Penelitian ini berfokus pada bagaimana bangunan dan infrastruktur lainnya mempengaruhi fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan dan manajemen di sekolah. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi bagaimana fasilitas mempengaruhi kepala sekolah di SDN Lidah Kulon 1 Surabaya. Dari 30 pendidik dan staf pendidikan, data dikumpulkan menggunakan skala Likert 4 poin dalam survei dan dilengkapi dengan wawancara untuk memvalidasi informasi. Uji regresi linier dilakukan berdasarkan kriteria validitas, reliabilitas, distribusi normal, distribusi linier, tidak adanya hubungan antara residu, dan uji t. Hasilnya menunjukkan respons positif terhadap hasil kinerja bawahan, yang disebabkan oleh dampak sebagian besar infrastruktur pendidikan yang tersedia, sehingga meningkatkan pelaksanaan fungsi pengawasan manajemen dan pengajaran, fungsi pengawasan pendidikan, fungsi pengawasan manajemen, serta fungsi pengajaran. Untuk mewujudkan kepemimpinan sekolah yang lebih baik di sekolah, disarankan agar pengelolaan infrastruktur pendidikan dilakukan secara terorganisir dan berbasis teknologi melalui kepemimpinan pendidikan yang memadai.