Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Fenomena Fisika Pada Presean Sebagai Budaya Lombok Siti Rauhun; Fartina; Tarpin Juandi
Hamzanwadi Journal of Science Education Vol. 2 No. 2 (2025): Hamzanwadi Journal of Science Education
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Presean adalah sebuah tradisi budaya masyarakat Sasak di Lombok yang menampilkan pertarungan antara dua pria menggunakan penjalin (rotan) dan ende (tameng). Tradisi ini tidak hanya menarik dari sisi budaya, tetapi juga menyimpan berbagai fenomena fisika seperti gaya, impuls, dan energi. Penelitian ini bertujuan mengungkap fenomena-fenomena fisika pada presean sebagai budaya Lombok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis konsep-konsep fisika yang terkandung dalam tradisi ini. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa aktivitas presean menerapkan prinsip-prinsip fisika, seperti konsep impuls, momentum, dan gaya dalam interaksi penjalin dan ende, serta konversi energi dari gerakan para pepadu. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa presean merupakan laboratorium alami yang kaya akan aplikasi konsep-konsep fisika seperti konsep impuls, momentum, gaya, dan energi serta dapat menjadi media pembelajaran kontekstual yang menghubungkan ilmu fisika dengan budaya lokal.
Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan Melalui Model Pendidikan Sekolah Alam dalam Pembentukan Karakter Siswa Khaerus Syahidi; Fartina
Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berbasis alam menawarkan pendekatan yang mendalam dalam menginternalisasikan nilai peduli lingkungan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai, sikap, dan perilaku cinta lingkungan di Sekolah Alam melalui aktivitas pembelajaran kontekstual yang melibatkan interaksi langsung siswa dengan alam sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Seluruh data dianalisis secara tematik untuk memahami pola pembiasaan, peran pendidik, dan respon siswa terhadap berbagai aktivitas berwawasan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Alam tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai lingkungan pembentukan karakter melalui habituasi kegiatan seperti konservasi, permainan edukatif, dan kegiatan kolaboratif di luar ruangan. Penerapan metode spider web yang mengintegrasikan tema lingkungan dalam seluruh mata pelajaran terbukti efektif menumbuhkan kecintaan siswa terhadap alam. Selain itu, keterlibatan guru dan dukungan orang tua memperkuat pemahaman anak terhadap pentingnya menjaga ekosistem secara berkelanjutan. Proses internalisasi nilai peduli lingkungan berlangsung melalui pengalaman langsung, refleksi diri, dan keteladanan pendidik. Penelitian ini menegaskan bahwa Sekolah Alam memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk generasi yang berkarakter ekologis dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan formal untuk mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan secara lebih konkrit dan aplikatif dalam kurikulum pembelajaran.
Rekonstruksi Etnofisika pada Proses Pembuatan dan Pertunjukan Gendang Beleq Masyarakat Sasak Lombok: Analisis Getaran, Gelombang Bunyi, dan Resonansi Nur Septiana; Hotimatul Sapitri; Husnul Aini; Baiq Aryani Novianti; Fartina; Tarpin Juandi; Khaerus Syahidi
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v5i3.4248

Abstract

This study aims to reconstruct the local knowledge of the Sasak people in the process of making, tuning, and performing Gendang Beleq into a physics concept. The study used a qualitative approach with a focused ethnographic design at the Den Nune Sapu Jagat Art Studio, Masbagik, East Lombok. Informants consisted of a cultural figure and a Gendang Beleq player who were selected purposively. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed through data condensation, data presentation, and verification of conclusions with emic and etic perspectives. The results showed that the choice of wood, body and cavity size, membrane type and tension, striking position, and playing pattern are related to material properties, impulsive force, membrane vibration, sound waves, natural frequency, damping, and resonance. Gendang Beleq has conceptual and contextual suitability to be developed as a local culture-based physics learning resource. Further research is needed to test its acoustic characteristics and learning effectiveness.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X Materi Usaha dan Energi Gina Salsa Kamila; Badrul Wajdi; Tsamarul Hizbi; Fartina
Indonesian Journal of Innovation in Education Research Vol. 2 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Arfah Bin Haji Muhammad Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/ijier.v2i2.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah true-experimental design dengan desain post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA TI NWDI Wanasaba tahun pelajaran 2024/2025 yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah 65 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling, dan didapatkan kelas X-E1 sebagai kelas eksperimen dan X-E2 menjadi kelas kontrol yang masing masing berjumlah 21 dan 22 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik uji t dengan taraf signifikasi 5% dan didapatkan hasil = 6,049 dan = 2,120. Hasil tersebut menunjukkan bahwa (6,049 > 2,120) artinya ditolak dan diterima. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model problem-based learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X materi usaha dan energi di SMA TI NWDI Wanasaba pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025.
Optimizing the Utilization of Gadung Tubers (Dioscorea Hispida) as a Botanical Insecticide Based on Local Potential to Support Environmentally Friendly Agriculture in Pandan Wangi Village Hadiatul Martini; Sitti Rohmi Djalilah; Khadafi Sani; Rida Mardatilah; Baiq Aryani Novianti; Fartina; Khaerus Syahidi
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.4332

Abstract

This community service program aimed to optimize the utilization of gadung tubers (Dioscorea hispida) as a botanical pesticide through a participatory community empowerment approach in Pandan Wangi Village, East Lombok Regency. The program involved three farmer groups and was implemented through demonstration, discussion, and hands-on practice. Program evaluation was conducted through participatory observation, discussions, documentation, and question-and-answer sessions, while the collected data were analyzed descriptively using a qualitative approach. The results showed that the participants understood the process of preparing and applying the botanical pesticide, as demonstrated by their ability to explain the preparation procedures, the functions of each material, and the application techniques during the evaluation sessions. Participants also showed positive responses toward the utilization of local resources as an environmentally friendly alternative for pest management and actively participated throughout the program. In addition, the program successfully produced a botanical pesticide derived from gadung tubers as one of its outputs. These findings indicate that optimizing local resources through a participatory approach effectively improves community knowledge and practical skills while fostering greater awareness of utilizing local potential to support environmentally friendly and sustainable agriculture