. Most respondents were in the age range of 50 years (27%), with the majority having secondary education (56.9%) and already having more than one child (86.3%). Smoking behavior was found in 96.1% of respondents. Although 54.9% of respondents felt ready to face menopause, there were still 45.1% who felt unprepared. Factors such as education level, number of children, and smoking behavior affect their readiness to face this transition. Women's readiness to face menopause in Tanjungpinang is influenced by various factors, including education, number of children, and smoking behavior. Further research is needed to identify effective interventions to improve women's readiness to face menopause, especially in diverse socio-cultural contexts.
Overview of Nurse Motivation in Adult Inpatient Room Liestyaningrum, Wiwiek; Saribu, Hotmaria Julia Dolok; Sari, Komala
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 5 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i5.765

Abstract

Aims: to determine the description of the level of nurse motivation in the inpatient ward of Dabo Regional Hospital. Method: This study used a descriptive design with a total sampling of 44 nurses in the adult inpatient ward of Dabo Regional Hospital. Data were collected through a nurse motivation questionnaire consisting of 13 statements and analyzed using a frequency distribution. Results: The results showed that 59.09% of nurses experienced low motivation, while 40.91% had high motivation. Demographic characteristics, such as age, gender, education, and length of service, influenced the level of motivation. Discussion: Factors that influence nurse motivation include the work environment, management support, and reward systems. An unsupportive work environment and lack of appreciation from management contributed to this problem. Conclusion: This study concludes that there is an urgent need to improve nurses' motivation at Dabo Regional Hospital through effective managerial strategies. Recommendations for further research are to determine the factors that influence nurses' work stress in adult inpatient wards.
Penerapan Atraumatic Care dengan Kecemasan Anak Pra-Sekolah Saat Proses Hospitalisasi Hotmaria Julia Dolok Saribu; Wasis Pujiati; Endang Abdullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i2.653

Abstract

Introduction: Hospitalization is a crisis condition in children when the child is sick and hospitalized. Getting sick and being hospitalized is an unpleasant experience and most of the nursing process makes children afraid and even traumatized. Atraumatic care is a therapeutic care service in the setting of children's health services through the use of actions that reduce physical and psychological distress experienced by children and parents. The application of atraumatic care with audiovisual, namely providing cartoon videos, this therapy is very effective in reducing anxiety in children who are hospitalized. The goal is to reduce the anxiety due to hospitalization with Atraumatic care. Method The research method is a quasi-experimental design with a pre and post-test control group. Analysis of the data using the Wilcoxon test and to test the differences between the two groups using the independent test or Mann Whitney test. A sample of 56 preschoolers. Results: There was a difference between preschool children's anxiety during hospitalization in the experimental group and the control group (p-value 0.001). The conclusion is that there is an effect of applying audio-visual atraumatic on the anxiety of preschool children. Suggestions should apply audio-visual atraumatic care to reduce anxiety in pre-school children
Work Stress in Nurses in Adult Inpatient Wards Saribu, Hotmaria Julia Dolok; Liestyaningrum, Wiwiek; Suridwan, Wawan
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4514

Abstract

Work Stress is a common phenomenon experienced by nurses, especially those working in adult inpatient wards. High workload, physical and emotional demands, and dynamic work environment can affect nurses' well-being and the quality of services provided. Therefore, understanding the level of nurses' Work Stress is very important to find effective solutions in managing stress in the hospital environment. Objective to describe the level of Work Stress experienced by nurses in the adult inpatient ward of Dabo Regional Hospital and to identify the classification of Work Stress they experience. This study used a descriptive design with a total sampling of 45 nurses in the adult inpatient ward of Dabo Regional Hospital. Data collection was carried out using the Nursing Stress Scale (NSS) questionnaire, which consists of 33 items with a Likert scale. Data were analyzed descriptively to describe the frequency distribution of nurses' Work Stress. The results showed that 53.33% of nurses experienced mild Work Stress, 11.11% of nurses experienced moderate Work Stress, and 35.56% of nurses experienced severe Work Stress. Factors such as coworker support and good management play a role in reducing stress, while high workload and lack of resources contribute to severe stress. Work Stress in nurses in the adult inpatient ward of Dabo Regional Hospital varies, with the majority experiencing mild stress, but a significant number of nurses experiencing severe stress.