Penelitian ini adalah kajian literatur yang mengevaluasi peran digital storytelling interaktif dalam meningkatkan kemampuan narasi dan pemerolehan bahasa anak prasekolah usia 4–6 tahun. Periode usia ini merupakan masa emas perkembangan bahasa, yang memerlukan stimulasi tepat sebagai dasar keterampilan literasi masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis, menganalisis artikel jurnal dan dokumen akademis yang relevan dari tahun 2019 hingga 2024.Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan digital storytelling interaktif memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan bahasa anak, baik aspek reseptif (menyimak, memahami instruksi) maupun ekspresif (berbicara, menuturkan kembali). Media ini efektif karena menggabungkan unsur audio, visual, dan interaktivitas, menciptakan pengalaman multisensorik yang mempercepat pemerolehan kosakata, pemahaman struktur kalimat, dan internalisasi bahasa secara kontekstual dan menyenangkan.Selain itu, interaktivitasnya sangat penting dalam mengembangkan kemampuan narasi. Anak didorong menjadi "co-creator" cerita dengan berpartisipasi menentukan alur atau tokoh, yang melatih mereka menyusun peristiwa secara logis dan memahami struktur naratif (awal, tengah, akhir). Proses ini memperkuat berpikir kronologis dan menjadi fondasi literasi awal. Keberhasilan metode ini ditentukan oleh peran guru sebagai fasilitator yang mengarahkan interaksi dan nilai edukatif. Dengan demikian, digital storytelling adalah alat yang efektif untuk mendukung perkembangan linguistik, kognitif, dan sosial-emosional anak.